Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Kartun Nabi Muhammad SAW Picu Kemarahan Umat Muslim Dunia?

Kartun Nabi Muhammad SAW Picu Kemarahan Umat Muslim Dunia?

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2015
  • visibility 117

DUBAI — Kartun Nabi Muhammad SAW yang dipublikasikan oleh majalah Charlie Hebdo memicu kecaman dari umat Islam. Kantor Charlie Hebdo bahkan mendapatkan serangan yang mengatasnamakan agama Islam. Kendati kartun tersebut dikecam umat Muslim, para pemimpin Arab dan umat Islam mengecam serangan tersebut.

Pusat pembelajaran agama Islam yang paling terkemuka, Al-Azhar, menyebutkan Islam tidak membenarkan tindakan kekerasan. Serangan terhadap Charlie Hebdo tersebut menewaskan 12 orang, termasuk kartunis yang menggambar Nabi Muhammad SAW.

Kartun tersebut memicu kontroversi dalam beberapa tahun belakangan. Pengkhotbah dari Irak, Ahmed Al-Kubaisi, mengatakan pada AFP bahwa Perancis adalah ibu kota kebebasan, tetapi tidak ada yang mengatakan penggambaran Nabi Muhammad SAW tersebut memalukan.

"Ini adalah nabi yang dihormati 2 miliar orang di dunia. Apakah orang yang mengolok-oloknya memiliki moral?" ujar Ahmed.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, Charlie Hebdo telah beberapa kali tidak menghormati Islam. "Kami menghormati agama mereka, mereka juga harus menghormati agama kami," ujarnya seperti yang dikutip dari Bernama.

Charlie Hebdo bukan media pertama yang mengkartunisasi Nabi Muhammad SAW. Majalah Denmark, Jyllands-Posten, pernah mempublikasikan 12 karikatur Muhammad pada 2005. Setelah itu, baru Charlie Hebdo dan beberapa media Eropa membuat kartu Nabi Muhammad SAW.

Salah satu kartunnya menggambarkan Nabi Muhammad yang sedang mengenakan turban berbentuk bom. Kemudian pada November 2011, kantor Charlie Hebdo menjadi sasaran bom karena merilis edisi "Charia Hebdo" (Hebdo Syariah) dengan karikatur Muhammad pada halaman depan.

Kurangnya Rasa Hormat

Professor Hubungan Internasional dari Universitas Qatar, Hassan Barari, mengatakan inti permasalahannya adalah kurangnya rasa hormat terhadap hak kebebasan berpendapat. Menurutnya, beberapa orang tidak mengerti arti dari kebebasan berpendapat yang dianut dunia Barat. Di sana, mereka dapat dengan mudah membuat film yang mengkritik Jesus.

Dosen Kajian Islam dari Universitas Toulouse di Perancis, Mathieu Guidere, mengatakan budaya toleransi dan menerima perbedaan pendapat hampir tidak terlihat di negara-negara Islam dan Arab. "Kita tak bisa menyangkal bahwa perasaan anti-Barat di wilayah ini berhubungan dengan kebijakan-kebijakan Barat. Ini berhubungan dengan penjajahan di masa lampau, kebijakan terhadap Israel dan dukungan terhadap diktator," ujarnya.

Larangan Kartunisasi

Mayoritas umat Muslim melarang kartunisasi para Nabi. Pemuka agama dari Irak, Kubaisi, mengatakan bahwa umat Muslim jangan sampai memperbolehkan siapapun menggambarkan Nabi Muhammad SAW. "Penggambaran Nabi Muhammad SAW dapat mempengaruhi statusnya di hati para pengikutnya. Tidak ada ayat dalam Alquran atau tradisi dari Nabi Muhammad yang melarang penggambaran dirinya. Pelarangan tersebut didasarkan atas rasa hormat terhadap Nabi," ujar Kubaisi.

