Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Bung Karno, sang Guru yang Sangat “Streng”

Bung Karno, sang Guru yang Sangat “Streng”

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2015
  • visibility 74

Hanya pidato 17 Agustus yang ditulis oleh Soekarno. Ditulis tangan, bukan diketik. Dari dulu Bung Karno tidak suka mengetik.

Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama, tengah berpidato dengan berapi-api yang membius lautan rakyatnya. Pidatonya selalu dinanti dan dihadiri ribuan orang yang ingin menyaksikan sosoknya. Dalam catatan semasa, banyak orang yang sudah datang dan tidur di lokasi pidato semalam sebelumnya. (Arsip Nasional Republik Indonesia)

“Sebagai Aria Bima-putera, yang lahirnya dalam zaman perjuangan, maka Indonesia Muda inilah melihat cahaya hari pertama-tama dalam zaman yang rakyat Asia, lagi berada dalam perasaan tak senang dengan nasibnya. Tak senang dengan nasib ekonominya, tak senang dengan nasib politiknya, dan tak senang dengan segala nasib yang lain-lainnya.”

Kalimat tersebut kalimat pertama dari artikel bertajuk “Nasionalisme, Islamism, dan Marxisme” yang dimuat dalam Koran Suluh Indonesia Muda pada 1926. Pemuda belum berumur 20 tahun yang terpikat oleh karangan tersebut bernama Maskun. Maskun Sumadiredja yang tiga tahun kemudian ditangkap pemerintah Belanda, bersama-sama Bung Karno, gurunya, dan murid-murid Bung Karno yang lain, Gatot Mangkupradja dan Supriadinata.

Pemuda yang berpendidikan sederhana tersebut merasakan ketidakadilan berlangsung di sekelilingnya. Ia kesal terhadap pemerintah Belanda, tetapi tidak mengerti mengapa terjadi keadaan demikian. Baru terbuka sebab-sebab dari ketidak adilan itu, tatkala dia berulangkali membaca karangan mengenai Aria Bima-putra. Ia ingin tahu siapakh si Aria Bima-putra?

Pada suatu hari Maskun mendengarkan pidato di Gedung Ons Genoegen (kini Gedung Kesenian), Jalan Braga, Bandung. Seorang insinyur muda, tampan, dengan berapi-api menerangkan dan mengobarkan cita-cita persatuan. Jalan pikiran dan kalimatnya sama seperti yang dibaca oleh pemuda Maskun dalam artikel Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme. Tak salah lagi, dialah Aria Bima-putra yang dicarinya. Bung Karno, seorang insinyur yang pada 1927 tersebut baru berusia 26 tahun.

Pemuda Maskun belum puas. Ia memberanikan diri datang ke rumah Bunga Karno, waktu itu masih di Jalan Kebon Sirih. Dari pertemuan adu muka pertama tersebut dia menuturkan, “Saya bertanya macam-macam kepada Bung Karno. Pertanyaan-pertanyaan itu kalau saya pikir-pikir sekarang, kebanyakan pertanyaan tolol. Pertanyaan seorang pemuda yang tak tahu-menahu seluk-beluk politik. Saya tanyakan bagaimana kita dapat bersatu sebagai bangsa, sedangkan bahasa berlainan, tidak saling mengenal.”

Bung Karno tidak mengecutkan hati pemuda tersebut dengan bantahan-bantahan. Sebagai seorang guru yang baik, diterangkannya segala pertanyaan yang aneh-aneh itu dengan sabar, ramah, dan jelas. (NationalGeographic)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MoU Pemkab Mura dan Investor, Dukung Pembangunan Daerah

    MoU Pemkab Mura dan Investor, Dukung Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan para investor yang ada di wilayah Kabupaten Musi Rawas. Dalam pertemuan ini dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) bagi para pelaku Investor dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, di Hotel Dewinda, Kota Lubuklinggau, Sabtu (08/10/2022). Bupati Ratna […]

  • Pelaku Ilegalloging Kucing-Kucingan Dengan Petugas

    • calendar_month Rab, 31 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com –Aksi penebangan kayu secara liar atau dikatakan Ilegalloging makin marak diwilayah Kabupaten termuda diProvinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini. Kendati sudah marak, petugas dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Muratara masih kesulitan menangkap pelaku ilegalloging tersebut. Kendalanya pelaku ilegalloging selalu kucing-kucingan dengan petugas Polhut.  Indikator ini diketahui setelah petugas turun kelapangan usai menerima laporan dari […]

  • Raih Peringkat 3 Sumsel, Bupati Sempatkan VC Kafilah MTQ Sumsel

    Raih Peringkat 3 Sumsel, Bupati Sempatkan VC Kafilah MTQ Sumsel

    • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Kabupaten Musi Rawas berhasil meraih peringkat 3 pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022 yang ditutup pada , Senin (30/05/2022) di Asrama Haji, Kota Palembang. Pencapaian peringkat 3 Kabupaten Musi Rawas ini setelah menyabet 8 medali emas, 12 medali perak dan 4 medali perunggu dengan nilai 80. Sedangkan […]

  • Harga Getah Karet di OKU Tembus Rp 8.000,-/kg

    • calendar_month Sab, 27 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    BATURAJA – Getah karet bisa dikatakan menjadi sumber penghasilan kebanyakan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Saat ini harga getah katet mingguan di daerah bejuluk bumi sebimbing sekundang memang lagi bagus, berkisar Rp 8.000 per Kilogram untuk getah karet mingguan. Namun sayangnya meski harga tergolong tinggi tidak begitu berdampak baik bagi petani. Pasalnya musim kemarau menyebabkan […]

  • Tepat Satu Tahun Lembaga KPK Sumsel, Anjangsana ke Panti Mardhotillah

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Tepat satu tahun kepemimpinan Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) lakukan kegiatan sosial Anjangsana ke Panti Asuhan Mardhotillah, Muara Beliti, Senin (20/01/2020). Ketua L-KPK, Ali Muap mengatakan bahwa Lembaga yang dipimpinnya pada hari ini genap satu tahun di Sumsel. Untuk itu, ia bersama pengurus dan anggota melakukan kegiatan […]

  • Pemerintah Siap Dongkrak Harga Beli Karet Petani Sumsel Rp.7.500-8.000/kg

    • calendar_month Sen, 26 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Palembang – Sejalan dengan visi misi HDMY meningkatkan nilai jual karet di tingkat petani, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah menginstruksikan Menteri PU untuk membeli getah karet langsung dari petani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Harga beli karet yang ditawarkan berkisar Rp. 7.500-8.000 per kilogram. Pernyataan tersebut disampaikan langsung Presiden Joko Widodo  saat acara silaturahmi dengan perangkat […]

expand_less