Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Banyak Penangkar SBW Belum Memiliki Izin, Pemkab Dinilai Lemah Sosialisasi

Banyak Penangkar SBW Belum Memiliki Izin, Pemkab Dinilai Lemah Sosialisasi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 26 Okt 2015
  • visibility 62

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com –Banyaknya penangkar Sarang Burung Walet (SBW) di Kecamatan Megang Sakti yang belum memiliki izin dan membayar pajak merupakan tantangan bagi pihak Pemkab Musi Rawas, Sumsel untuk segera melegalkan usaha SBW tersebut.

Banyak faktor yang menyebabkan usaha SBW belum memiliki izin, diantaranya kurangnya koordinasi antara penangkar dengan pemerintah desa dan kecamatan, penangkar masih banyak yang belum memahami mengenai perizinan dan beranggapan rumit serta mahal, kemudian lemahnya sosialisasi mengenai perizinan usaha SBW.

Kepada Jurnalindependen.com, Senin (26/10/2015), Sukarni (55) salah seorang penangkar SBW di Megang Sakti menyampaikan bahwa pada prinsipnya dia akan patuh pada peraturan, demikian juga mengenai biaya yang mesti dikeluarkan sesuai aturan yang ada.

“Prinsipnya kami siap ikut peraturan termasuk mengenai biaya yang mesti dikeluarkan, namun ada permintaan kami pak, karena selama ini memang belum ada izin mohon kiranya pemutihan karena sudah terlanjur. Kami juga tidak ingin seperti ini, dulu memang pernah kami mengajukan IMB namun kami rasakan terlalu mahal hingga Rp 14 juta,” kata Sukarni.

Selain itu, lanjut Sukarni, mengenai perizinan SBW hendaknya baik syarat maupun izin secara berjenjang mulai dari pengajuan RT, Kades, Camat hingga ke Bupati Musi Rawas melalui instansi terkait. Selama ini dinilai mengenai perizinan ini langsung berurusan ke Bupati melalui instansi terkait, sehingga terkadang tata pemerintahan dibawahnya tidak mengetahui dan tidak terdata.

Sementara itu, Wisnu (38) penangkar SBW di Kecamatan yang sama mengatakan bahwa ia akan ikut peraturan atau ketentuan yang ada, namun hendaknya pihak pemerintah mempermudah perizinan sesuai prosedur serta dipenuhi hak masyarakat untuk dibina dan diberdayakan agar lebih maju dan sukses.

“Kami ikut peraturan yang ada, disisi lain kenapa para pelaku usaha minim bahkan enggan mengurus izin karena tidak ada sosialisasi mengenai perizinan usaha. Akibatnya pelaku usaha tidak mengetahui aturan yang ada, atau merasa dipersulit dan mahal mengurus perizinan usaha,” kata Wisnu.

Ia berharap sosialisasi mengenai perizinan gencar dilakukan sekalian jemput bola dalam pengurusannya. Pengurusan izin juga hendaknya dipermudah baik birokrasi maupun jarak tempuh termasuk biaya yang murah sesuai aturan yang ada.

Diketahui sebelumnya dari keterangan Camat Megang Sakti, Ahmadi Zulkarnain pernah mengadakan sosialisasi perizinan kepada 15 penangkar SBW beberapa tahun lalu saat pertama menjabat Camat. Para penangkar SBW waktu itu telah menyanggupi untuk segera mengurus izin, namun kenyataan hingga kini belum ada satupun yang sudah memiliki izin bahkan dari penelusuran Jurnalindependen.com bukan 15 penangkar SBW tapi 38 penangkar ditambah temuan UPP Purwodadi 8 penangkar lagi.(fs)

Berita Terkait :

Berdalih Izin, Oknum Kades Diduga Pungut Biaya Penangkar SBW

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana HPN di Papua, Tepis Tuduhan Benny Wenda

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengakui rencana peringatan Hari Pers Nasional di Papua sebagai langkah menepis isu dan tuduhan tidak benar seputar Papua yang dilontarkan Benny Wenda. “Pihak luar itu berbicara tidak sesuai fakta, ada empat isu yang selalu dibilang. HAM, ketidakadilan, sekitar itu aja,” kata Ketua Umum PWI Atal S Depari, di […]

  • Kegiatan Operasional Panti Dinsos Mura, Diduga Langgar Perpres 70

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Informasi yang diterima media ini, di tahun 2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melalui Dinas Sosial (Dinsos) menganggarkan kegiatan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Panti Asuhan/Jompo dengan jumlah Dana sebesar + Rp 1.000.000.000,- Dalam anggaran tersebut juga ada kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Panti Asuhan/Jompo dengan jumlah Dana sebesar + […]

  • Bupati Kukuhkan Pengurus LPTQ dan Audiensi JCH Musi Rawaa, Ini Pesannya

    Bupati Kukuhkan Pengurus LPTQ dan Audiensi JCH Musi Rawaa, Ini Pesannya

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud mengukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Tingkat Kabupaten Musi Rawas Periode 2023-2025 serta Audiensi Jama’ah Calon Haji (JCH) Kabupaten Musi Rawas. Selasa (06/06/2023), di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, Bupati Ratna Machmud mengucapkan selamat kepada Pengurus LPTQ yang baru saja dilantik dan dikukuhkan, semoga […]

  • ICW: Mantan Napi Korupsi Jadi Kepala Daerah Bisa Korupsi Lagi

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA — Lembaga pegiat antikorupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai calon kepala daerah yang berstatus mantan narapidana kasus korupsi rentan mengulangi kesalahannya jika terpilih sebagai pemimpin. “Ketika mereka terpilih (calon kepala daerah mantan napi korupsi), peluang korupsi mungkin dilakukan lagi. Apalagi kalau mereka diusung partai politik dengan persyaratan mahar,” kata peneliti ICW Donal Faiz, dalam […]

  • Presiden Jokowi Bagikan KIP, PKH, hingga Sertifikat Tanah di Kalsel

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BANJAR BARU – Hari kedua berada di Provinsi Kalimantan Selatan, Senin 26 Maret 2018, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengawali kegiatannya dengan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bansos Pangan Rastra di Lapangan Dr. Murjani, Kota Banjarbaru. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan 1.245 KIP dan 1.250 PKH. […]

  • Inilah 50 SD dan 11 SMP KBM Tatap Muka di Musi Rawas

    • calendar_month Sel, 9 Feb 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Berikut 50 Sekolah Dasar (SD) dan 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka di Musi Rawas (Mura) ; SEKOLAH DASAR (SD) Kecamatan BTS Ulu : 1. SDN Dharma Karya, Desa Pelawe karena mobilisasi penduduk rendah.2. SDN Gunung Kembang Baru karena blank spot signal internet.3. SDN Gunung Kembang Lama karena […]

expand_less