Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Mau Terapkan ‘Dirty Vote,’ Caleg Terendus Curang Mau Beli Ribuan Suara

Mau Terapkan ‘Dirty Vote,’ Caleg Terendus Curang Mau Beli Ribuan Suara

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
  • visibility 83

MUSI RAWAS – Mau beli ribuan suara melalui penyelenggara, Caleg Dapil 8 DPRD Sumsel Terendus aktivis.

Sebagaimana diungkap Ketua Depicab Wira Karya Indonesia Mura, M Ikhwan Amir mengungkap ada indikasi penerapan film ‘Dirty Vote’ alias pemilu curang Dapil 8 DPRD Provinsi Sumsel.

Modusnya mau membeli suara oleh caleg tertentu melalui penyelenggara pemilu tertentu pula di daerah setempat. Tragisnya upaya perbuatan curang itu terindikasi dilakukan oleh oknum caleg yang juga politisi senior, militan dan agamis.

“Temuan langsung di lapangan ada indikasi mau merampok suara. Mau kong kalikong dengan penyelenggara pemilu tertentu dalam wilayah tersebut,” ujar Awang sapaan akrab M Ikhwan Amir eks aktivis kampus era reformasi, saat dihubungi, Jum’at (16/02/2024).

Awang yang juga Sekretaris Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Musi Rawas itu mengklaim, dia dan sejawatnya menemukan langsung ada upaya perbuatan curang mau beli suara dalam masa perhitungan hasil perolehan suara masing-masing caleg oleh panitia pemilihan.

“Di wilayah Musi, meliputi Kecamatan Muara Lakitan dan Kecamatan Muara Kelingi dan sekitarnya Kabupaten Musi Rawas.

Kami temukan dan terdeteksi ada upaya kotor oknum caleg mau beli 4000 (empat ribu) suara,” cetusnya.

Ketika ditanya apakah dapat dipertanggungjawabkan pernyataan tersebut. Awang menyatakan dirinya mengungkapkan indikasi yang ia peroleh langsung di lapangan.

Dalam kapasitas sebagai aktivis juga masyarakat peduli demokrasi yang jujur dan adil, Awang dan partner bergerak menyisir daerah pemilihan (Dapil) 8 Sumsel meliputi Kabupaten Musi Rawas (Mura), Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Di dapil ini ada 7 (tujuh) kursi dewan provinsi yang diperebutkan.

M. Ikhwan Amir yang berlatarbelakang aktivis dan jurnalis, cukup vokal dalam mengkritisi persoalan sosial, politik maupun hukum khususnya di wilayah Bumi Silampari (sebutan untuk tiga daerah: Mura, Lubuklinggau dan Muratara_red). Ia mengaku telah mengendus upaya praktik pemilu kotor dengan modus berupaya beli suara hasil pencoblosan 14 Februari 2024 lalu.

“Terendus indikasi. Kita mengendus dan mendapatkan informasi ada salah seorang politisi senior, yang mempunyai niat jahat. Informasi yang kami dapatkan di lapangan ada salah seorang  oknum caleg propinsi dari partai bernuansa agamis dan katanya intelek yang ditunjukkan gelar akademisnya strata 3. Tetapi akan bermain kotor untuk merampok suara rakyat. Kami minta oknum caleg itu jangan bermain api. Kami sebagai Pemuda Mura menginginkan iklim pemilu yang kondusif, aman dan damai. Sekaligus Kami mengutuk perbuatan amoral, orang seperti itu sebab merusak demokrasi kita dengan asas jurdil dan transparan,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Kritik Syarat Calon Kepala Daerah Pada Draft RUU Pemilu

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi II  DPR RI Guspardi Gaus mengkritisi draft atau konsep RUU Pemilu 2020 khususnya terkait dengan syarat pengajuan calon kepala daerah yang hanya dapat diusulkan oleh partai politik (Parpol) atau gabungan partai politik yang mempunyai paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi anggota DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah […]

  • Walikota Lubuklinggau Senam Perdana

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe dan Wakil Walikota, Sulaiman Kohar Senam Kesegaran Jasmani bersama di Lapangan Eks Kompi Taba Pingin, Jum’at(21/09). Walikota Lubuklinggau mengucapkan syukur atas kesempatan bisa kembali melaksanakan senam bersama yang dilaksanakan rutin setiap jum’at. Acara dilanjutkan dengan penanaman serai wangi bersama di Agro Techno Kodim 0406 MLM di Lapangan […]

  • Saksi Sebut Proyek Dimenangkan Zulfikar Tidak Ada Proses Lelang

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Salah seorang saksi kasus korupsi Bupati nonaktif Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian yang menjadi pejabat pembuat komitmen di Dinas Pendidikan setempat menyatakan pemerintah kabupaten tidak menyelenggarakan lelang untuk proyek yang dimenangkan perusahaan milik Zulfikar. Saksi yang menjabat sebagai Plt Kadis Pendidikan Banyuasin Sofyan Nurozi di ruang sidang Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis, […]

  • Miris…………Mahasiswi Gantung Diri

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dalam empat hari, sudah dua kali kejadian gantung diri di Palembang. Korban semuanya perempuan dan berstatus mahasiswi. Kali ini, korbannya Meli Susanti (18). Dia temukan tewas di kontrakannya di Jl Letnan Simanjuntak, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang,  Selasa (25/4) malam. Saat ditemukan, posisinya tergantung di jendela dengan leher terikat jilbab yang dililit seperti […]

  • MKD Periksa Menteri ESDM dalam Sidang Terbuka

    • calendar_month Rab, 2 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    JAKARTA — Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) membuat terobosan baru dengan menggelar sidang dugaan pelanggaran etik secara terbuka. Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pihak pengadu, dugaan pelanggaran kode etik oleh Ketua DPR adalah pihak pertama yang dimintai keterangannya. “Iya sidang MKD itu pada prinsipnya tertutup tetapi apabila persidangan meminta terbuka, bisa saja itu dilakukan. Prinsipnya kami mencermati […]

  • Serangan Virus Jembrana Mematikan di Musi Rawas

    • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MENGAMATI serangan virus mematikan ‘Jembrana’ yang menyerang ternak Sapi di Kabupaten Musi Rawas cukup signifikan, virus yang awalnya muncul di Jembrana Provinsi Bali telah menyebar ke berbagai daerah termasuk Kabupaten Musi Rawas. Berdasarkan informasi yang dihimpun sebelumnya bahwa Bupati Musi Rawas telah memperingatkan melalui surat edaran agar waspada terhadap virus ini, terutama daerah-daerah yang sudah […]

expand_less