Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Banyak Remaja Perempuan Korban Seksual di Hari Valentin

Banyak Remaja Perempuan Korban Seksual di Hari Valentin

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 13 Feb 2015
  • visibility 63

PALEMBANG–Banyak remaja, khususnya perempuan, yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran (KDP) menjadi keprihatinan dan fokus perhatian Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang. WCC merupakan sebuah yayasan yang peduli perempuan.

Pada acara “Dialog Publik dalam Rangka Hari Anti Kekerasan Seksual dan Hari Kasih Sayang,”  Jumat (13/2), Direktur Eksekutif WCC Yeni Roslaini Izi mengatakan, “Tiga bulan atau empat bulan setelah perayaan hari kasih sayang, banyak remaja datang ke WCC meminta konseling. Mereka datang bercerita, kekasihnya tidak mau bertanggung jawab setelah berhubungan badan.”

Konseling berlangsung gratis. Dikatakan Yeni, para aktivis WCC pun ikut melakukan pendampingan terhadap mereka yang menjadi korban apabila penyelesaiannya melalui ranah hukum.

Berbicara di depan puluhan  pelajar dan remaja peserta dialog publik, Yeni yang tampil berbicara bersama Maphilinda Syahrial Oesman dan Telly P Siwi Zaidan dari dewan pengurus WCC mengungkapkan bahwa hubungan seksual pranikah itu terjadi pada perayaan Valentine. Ia menegaskan hal tersebut sudah masuk dalam kategori KDP.

Modus yang dilakukan pada saat pacaran tersebut, sang cowok meminta kekasihnya membuktikan bahwa dia mencintai dirinya dengan memberikan izin berhubungan badan. “Namun setelah hubungan terjadi, sang cowok tidak mau bertanggungjawab dengan berbagai dalih,” kata Yeni.

Ia menegaskan WCC berkewajiban mengingatkan, terutama remaja perempuan agar tidak menjadi korban dari kekerasan dalam pacaran seperti yang terjadi pada saat memperingati hari kasih sayang.

Menurut Yeni, Divisi Pendampingan WCC Palembang telah melakukan pendampingan 279 kasus, yang terdiri dari: kekerasan seksual berupa perkosaan dan pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan dalam pacaran (KDP), perdagangan perempuan dan anak dan beragam bentuk kekerasan lainnya.

“Khusus KDP selama 2014 lalu dari seluruh kasus kekerasan terhadap perempuan menempati posisi ketiga dengan jumlah 51 kasus atau laporan. Peringkat pertama kekerasan seksual sebanyak 111 kasus kemudian KDRT sebanyak 74 kasus,” ujarnya.

Kasus kekerasan dalam pacaran (KPD) selama 2014 mengalami peningkatan dibanding 2013 hanya 31 kasus yang tercatat di WCC atau mengalami meningkatan 20 kasus. “Kami juga mencatat dari 279 kasus kekerasan yang terjadi dilihat dari profesi atau pekerjaan korban mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa sebanyak 101 orang. Ibu rumah tangga hanya 40 orang,” kata Yeni. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kordinasi KPK di Lubuklinggau Hari ke-2

    • calendar_month Rab, 10 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Audiensi dan Koordinasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilanjutkan hari kedua, Rabu (10/10) bersama Kepala Daerah beserta jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah), Koordinator Wilayah II Korsup Pencegahan KPK Adlinsyah M Nasution menyampaikan kehadirannya ke Lubuklinggau yakni memberikan pendampingan program pencegahan korupsi kepada Lubuklinggau dan daerah sekitar. “Kemudian KPK […]

  • Media Mingguan/Bulanan di Musirawas Bakal Dapat Jatah 7 Juta

    • calendar_month Sel, 17 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Tahun ini, media dengan jadwal terbit mingguan  dan bulanan bakal dapat jatah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musirawas sebesar Rp 7 juta. Jatah atau istilah bagi kue ini dicairkan setelah media bersangkutan menerbitkan 2 iklan atau advertising yang masing-masing Rp 2,5 juta. Selain itu pertriwulan Pemkab Musirawas mencairkan Rp 500 ribu setelah media […]

  • Pasal Batas Tanah, KS Ngancam Pakai Parang Lalu Diringkus Polisi

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MURATARA- KS (50) warga Desa Noman Baru, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Muara Rupit. Pria berprofesi sebagai petani ini diringkus karena diduga melakukan pengancaman terhadap korban Yudi Susanto (44) yang juga warga Desa Noman Baru Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara. Dugaan pengancaman itu terjadi Kamis (29/03) […]

  • PPKM Sumsel Turun Signifikan, Musi Rawas Saru-satunya Sudah Level 1

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    TREND Pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin turun. dapat dilihar dari tingkat penularan rendah, hunian rumah sakit berkurang dan level PPKM yang diterapkan pun turun. Penurunan level PPKM di Sumsel tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 44 tahun 2021 tentan PPKM Level 4 hingga 1 serta optimalisasi Posko Penanganan Covid-19 di […]

  • Dinas Perikanan Lubuklinggau Klarifikasi Tudingan Sunat Bantuan Bibit Ikan

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Lubuklinggau, melalui Kabid Perikanan, Iskandar Susanto mengklarifikasi tudingan telah menyunat bantuan bibit Ikan Nila pada Kelompok Tani (koptan), RT 07 Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. “Mengenai bibit Ikan Nila yang kurang tidak mungkin, karena dari awal mengambil bibit semuanya sudah dihitung. Dan semua itu sudah […]

  • KPK Tahan 3 Tersangka Suap Hakim PN Bengkulu

    • calendar_month Jum, 8 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga tersangka dugaan suap terhadap hakim terkait putusan perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi kegiatan rutin Tahun Anggaran 2013 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu.  Post Views: 230

expand_less