Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Anggaran 1 Milyar BPKAD, Diduga Dua Kegiatan Jadi 1 Paket

Anggaran 1 Milyar BPKAD, Diduga Dua Kegiatan Jadi 1 Paket

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 15 Nov 2018
  • visibility 69

MUSI RAWAS – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Musi Rawas mulai menerapkan layanan berbasis elektronik yang terintegrasi dengan layanan e-planning dan e-budgeting. Dimana item dua kegiatan tersebut dianggarkan sebesar 1 milyar rupiah dijadikan satu paket kegiatan. Rabu (14/11).

Kedua kegiatan tersebut yakni Anggaran Berbasis Elektronik sebesar 400 juta dan Penyusunan Standar Satuan Biaya sebesar 600 juta. Kedua anggaran inilah yang menjadi pertanyaan sejumlah LSM yang beraktifitas di Kabupaten Musi Rawas.

Menurut Toding, salah satu LSM yang mengamati anggaran belanja daerah BPKAD mempertanyakan mengapa anggaran tersebut bisa muncul dan bertambah pada Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), katanya.

“Dimana awalnya kegiatan seperti Anggaran Berbasis elektronik tidak ada pada Anggaran APBD induk tetapi setelah APBD-Perubahan anggaran tersebut dimunculkan. Begitu juga dengan kegiatan Penyusunan Standar Satuan Biaya yang awalnya hanya 100 juta setelah APBD-P bertambah menjadi 600 juta, naik secara signifikan”, tanya Toding.

Hasil konfirmasi kepada Sekretaris Badan (Sekban) BPKAD, Syahrizal menyebutkan terkait anggaran yang sebelumnya tidak ada dan bertambah setelah APBD-P. Dikatakannya, “hal lumrah dan bisa saja terjadi”, ujarnya.

Lanjut Syahrizal, Penganggaran kegiatan tersebut terkait kedatangan KPK yang menginginkan efesiensi anggaran berbasis e-planning dan e-budgeting.

“Untuk bagian e-planning itu wilayahnya BAPPEDA sedangkan e-budgeting itu wilayah BPKAD”, terangnya.

Kembali Dia menjelaskan, besar kecilnya anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut tidak dapat diukur karena dianggarkan untuk program aplikasi. Berarti diperlukan tenaga ahli dan untuk pembuatan program aplikasinya kita bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai tenaga ahlinya, jelasnya.

“Soal besar kecilnya anggaran yang kita usulkan , silahkan bandingkan dengan daerah lain dan untuk teknis kegiatan tanya saja sama Kabid Anggaran” pintanya.

Untuk kegiatan Penyusunan Standar Satuan Biaya sebesar 600 juta, kita tambah anggarannya karena adanya desakan dan tekanan KPK untuk ASB (Analisa Standar belanja) agar tidak ada perbedan nilai belanja barang.

“Saya rasa itu satu paket saja, karena acuannya adalah standar biaya,” tutupnya.

Apa yang dikatakan Sekban Syahrizal, tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatak Kabid Anggaran, Panda Liani saat dimintai keterangannya lebih detail tentang penggunaan dana sebesar 1 milyar tersebut.

Dikatakan Panda Liani, Anggaran berbasis elektronik sebesar 400 juta itu mulanya memang tidak ada di APBD induk, kemudian kita anggarkan di APBD-Perubahan guna melaksanakan arahan dan aksi KPK yang lalu. Sebab semua kegiatan itu harus terintegrasi antara e-plenning dan e-budgeting.

Agar apa yang diinginkan KPK itu terakomodir otomatis anggaran di APBD induk tidak ada jadi kita anggarkan 400 juta di APBD-Perubahan, jelasnya.

“400 juta itu hanya untuk biaya pembuatan aplikasinya saja. Kita anggarkan karena ada desakan KPK,” kata Liani.

Untuk program aplikasi tersebut kita disarankan oleh pihak provinsi untuk bekerjasama dengan UGM. Karena untuk saat ini aplikasi dari UGM lah yang terbaik. Sedangkan untuk kegiatan Penyusunan Standar Satuan Biaya yang mulanya dianggarkan sebesar 100 juta pada APBD Induk, kemudian kita tambah 500 juta.

