Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Anggaran 1 Milyar BPKAD, Diduga Dua Kegiatan Jadi 1 Paket

Anggaran 1 Milyar BPKAD, Diduga Dua Kegiatan Jadi 1 Paket

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 15 Nov 2018
  • visibility 48

MUSI RAWAS – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Musi Rawas mulai menerapkan layanan berbasis elektronik yang terintegrasi dengan layanan e-planning dan e-budgeting. Dimana item dua kegiatan tersebut dianggarkan sebesar 1 milyar rupiah dijadikan satu paket kegiatan. Rabu (14/11).

Kedua kegiatan tersebut yakni Anggaran Berbasis Elektronik sebesar 400 juta dan Penyusunan Standar Satuan Biaya sebesar 600 juta. Kedua anggaran inilah yang menjadi pertanyaan sejumlah LSM yang beraktifitas di Kabupaten Musi Rawas.

Menurut Toding, salah satu LSM yang mengamati anggaran belanja daerah BPKAD mempertanyakan mengapa anggaran tersebut bisa muncul dan bertambah pada Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), katanya.

“Dimana awalnya kegiatan seperti Anggaran Berbasis elektronik tidak ada pada Anggaran APBD induk tetapi setelah APBD-Perubahan anggaran tersebut dimunculkan. Begitu juga dengan kegiatan Penyusunan Standar Satuan Biaya yang awalnya hanya 100 juta setelah APBD-P bertambah menjadi 600 juta, naik secara signifikan”, tanya Toding.

Hasil konfirmasi kepada Sekretaris Badan (Sekban) BPKAD, Syahrizal menyebutkan terkait anggaran yang sebelumnya tidak ada dan bertambah setelah APBD-P. Dikatakannya, “hal lumrah dan bisa saja terjadi”, ujarnya.

Lanjut Syahrizal, Penganggaran kegiatan tersebut terkait kedatangan KPK yang menginginkan efesiensi anggaran berbasis e-planning dan e-budgeting.

“Untuk bagian e-planning itu wilayahnya BAPPEDA sedangkan e-budgeting itu wilayah BPKAD”, terangnya.

Kembali Dia menjelaskan, besar kecilnya anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut tidak dapat diukur karena dianggarkan untuk program aplikasi. Berarti diperlukan tenaga ahli dan untuk pembuatan program aplikasinya kita bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai tenaga ahlinya, jelasnya.

“Soal besar kecilnya anggaran yang kita usulkan , silahkan bandingkan dengan daerah lain dan untuk teknis kegiatan tanya saja sama Kabid Anggaran” pintanya.

Untuk kegiatan Penyusunan Standar Satuan Biaya sebesar 600 juta, kita tambah anggarannya karena adanya desakan dan tekanan KPK untuk ASB (Analisa Standar belanja) agar tidak ada perbedan nilai belanja barang.

“Saya rasa itu satu paket saja, karena acuannya adalah standar biaya,” tutupnya.

Apa yang dikatakan Sekban Syahrizal, tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatak Kabid Anggaran, Panda Liani saat dimintai keterangannya lebih detail tentang penggunaan dana sebesar 1 milyar tersebut.

Dikatakan Panda Liani, Anggaran berbasis elektronik sebesar 400 juta itu mulanya memang tidak ada di APBD induk, kemudian kita anggarkan di APBD-Perubahan guna melaksanakan arahan dan aksi KPK yang lalu. Sebab semua kegiatan itu harus terintegrasi antara e-plenning dan e-budgeting.

Agar apa yang diinginkan KPK itu terakomodir otomatis anggaran di APBD induk tidak ada jadi kita anggarkan 400 juta di APBD-Perubahan, jelasnya.

“400 juta itu hanya untuk biaya pembuatan aplikasinya saja. Kita anggarkan karena ada desakan KPK,” kata Liani.

Untuk program aplikasi tersebut kita disarankan oleh pihak provinsi untuk bekerjasama dengan UGM. Karena untuk saat ini aplikasi dari UGM lah yang terbaik. Sedangkan untuk kegiatan Penyusunan Standar Satuan Biaya yang mulanya dianggarkan sebesar 100 juta pada APBD Induk, kemudian kita tambah 500 juta.

