Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Diduga Oknum Karyawan PLN Bisniskan PSB Listrik

Diduga Oknum Karyawan PLN Bisniskan PSB Listrik

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 18 Des 2014
  • visibility 276

Banyuasin, Jurnalindependen.com –– Info yang Kami terima dari masyarakat bahwa Pasang Baru PLN bekisar antara Rp 1.500.000 sampai dengan Rp 3.000.000 lengkap dengan SertIfikat SLO dalam tempo paling lambat 2 Minggu. Kepala Desa Srijaya Kecamatan Rantau Bayur mengatakan "Warga Srijaya Pasang Baru PLN Rp 3.000.000 resmi melalui manager PLN Defi, dan semua disetorkan ke Defi.

Kemudian Sekdes Srijaya melaporkan hal tersebut lalu semua diperiksa akan tetapi tidak ada masalah, Sekarang yang bermasalah malah yang pasang baru dengan sekdes srijaya Rp 2.800.000 sampai sekarang belum dipasang (lebih dari 6 bulan)".

Demikian juga halnya di desa Balai makmur Mariana hampir semua warga membayar Rp 2.000.000 melalui Herman PLN Seduduk Putih. 'Warga disini rata rata membayar Rp 2.000.000 dan herman juga berjanji memasang KWH meter masjid Kami yang sampai sekarang belum dipasang' demikian dijelaskan oleh Zainal warga Balai Makmur.

Sedangkan yang terjadi di Jl. Poros Jakabaring warga memasang Listrik melalui Manager Teknik S2JB Zainudin rata rata Rp 1.500.000. "Pak Zainudin ada rumah di sini jadi kalau mau cepat lewat beliau dak sampe satu minggu sudah dipasang" demikian dijelaskan oleh pemilik warung tetangga Zainudin.

Hal tersebut sudah disampaikan ke manager niaga S2JB, Mukhtar dan CC S2JB akan tetapi tidak ada tindakan tegas malahan pasang baru Kami atas nama Busni desa Srijaya Rantau bayur walau sudah lebih 3 bulan belum dipasang dengan alasan tidak ada KWH meter padahal tetangga yang baru daftar sebelum Kami sudah dipasang oleh Herman dan Darmin" demikian dijelaskan Zulfikar. (12/12/2014).

"Lengkapi laporan dengan tanda tangan warga yang pasang baru dengan memberi Gratifikasi kemudian kita laporan lengkap dengan No KWH meter yang dipasang lalu kita laporan ke KPK dan apabila terbukti bahwa KWH meter yang dipasang bukan untuk banyu asin maka harus ditindak tegas maling tersebut dan General Manager S2JB harus mempertanggung jawabkan hal ini dan apabila perlu semua LSM yang tergabung akan demo di PLN S2JB" demikian di jelaskan Andi Agustar sekjen Forum Bersama LSM Sumsel. (11/12/2014)

Manager Niaga S2JB PLN Wil Sumsel, Mukhtar dan CC S2JB, Kamis (18/12/2014) dikantornya menjelaskan bahwa besaran biaya PSB Listrik sudah ada tarifnya di PLN bila melalui pihak ke tiga atau instalatir dengan biaya sebesar itu wajar dan memang tidak ada batasan maksimal penarikan biaya oleh pihak ketiga.

"Bila biaya yang dikenakan PSB Listrik diatas tarif PLN itu wajar karena dikerjakan instalatir, kecuali yang mengenakan diatas tarif dari PLN sendiri itu jelas pelanggaran. Nama-nama yang disebutkan dari laporan LSM PDN RI yakni Defi, Herman dan Zainudin itu bukan pegawai PLN, bisa saja mereka instalatir, jadi wajar saja biaya yang mereka minta kepada calon konsumen diatas tarif PLN karena mereka juga menjual jasa. Sedangkan Darmin benar sekuriti PLN Sukarame," jelas Mukhtar. (rudi)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba, Sekda Minta Komitmen Warga Perangi Narkoba

    • calendar_month Jum, 18 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Plt Sekda Kabupaten Musi Rawas, H Edi Iswanto mengatakan secara sistemik Narkoba telah merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Narkoba telah merusak ekonomi dan budaya bangsa hingga perlu ditanggulangi, karena memang tidak ada sisi positifnya. “Kita menyambut baik dengan diresmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba. Tentunya ini sebagai komitmen dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan […]

  • PUCUK Beberkan Dugaan Kejanggalan Proyek Stadion dan Lapangan Bola Agropolitan Center

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Ketua Yayasan PUCUK, Efendi beberkan dugaan beberapa kejanggalan Proyek Stadion dan Lapangan Bola di Kawasan Agropolitan Center Muara Beliti. “Dalam penelitian kami ada dugaan beberapa kejanggalan dalam pengerjaan proyek tersebut. Dari awal penganggaran mestinya antara pihak Eksekutif (Pemkab Mura) dan Legislatif (DPRD Mura) sudah paham betapa singkatnya waktu pada APBD Perubahan […]

  • ABG Pelaku Curat Diciduk Polisi

    • calendar_month Sen, 7 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Lubuklinggau – Personil Polsek Lubuklinggau Barat mengamankan AS (16) dirumahnya, Minggu (06/5) sekitar pukul 17.30 Wib. ABG warga Jalan Bengawan Solo RT 05 Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara ini diduga melakukan pencurian dengan pemberatan (curat), dirumah Muhammmad Syafran warga Jalan Depati Said RT 05 Kelurahan Lubuklinggau Ulu Kecamatan Lubuklinggau Barat, Senin (05/03) sekira pukul […]

  • BKKBN Turunkan Pertumbuhan dari 1,49 ke 1,25 Proporsi Generasi Muda

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengatakan pertumbuhan penduduk sebelumnya 1,49 turun menjadi 1,25 diikuti besarnya proporsi generasi muda. “Kinerja BKKBN terus membaik. Secara kuantitas laju pertumbuhan penduduk sudah bagus, tapi kualitasnya harus berjuang keras. Bonus demografi kita yang sangat baik adalah sebagai bentuk kesejahteraan untuk masyarakat,” kata Hasto Wardoyo saat membuka Rapat […]

  • Program Unggulan Biogas Desa G1 Mataram Optimis ke Tingkat Nasional

    • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik diantaranya, kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga). Kandungan utama dalam Biogas adalah Metana, dan Karbon dioksida, demikian penyampaian Kepala Desa (Kades) G1Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kusharyanto pada Evaluasi Perkembangan Desa dihadapan Tim Evaluasi Pemkab Musi Rawas, Senin (19/03). […]

  • Hasil Sawit di Lahan ‘Peti Kemas’ Diduga Mengalir ke Oknum Pejabat Mura

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Hasil panen sawit di lokasi lahan ‘Peti Kemas’ milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) diduga mengalir ke oknum Pejabat daerah bersangkutan. “Kami, menduga hasil dari panen buah sawit dilahan Peti Kemas, itu mengalir ke Oknum Pejabat Musi Rawas”, jelas salah satu anggota Komisi II, DPRD Mura saat Rapat yang di […]

expand_less