Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Peristiwa » Bung Karno, sang Guru yang Sangat “Streng”

Bung Karno, sang Guru yang Sangat “Streng”

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2015
  • visibility 152

Hanya pidato 17 Agustus yang ditulis oleh Soekarno. Ditulis tangan, bukan diketik. Dari dulu Bung Karno tidak suka mengetik.

Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama, tengah berpidato dengan berapi-api yang membius lautan rakyatnya. Pidatonya selalu dinanti dan dihadiri ribuan orang yang ingin menyaksikan sosoknya. Dalam catatan semasa, banyak orang yang sudah datang dan tidur di lokasi pidato semalam sebelumnya. (Arsip Nasional Republik Indonesia)

“Sebagai Aria Bima-putera, yang lahirnya dalam zaman perjuangan, maka Indonesia Muda inilah melihat cahaya hari pertama-tama dalam zaman yang rakyat Asia, lagi berada dalam perasaan tak senang dengan nasibnya. Tak senang dengan nasib ekonominya, tak senang dengan nasib politiknya, dan tak senang dengan segala nasib yang lain-lainnya.”

Kalimat tersebut kalimat pertama dari artikel bertajuk “Nasionalisme, Islamism, dan Marxisme” yang dimuat dalam Koran Suluh Indonesia Muda pada 1926. Pemuda belum berumur 20 tahun yang terpikat oleh karangan tersebut bernama Maskun. Maskun Sumadiredja yang tiga tahun kemudian ditangkap pemerintah Belanda, bersama-sama Bung Karno, gurunya, dan murid-murid Bung Karno yang lain, Gatot Mangkupradja dan Supriadinata.

Pemuda yang berpendidikan sederhana tersebut merasakan ketidakadilan berlangsung di sekelilingnya. Ia kesal terhadap pemerintah Belanda, tetapi tidak mengerti mengapa terjadi keadaan demikian. Baru terbuka sebab-sebab dari ketidak adilan itu, tatkala dia berulangkali membaca karangan mengenai Aria Bima-putra. Ia ingin tahu siapakh si Aria Bima-putra?

Pada suatu hari Maskun mendengarkan pidato di Gedung Ons Genoegen (kini Gedung Kesenian), Jalan Braga, Bandung. Seorang insinyur muda, tampan, dengan berapi-api menerangkan dan mengobarkan cita-cita persatuan. Jalan pikiran dan kalimatnya sama seperti yang dibaca oleh pemuda Maskun dalam artikel Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme. Tak salah lagi, dialah Aria Bima-putra yang dicarinya. Bung Karno, seorang insinyur yang pada 1927 tersebut baru berusia 26 tahun.

Pemuda Maskun belum puas. Ia memberanikan diri datang ke rumah Bunga Karno, waktu itu masih di Jalan Kebon Sirih. Dari pertemuan adu muka pertama tersebut dia menuturkan, “Saya bertanya macam-macam kepada Bung Karno. Pertanyaan-pertanyaan itu kalau saya pikir-pikir sekarang, kebanyakan pertanyaan tolol. Pertanyaan seorang pemuda yang tak tahu-menahu seluk-beluk politik. Saya tanyakan bagaimana kita dapat bersatu sebagai bangsa, sedangkan bahasa berlainan, tidak saling mengenal.”

Bung Karno tidak mengecutkan hati pemuda tersebut dengan bantahan-bantahan. Sebagai seorang guru yang baik, diterangkannya segala pertanyaan yang aneh-aneh itu dengan sabar, ramah, dan jelas. (NationalGeographic)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Apresiasi Rangkaian Peringatan HUT RI di BTS Ulu

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan mengapresiasi masyarakat yang telah mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI yang di selenggarakan Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu. “Berbagai kegiatan dan perlombaan yang diselenggarakan ini dapat semakin memupuk rasa persaudaraan sesama masyarakat Kecamatan BTS Ulu. Menyambut HUT RI tidak hanya dengan mengikuti perlombaan […]

  • Seluruh Desa di Musi Rawas Sudah Terdampak Peredaran Narkoba

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hendra Amor mengatakan berdasarkan hasil survei tidak satu desa pun di Kabupaten Mura yang bersih dari narkoba. “Saya jamin itu semua desa terdampak peredaran narkoba, tadinya kita beranggapan bahwa narkoba hanya beredar di kota-kota besar saja, tapi kenyataannya sudah masuk ke desa-desa, […]

  • Peringati Haornas, Bupati Apresiasi dan Beri Penghargaan Atlet Berprestasi

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas ( Mura), H Hendra Gunawan sangat mengapresiasi perjuangan para atlet, meski sarana dan prasarana serba terbatas tapi tidak menyurutkan semangat para atlet untuk berprestasi. “Di bidang olah raga Kabupaten Mura sudah mampu menunjukan prestasinya di tingkat regional dan nasional. Penghargaan yang diberikan merupakan wujud apresiasi atas dedikasi para […]

  • Tindak Lanjut MoU, 11 ASN Mura Ikut Pelatihan Smart City di Pemkot Bandung

    • calendar_month Jum, 6 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    SETELAH sukses melaksanakan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama Implementasi Aplikasi Smart City dan E-Government antara Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dengan Pemerintah Kota Bandung pada hari Jumat tanggal 9 Februari 2018 terdahulu bertempat di Pendopo Kota Bandung, kali ini Pemerintah Kabupaten Musi Rawas mengirim 11 ASN dari berbagai OPD untuk ikuti pelatihan Aplikasi yang ada. […]

  • Korupsi di Sektor SDA

    • calendar_month Kam, 22 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    SUDAH banyak studi yang menyimpulkan bahwa negara-negara (berkembang) dengan limpahan sumber daya alam yang luar biasa justru terjebak pada korupsi yang sistemik. Benua Afrika adalah contoh yang banyak menjelaskan fenomena kutukan SDA. Berbagai konsep telah diperkenalkan untuk menggambarkan keadaan yang kontradiktif itu. Logisnya, negara dengan kekayaan alam yang melimpah tentu dapat dengan mudah membangun untuk […]

  • PSKS Sungai Jernih Dinilai Masih Banyak Menimbulkan Permasalahan

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), khususnya di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih banyak menimbulkan permasalahan, hal ini disampaikan Ketua LSM Danau Raya Indonesia Transparansi Musi Rawas Utara (Duritimurta), Debiansyah kepada Jurnalindependen.com, Senin (27/04/2015) kantor Pos Muara Rupit. “Banyak yang tidak mendapatkan kartu dana PSKS sehingga masyarakat […]

expand_less