Inti kegiatan ini sama saja, merupakan salah satu variabel e-budgeting yang diinginkan KPK agar analisa standar belanja dimasukkan kedalam sistem e-budgeting, papar Liani.

“Maka pada APBDP anggarannya kita tambah 500 juta, karena kita inginkan percepatan. Seperti itu maunya pak Bupati merespon,” ucapnya.

Percepatan kedua program aplikasi ini sekarang sedang running (dikebut) terus. Target kita yang penting kemauan KPK ditahun 2019 Kabupaten Musi Rawas stand consistent (berdiri secara konsisten). Kemungkinan Se-Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Rawas adalah yang pertama kali nantinya meluncurkan sistem layanan e-planning dan e-budgeting ini, ungkap Liani.

“Sementara layanan e-planning dan e-budgeting saat ini masi of line. Ditahun 2019 layanan aplikasi ini suda dapat di akses oleh masyarakat umum,” pungkasnya. (suararakyatdaerah.net)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PUCKTR Janjikan Lampu Jalan Bulan Depan di Leban Jaya

    • calendar_month Kam, 12 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS- Masyarakat Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas yang meminta 17 titik sarana lampu jalan di desa itu difungsikan diharapkan untuk bersabar. Pihak Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang dan Pemukiman (CKTRP) Musi Rawas berjanji akan merealisasikan keinginan warga itu pada Mei 2018 mendatang. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PU CKTRP Musi […]

  • Dodi Bantah Ada Pungutan 2 – 3 Juta Verifikasi Calon Kades di Musi Rawas

    Dodi Bantah Ada Pungutan 2 – 3 Juta Verifikasi Calon Kades di Musi Rawas

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Pemdes Dodi Irdiawan membantah ada informasi bahwa pihaknya telah menerima atau menetapkan biaya verifikasi calon Kades 2 –  3 juta percalon. "Tidak ada kami memungut biaya untuk verifikasi calon kades, mereka cuma diminta untuk setor biaya pendaftaran untuk mengikuti […]

  • 150 Penembak Berburu Basmi Hama Babi

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Ketua  Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), Aidil Rusman melepas 150 penembak turun gunung ramaikan perhelatan safari berburu. Ratusan penembak tergabung dalam 28 tim, datang berburu memacu skil menembak membasmi keberadaan hama hewan liar babi hutan perusak lahan perkebunan. Ajang safari berburu berlangsung dua hari, medan menantang luasnya lahan perkebunan PT Lounsum Ketapang […]

  • Ini Harapan Dibalik Revitalisasi Bandara Banding Agung

    • calendar_month Jum, 12 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    ANGGOTA Komisi V DPR RI Intan Fitriana Fauzi berharap revitalisasi Bandara Banding Agung dapat menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, perbaikan bandara ini juga harus didukung dengan adanya jalan raya yang menghubungkan bandara dengan kota terdekat, seperti Palembang, Lampung, dan Bengkulu. “Berdasar paparan […]

  • Polres Janji Selesaikan Berkas Korupsi Seragam Kades di OKU

    • calendar_month Jum, 6 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BATURAJA – Kapolres Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, AKBP Leo Andi Gunawan berjanji segera menyelesaikan berkas kasus korupsi pengadaan seragam seluruh kepala desa yang menjerat mantan Kepala Badan Bendahara PPATK di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa setempat. Pihak kepolisian juga menetapkan pemborongnya sebagai tersangka, karena ikut terlibat bermufakat melakukan tindak pidana korupsi, kata Kapolres Ogan Komering […]

  • Kesempatan Bupati Mura Paparkan Inovasi Daerah Pada Seleksi Paritrana Award

    Kesempatan Bupati Mura Paparkan Inovasi Daerah Pada Seleksi Paritrana Award

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud mengikuti secara virtual Wawancara Seleksi Kandidat Paritrana Award (Penghargaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023, di Kediamanan Wakil Bupati Musi Rawas, Kecamatan Megang Sakti, Selasa (14/02/2023). Dalam wawancaranya, Bupati Ratna Machmud memaparkan visi dan misi Kabupaten Musi Rawas secara umum. Profil Kabupaten […]

expand_less