Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Pemerintah Diminta Kebijakan Tegas Tentang Mudik Lebaran

Pemerintah Diminta Kebijakan Tegas Tentang Mudik Lebaran

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
  • visibility 72

SIDOARJO – | Anggota Komisi V DPR RI Sungkono mengatakan, memasuki bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri 2021, persiapan untuk mudik dan bersilaturahmi sudah menjadi tradisi. Untuk itu pemerintah didesak untuk segera melakukan langkah-langkah teknis, terlebih di saat pandemi Covid-19 masih berlanjut, pemerintah terkesan menarik ulur kebijakan terkait larangan mudik kepada masyarakat.

“Kementerian Perhubungan sempat membuat statement mudik Lebaran diperbolehkan, tapi hari ini ada kebijakan baru melarang mudik Lebaran. Ini kan masih belum final, masih wacana dan belum ada kepastian, tidak menutup kemungkinan juga akan berubah karena dinamika persoalan Covid-19 ini juga sangat cepat dan bisa juga pandemi menurun atau malah meningkat,” kata Sungkono di sela-sela agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (3/4/2021).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2021. Namun tak lama kemudian, pemerintah mengumumkan masyarakat dilarang mudik dari 6-17 Mei 2021. Kesan tarik-ulur dari pemerintah menimbulkan perdebatan dari sejumlah kalangan, ada yang setuju mudik ditiadakan mengingat Covid-19 masih mewabah, ada pula yang setuju mudik tetap diizinkan.

“Jika pemerintah sekarang ini telah membuat larangan mudik, namun pada sebulan mendatang justru angka kasusnya menurun, saya rasa pemerintah pasti juga akan melakukan kebijakan untuk mempermudah pulang mudik Lebaran karena tahun kemarin orang-orang tidak bisa mudik. Pasti masyarakat rindu untuk bisa pulang dan tradisi ini pasti ditempuh semua orang, mau nggak mau orang akan memilih untuk pulang dengan segala cara, termasuk dengan jalur darat,” ungkap Sungkono.

Apapun kebijakannya, politisi Fraksi PAN itu menilai, pemerintah seharusnya memberi  kesadaran kepada masyarakat agar menjaga kesehatan dan tradisi mudik Lebaran harus dipertimbangkan asas manfaat untung-ruginya. Pemerintah juga perlu memikirkan matang-matang sebelum mengeluarkan kebijakan terkait mudik, sehingga tidak terkesan seperti melakukan perubahan kebijakan secara mendadak. Meski dapat dipahami bahwa larangan mudik dilakukan sebagai upaya pemerintah berupaya menekan laju penyebaran Covid-19, namun masyarakat juga perlu diberi kejelasan.

“Jangan hari ini melarang, besok dibuka lagi, karena masyarakat juga harus diberi kesadaran untuk memilih mudik Lebaran, apakah urgent atau tidak, karena urusan ibadah kan bisa dilakukan dimana saja, kalau minta maaf dengan keluarga juga kan bisa dengan cara lain, dengan virtual dengan video call, bukan artinya mengurangi tradisi ritual silaturahmi, tetapi niatnya tidak bisa pulang karena adanya sesuatu hal itu benar-benar ada kesadaran dari masyarakat banyak,” imbau legislator dapil Jatim I itu.

Terkait kesiapan moda transportasi jelang mudik, Direktur Operasional Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose menyatakan bahwa seluruh bandara yang dikelolanya dipastikan siap untuk menghadapi lonjakan mobilisasi masyarakat yang akan menggunakan transportasi udara. Baik kesiapan dari sisi mandatory yang mencakup kemanan, keselamatan serta pelayanan, dan juga dari sisi penanganan penyebaran Covid-19 di bandara-bandara.

“Kami pastikan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di seluruh bandara, termasuk menyediakan layanan rapid test di seluruh bandara AP I untuk memudahkan pengguna jasa udara dalam melakukan penerbangan udara. Per 1 April 2020 juga ada layanan Genose test secara bertahap yang dimulai dari Bandara Juanda, Bandara YIA, dan menyusul selanjutnya di seluruh bandara AP I,” papar Wendo.

Akibat pandemi, trafik penerbangan dilaporkan mengalami penurunan drastis akibat dari pemberlakukan berbagai pembatasan sosial. Trafik penerbangan global juga diprediksi baru akan kembali pulih pada 2022-2023. Perbandingan trafik rentang Januari hingga Desember 2019-2020 mengalami penurunan. Dari sisi penerbangan baik domestik dan internasional menurun 47 persen dari 129,8 ribu penerbangan pada 2019 menjadi hanya 69,2 ribu pada 2020. 

