Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Dewan Minta Bulog Jaga Stabilitas Harga Pangan

Dewan Minta Bulog Jaga Stabilitas Harga Pangan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 10 Apr 2020
  • visibility 52

JAKARTA – | Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka menegaskan ketersediaan logistik menjadi salah satu senjata penting dalam menghadapi peperangan melawan pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini. Terkait hal itu, Suhardi mendesak Pemerintah Pusat segera memperkuat peran Perum Bulog untuk menjadi stabilitator harga dan stok pangan nasional sebagai salah satu garda terdepan di dalam memenangkan perang melawan Covid-19.

Suhardi berpandangan, selama ini Bulog dibuat seperti tidak mampu menjadi stabilitator harga pangan. “Bahkan, dana yang diberikan adalah pinjaman komersial. Tentunya, ini membuat Bulog menjadi tidak kuat menyangga kehidupan petani kita di setiap panen. Liberalisasi di sektor pangan sesungguhnya sudah meninggalkan jauh dari prinsip ekonomi Pancasila,” ujar Suhardi saat mengikuti RDP Komisi IV DPR RI dengan Direktur Umum Perum Bulog Budi Waseso beserta jajaran Bulog secara virtual, Kamis (9/4/2020).

Ditambah lagi, sambung politisi Fraksi Partai Demokrat ini, dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang masih rendah walaupun baru keluar Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 2020 dengan harga HPP beras Rp. 8.300 dan gabah kering panen sebesar Rp. 4.300. Namun sesungguhnya, ungkap Suhardi, di pasar berbagai daerah harga tersebut jauh di bawah dibanding dengan harga pasar.

Di sisi lain, Suhardi menyoroti paparan Dirut Bulog bahwa untuk tahun 2020 ini rencana pengadaan Bulog untuk menjaga stok beras sebesar 950.000 ton. Suhardi mengungkapkan, sampai dengan Maret 2020 ini baru ada 103.000 ton. “Kalau kita kalikan per triwulan, saya lihat tidak akan mencapai. Apalagi, bila dana yang diberikan Bulog tidak mencukupi untuk bisa melakukan stok pangan sampai dengan 950.000 ton,” analisis Suhardi.

Untuk itu, Suhardi mendorong Bulog untuk memastikan kepada Pemerintah tingkat ketersediaan anggaran di Bulog untuk menyediakan 950.000 ton. Serta, apakah Bulog mendapatkan alokasi anggaran untuk penyediaan pangan di Bulog ini seperti beras dan gula yang sementara langka. Terlebih, ungkap Suhardi, dengan keluarnya Perppu Nomor 1 Tahun 2020 dimana untuk penanganan Covid-19 tersedia budget sebesar Rp 405 triliun. 

“Maka, saya kembali mengingatkan Pemerintah sesegera mungkin untuk Bulog diberikan kewenangan untuk menjadi importir, baik gula maupun komoditas yang saat ini langka di masyarakat atau komoditas lain yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tahun 2020 ini. Komisi IV memberikan dukungan kepada Bulog ini supaya perang yang kita lakukan dalam menghadapi Covid-19 ini bisa kita menangkan,” pungkas Suhardi. |pun/sf–DPRRI

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tegaskan Camat serta Kades, Aktif Awasi Pasien Terpapar Covid-19

    • calendar_month Sel, 25 Mei 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura), Hj Ratna Machmud menegaskan Camat beserta Kepala Desa (Kades) lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pasien yang terpapar Covid-19 dan warga yang akan keluar masuk Desa melalui Posko Penanggulangan Covid. Bupati mendesak agar secepatnya melakukan aksi untuk pelaksanaan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mura dengan penyemprotan disinfektan khususnya di […]

  • Instagram Diretas Jutaan Informasi Akun Jebol

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    JAKARTA – Peretas dikabarkan telah mencuri informasi pribadi, seperti alamat email dan nomor kontak, jutaan akun Instgram. Post Views: 381

  • Banyak Penangkar SBW Belum Memiliki Izin, Pemkab Dinilai Lemah Sosialisasi

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com –Banyaknya penangkar Sarang Burung Walet (SBW) di Kecamatan Megang Sakti yang belum memiliki izin dan membayar pajak merupakan tantangan bagi pihak Pemkab Musi Rawas, Sumsel untuk segera melegalkan usaha SBW tersebut. Banyak faktor yang menyebabkan usaha SBW belum memiliki izin, diantaranya kurangnya koordinasi antara penangkar dengan pemerintah desa dan kecamatan, penangkar masih banyak […]

  • Minim Anggaran, Koni Muratara Sepakat Tidak Ikut Porprov

    • calendar_month Jum, 18 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    MURATARA – Kabupaten Muratara terancam tidak bisa mengirimkan peserta pekan olah raga provinsi (Porprov) Sumatera Selatan (Sumel) 2017. Hal tersebut terungkap saat rapat Komite Olah Raga Nasional (KONI), di kantor KONI Muratara, Jumat (18/8). Post Views: 210

  • Viral Berita Sudutkan Kominfo, Koalisi Trisula Harap Awak Media Lebih Dewasa

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Terkait viralnya pemberitaan media online yang menyorot pengadaan internet gratis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfo dan Statistik), pemerhati kebijakan publik wilayah MLM yang juga penasehat Koalisi Trisula, Hamdan KSP angkat bicara. Hamdan mengungkapkan perlu pendewasaan diri bagi awak media yang berkecimpung di kawasan […]

  • Pemerintah Siap Dongkrak Harga Beli Karet Petani Sumsel Rp.7.500-8.000/kg

    • calendar_month Sen, 26 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Palembang – Sejalan dengan visi misi HDMY meningkatkan nilai jual karet di tingkat petani, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah menginstruksikan Menteri PU untuk membeli getah karet langsung dari petani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Harga beli karet yang ditawarkan berkisar Rp. 7.500-8.000 per kilogram. Pernyataan tersebut disampaikan langsung Presiden Joko Widodo  saat acara silaturahmi dengan perangkat […]

expand_less