Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Asumsi Pertumbuhan Ekonomi, Resiko dan Prospeknya

Asumsi Pertumbuhan Ekonomi, Resiko dan Prospeknya

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
  • visibility 60

JAKARTA – | Asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang ditargetkan pemerintah sebesar 5,3 persen ternyata telah mempertimbangkan faktor risiko dan prospek ekonomi masa depan. Pemerintah juga mengklaim telah memantau sejak awal tahun soal target pertumbuhan tersebut, baik dari sisi global maupun domestik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hal ini dalam pidatonya menanggapi pandangan fraksi-fraksi DPR RI atas RUU APBN 2020 beserta nota keuangannya pada Rapat Paripurna DPR, Selasa (27/8/2019). Menkeu menghargai semua masukan dan kritik konstruktif sebagai bahan berharga dalam membahas RAPBN 2020. Rapat Paripurna ini sendiri dipimpin langsung Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Sejalan dengan peningkatan ketidakpastian global dan meningkatnya perang dagang yang menyebabkan terjadinya risiko perlemahan ekonomi dunia, pemerintah akan terus mewaspadai perkembangan situasi tersebut dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Meskipun di tengah gejolak dan perlemahan perekonomian global, perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh stabil dan secara bertahap tetap menunjukkan tren peningkatan,” urai Menkeu.

Menurut Menkeu, realisasi pertumbuhan ekonomi sampai semester I 2019 yang mencapai 5,06 persen, menunjukkan kuatnya permintaan domestik dengan stabilnya konsumsi masyarakat, pemerintah, dan dukungan investasi domestik saat kinerja neraca perdagangan yang masih menghadapi tantangan.

Dijelaskan Menkeu, asumsi pertumbuhan 5,3 persen pada RAPBN 2020 itu memiliki risiko ke bawah yang makin meningkat. Untuk mencapai asumsi tersebut, lanjut Menkeu, diperlukan langkah-langkah radikal dan fundamental seluruh kementerian/lembaga juga Pemda untuk mendorong investasi dan menjaga konsumsi sebagai penyeimbang melemahnya kondisi eksternal.

Pemerataan pembangunan lima tahun terakhir, pembangunan infrastruktur, tol laut, reformasi pertanahan, dan lain-lain yang dilakukan pemerintah saat ini diharapkan menajdi pondasi kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan Panjang. Kinerja investasi akan mengambil peran penting dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Untuk itu, pemerintah telah berupaya menyelesaikan berbagai hambatan dan melakukan berbagai terobosan kebijakan yang tepat melalui perbaikan dan penyederhanaan regulasi untuk mempermudah usaha, promosi investasi, pendalaman sektor keuangan, dan peningkatan partisipasi swasta. Di samping itu pemerintah juga akan memberikan dukungan dalam bentuk insentif fiskal maupun non fiskal,” papar Menkeu lagi dalam pidatonya.

Namun, pemerintah sendiri bersama otoritas moneter dan jasa keuangan terus memantau sekaligus menyiapkan langkah antisipatif untuk merespon dinamika ketidakpastian perekonomian global yang dapat memengaruhi momentum pertumbuhan perekonomian nasional. | mh/es- –DPRRI

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lismaini, PPK Dinkes Muratara Kembali Diperiksa Penyidik Kejari Lubuklinggau

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Lismaini yang diketahui selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan belanja Alat Kesehatan (Alkes) dan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas Utara pada tahun 2017 itu, kembali dipanggil Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Rabu (3/07). Pejabat Dinkes yang telah beberapa kali dipanggil dan diperiksa oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Lubuklinggau itu, […]

  • Harga Emas Batangan ‘Turun’, Kamis 26 Agustus 2021

    • calendar_month Kam, 26 Agu 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Kamis (26/08/2021), di Pegadaian, Kembali ‘Turun’ baik cetakan UBS maupun Antam. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp497.000,- , turun Rp3.000,- dari harga kemarin. Sedangkan emas Antam ukuran terkecil ini tidak tersedia. Emas cetakan UBS ukuran 1 gram dijual Rp930.000,- turun […]

  • 20 Bumdes Bakal Terima Hibah Mobil Tahun Ini

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Tahun 2018 ini sudah diajukan 20 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bakal menerima hibah Mobil dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub) Kabupaten Musi Rawas, Adi Winata menyampaikan hal ini saat acara Ramah Tamah peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-47 di Kantornya, Senin (17/09). “Penyerahan bantuan hibah mobil kepada 13 […]

  • Inilah 682 Koperasi Terdaftar Badan Hukum di Pemkab Mura

    • calendar_month Kam, 6 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Koperasi di Kabupaten Musi Rawas (Mura) saat ini, yang badan hukumnya terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM setempat sebanyak 682, di 14 Kecamatan dan perkantoran Pemkab Mura. Dari 682 koperasi tadi terdiri dari 93 Koperasi Unit Desa (KUD), 35 Koperasi Pegawai Negeri atau KPN, 304 Koperasi Serba Usaha (KSU), 9 Koperasi Pondok […]

  • RUU KKS Jangan Hanya Legitimasi BSSN

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) tidak hanya untuk melegitimasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) saja, namun juga dijadikan payung hukum yang bisa mengintegrasikan seluruh lembaga yang melakukan kegiatan siber. Sehingga jelas wewenang dan tugas dari setiap lembaga dan instansi yang […]

  • MKD Mengaku Butuh Kesaksian Riza Chalid

    • calendar_month Ming, 13 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA — Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengaku butuh kesaksian dari pengusaha Muhammad Riza Chalid dalam perkara dugaan pelanggaran etika Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov). Sebab, dalam perkara Setnov ini, posisi Riza Chalid dinilai menjadi kunci.  Pengusaha ini dinilai ikut dalam pertemuan antara Setnov dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin. “Kalau Pak Riza […]

expand_less