“Sedangkan dari sisi penumpang yang paling parah penurunanannya mencapai minus 59 persen, dimana pada tahun 2019 jumlah penumpang tercatat hingga 16,6 juta menjadi hanya 6,8 juta penumpang pada tahun 2020. Terakhir dair sisi kargo, penurunan ya mencapai 26 persen dari total 88,4 juta kilogram kargo pada tahun 2019 menjadi 65,3 juta kilogram pada tahun lalu,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Pemerintah resmi telah mengeluarkan larangan mudik 2021 pada 6-17 Mei mendatang dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19. Kebijakan melarang mudik lebaran ini diambil sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada 23 Maret 2021. Menko PMK Muhadjir Effendy melarang semua kalangan (ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, maupun pekerja mandiri dan seluruh masyarakat) untuk mudik Lebaran, pada 6-17 Mei 2021. Adapun larang mudik Lebaran dilakukan untuk menekan meluasnya kasus Covid-19 yang mungkin terjadi setelah mudik. | – alw/sf — DPRRI

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laba Tumbuh Baik, Kementerian BUMN Apresiasi Kinerja BUMN Konstruksi

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Maret 2018 – Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi sukses bukukan kinerja positif sepanjang tahun 2017. Tiga BUMN Konstruksi tersebut adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Masing-masing membukukan laba Rp 4,20 triliun; Rp 517,06 miliar; dan Rp 1,36 triliun. Pertumbuhan […]

  • PT Pusri Lubuklinggau Akui Kelangkaan Pupuk Karena Belum Disalurkan

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Terkait mengenai kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, Staf Penjualan Pusri Kab/kota (PPK) Lubuklinggau, Nakuyama mengatakan tidak bisa disalurkan karena belum ada PerBup. “Kelangkaan pupuk karena belum keluar PerBub Musi Rawas. PerBup baru keluar kemarin berikut RDKK-nya, tanpa PerBup tersebut kami tidak bisa mengeluarkan pupuk, memang pupuk digudang banyak. […]

  • Wartawan Harus Jadi Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta agar para wartawan ikut andil dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta kondusifitas bangsa. Sebagai jurnalis yang berpihak kepada kepentingan publik, wartawan juga harus mampu mencerdaskan masyarakat melalui berita informasi yang disajikan. “Jangan hanya terjebak adigium bahwa bad news is good news, sehingga lebih sering mementingkan bombastis ketimbang […]

  • Protes PT CLBB tentang Perizinan di Musi Rawas

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – PT CLBB  Protes keras kepada oknum Kabid perizinan non perizinan DPMPTSP Kabupaten Musi Rawas, Mei Juanda atas perbuatan pembenaran sepihak penyegelan tanpa surat perintah gedung  administrasi Perusahaan Perkebunan PT CLBB, Rabu (08/10) di Desa Semangus lama Kecamatan Muara Lakitan. Pernyataan ini disampaikan Manager Estate PT. CLBB kepada wartawan. “Mereka tidak memikirkan Lebih dari 500 […]

  • Mother’s Day dalam peringatan hari Ibu Tidak sebatas Seremonial

    Mother’s Day dalam peringatan hari Ibu Tidak sebatas Seremonial

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 1.782
    • 0Komentar

    Mother’s Day seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan hanya perayaan simbolik dengan bunga dan ucapan manis. Ibu adalah sosok yang sering hadir dalam diam—mengorbankan waktu, tenaga, bahkan mimpi—demi memastikan anak-anaknya tumbuh dengan kasih sayang dan nilai-nilai kehidupan. Cara menghargai ibu tidak berhenti pada satu hari dalam setahun. Penghargaan sejati tercermin dari sikap sehari-hari: mendengar nasihatnya dengan […]

  • Disinyalir Langgar UU, PT DAM Tanam Sawit di Bantaran Sungai

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS — PT DAM yang menggarap perkebunan sawit di Desa Pangkalan Tarum, Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musirawas, Propinsi Sumatera Selatan diduga bermasalah. Pasalnya, sawit yang ditanam PT. DAM di pinggir bantaran Sungai Musi dan anak Sungai Musi disinyalir telah melanggar Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku. Yadi, warga Desa Pangkalan Tarum saat ditemui wartawan di kediamannya minggu […]

expand_less