Inti kegiatan ini sama saja, merupakan salah satu variabel e-budgeting yang diinginkan KPK agar analisa standar belanja dimasukkan kedalam sistem e-budgeting, papar Liani.

“Maka pada APBDP anggarannya kita tambah 500 juta, karena kita inginkan percepatan. Seperti itu maunya pak Bupati merespon,” ucapnya.

Percepatan kedua program aplikasi ini sekarang sedang running (dikebut) terus. Target kita yang penting kemauan KPK ditahun 2019 Kabupaten Musi Rawas stand consistent (berdiri secara konsisten). Kemungkinan Se-Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Rawas adalah yang pertama kali nantinya meluncurkan sistem layanan e-planning dan e-budgeting ini, ungkap Liani.

“Sementara layanan e-planning dan e-budgeting saat ini masi of line. Ditahun 2019 layanan aplikasi ini suda dapat di akses oleh masyarakat umum,” pungkasnya. (suararakyatdaerah.net)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Muara Beliti Sosialisasi Bahaya Konflik Sosial dan Karhutla di GSSL

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sebagai langkah antisipasi dini, terhadap sejumlah persoalan kerap terjadi ditengah masyarakat. Jajaran personil Babinkamtibmas Polsek Muara Beliti, sambangi perusahan PT. Gunung Sawit Selatan Lestari (GSSL) berdomisili di Desa Rantau Serik, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK). Kemarin (27/7) malam. Kehadirian personil, datang bersama sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) dan Tokoh Agama (Toga) gulirkan […]

  • Anggaran Publikasi Dibekukan, Sekda : Mengenai Alasannya Silahkan Tanya Bupati

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Puluhan awak media dari berbagai penerbitan sambangi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Musi Rawas, H Isbandi Arsyad, siang tadi (Senin – 20/04/2015). Kedatangan awak media ini mempertanyakan anggaran publikasi Humas yang hingga kini dibekukan oleh Pemkab Musi Rawas. Kepada awak media, Isbandi menjelaskan bahwa benar anggaran untuk publikasi tersebut dibekukan dalam batas waktu […]

  • Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA — Dua kali pelaksanaan pemilu dengan sistem pemilihan langsung dinilai berbiaya mahal. Partai politik peserta pemilu akan mengusulkan untuk mengembalikan sistem pemilihan dengan proporsional tertutup. Bahkan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga menganggap sistem pemilihan langsung memiliki banyak kelemahan. Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, salah satu kelemahan paling krusial dari sistem pemilihan langsung ini adalah […]

  • KTNA Bantah Kuota Pupuk Subsidi Tidak Cukup

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Adanya kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Musi Rawas jelang musim tanam dibantah Wakil Sekretaris Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sumatera Selatan, Ghufron. Menurutnya selama ini kuota maupun kebutuhan pupuk subsidi mencukupi bagi kelompok tani (koptan). “Setahu saya kuota yang diajukan sesuai RDKK dari koptan mencukupi kebutuhan, apalagi di daerah Kecamatan […]

  • Korem 082/CPYJ & Yonif 503/MK Gelar Olahraga Bersama Rakyat Mojokerto

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – | Kemanunggalan antara TNI dan rakyat di Mojokerto terlihat semakin kental. Bahkan, berbagai upaya pun terus dilakukan guna menjaga Kemanunggalan tersebut. Salah satunya melalui olahraga bersama yang digelar oleh pihak Korem dan Yonif 503/MK, Minggu, 7 Juli 2019 pagi. Selain diikuti oleh aparat TNI, olahraga bersama tersebut juga turut diikuti oleh personel Polri, […]

  • Ditengah Pandemi Covid-19, UKM Perlu Diberi Stimulus

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Djafar mendorong adanya pemberian stimulus bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang harus terhenti akibat pandemi virus Corona (Covid-19) ini. Dalam hal ini, Pemerintah harus menyiapkan upaya pendataan yang matang agar stimulus berjalan baik, serta dapat mengarah langsung kepada UKM yang benar-benar membutuhkan bantuan. […]

expand_less