Pelarangan juga berlaku untuk penggambaran Nabi Muhammad SAW dan nabi-nabi lainnya di film atau program televisi. Ketika sebuah trailer film anti-Muslim berjudul "Innocence of Muslims" beredar di Youtube pada 2012, protes muncul di beberapa negara. Empat orang, termasuk Duta Besar AS Chris Stevens, tewas di Libya ketika ekstrimis menyerang kantor-kantor yang berhubungan dengan AS pada 11 September 2012.

Beberapa waktu lalu, beberapa negara Muslim melarang penayangan film karya Ridley Scott yang berjudul Exodus: Gods and Kings yang menggambarkan Nabi Musa. "Penggambaran Nabi-Nabi Allah dapat memicu keraguan mengenai status mereka. Aktor yang memainkan peran mereka tidak akan dapat menyamai karakter para Nabi," ujar fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Fikih Islam di Mekkah. — Satya Festiani (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Kawasan Hutan Ditanam Sawit Tanpa Izin, Priscodesi : Tidak Ada Istilah 86

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Setidaknya ada 7 lokasi kawasan hutan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan diduga telah ditanami kelapa sawit dan tanpa mengantongi izin. Dari setiap lokasi tersebut semuanya diatas 100 ha dan dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan kelompok tani. demikian disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas, Priscodesi saat ditemui dikantornya, Komplek Agropolitan Centre […]

  • Bupati Optimis Desa Marga Sakti Akan Menjadi Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan (H2G) optimis perpustakaan Sumber Ilmu Desa Marga Sakti bisa menjadi Perpustakaan terbaik tingkat Nasional. Bupati menyampaikan dari total 74.947 Perpustakaan Desa yang ada di Indonesia, tahun 2019 ini Perpustakaan Desa Marga Sakti masuk 6 besar terbaik tingkat Nasional. Hal ini disampaikan Bupati saat mendampingi Kunjungan […]

  • PT. Wahana Agro Mulya Diduga Kangkangi Izin Menhut

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Muratara, Jurnal Independen.com — Keberadaan PT. Wahana Agro Mulya di desa Air Bening Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Propinsi Sumatra Selatan diduga kakangi izin MenHut , Seharusnya  Izin SK IUPHHK-HT No.SK/252/MenHut-II/2009  tanggal 06 Mei 2009  jenis usaha hutan tanaman, produksi kayu bulat kecil dengan luas lahan 6.290 Ha berada di lokasi Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi  Sumatra Selatan. Menurut Jais […]

  • Bendera dan Simbol Israel Seolah Tak Asing di Tolikara

    Bendera dan Simbol Israel Seolah Tak Asing di Tolikara

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    TOLIKARA — Bendera dan simbol Israel terlihat begitu tiba di Kabupaten Tolikara, Papua. Simbol Bintang David itu seolah tak asing bagi masyarakatnya. Pantauan wartawan, begitu tiba di Jayapura simbol itu terlihat dari sebuah pin yang dikenakan salah satu jamaah Gereja Injil Di Indonesia (GIDI), saat menyambangi kantor GIDI Jayapura. Selain di Jayapura, logo negara zionis […]

  • Bupati Mura Lantik 13 Pejabat Esselon III

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu, 31/01/2018, Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan melantik 13 Pejabat Eselon III di lingkungan Pemkab Musi Rawas. Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati yang diikuti oleh 6 orang pejabat Eselon IIIA dan 7 Pejabat Eselon IIIB dihadiri oleh FKPD, Kepala […]

  • PWI Sumsel Minta Pemkab Muratara Beri Kesempatan Wartawan Ikut UKW

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Muratara, Jurnalindependen.com  – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan, H Oktaf Riadi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara memberikan kesempatan kepada awak media dapat mengikuti Ujian Kompentensi Wartawan (UKW). Hal ini disampaikan Oktaf Riadi saat pelantikan Pengurus PWI Kabupaten Musirawas Utara  (Muratara) periode 2017 – 2019, di Muara Rupit, Rabu (24/05/2017) Oktaf Riady juga mengatakan, sebenarnya untuk […]

expand_less