Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Cabai Hasil Bioteknologi Balitbangtan untuk Petani Pacet

Cabai Hasil Bioteknologi Balitbangtan untuk Petani Pacet

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 21 Feb 2018
  • visibility 55

BADAN Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) terus menghasilkan berbagai teknologi, seperti varietas unggul, teknologi pengelolaan tanah dan air, teknologi budidaya, dan alat mesin pertanian.

Teknologi tersebut didiseminasikan secara massif. Bahkan untuk jagung hibrida, Balitbangtan telah mendapat dukungan DPR untuk masuk program pengembangan jagung nasional.

Banyak inovasi diseminasi yang telah dikembangkan. Karena itu tidak heran apabila tingkat adopsi teknologi Balitbangtan Kementan jauh lebih cepat dan luas dibanding beberapa tahun yang lalu. Hasilnya bisa dilihat dari perkembangan luas varietas unggul baru (VUB) padi dan jagung hibrida. Kesiapan logistik benih-benih unggul tahun ini dalam mendukung tahun perbenihan Kementan pun praktis banyak mengandalkan Balitbangtan.

Upaya sungguh-sungguh Balitbangtan juga dapat dilihat dari metode perakitan varietas unggul baru. Kini, Balitbangtan mulai menghasilkan varietas unggul menggunakan bioteknologi. Bioteknologi yang digunakan adalah bioteknologi in vitro (selular) dan marka molekuler yang aman. Teknologi yang menghasilkan produk rekayasa genetika (PRG) juga tetap digunakan, namun diprioritaskan untuk mengatasi beberapa permasalahan yang sulit diatasi dengan in vitro dan marka.

Perakitan varietas unggul dengan Bioteknologi mulai terlihat hasilnya. Balitbangtan kini sedang melepas varietas unggul cabai hasil bioteknologi in vitro yang aman hasil kolaborasi dua unit pelaksana teknis (UPT)-nya, yaitu BB Biogen dan Balitsa. Calon varietas tersebut telah menjalani uji tahap akhir dan perbanyakan benih sejak tahun lalu di Kabupaten Cianjur, Bandung Barat, dan Garut.

Saat ini, pertanaman dapat dilihat di lahan kebun percobaan (KP) Pacet dan lahan petani di Pacet, Kabupaten Cianjur. Cabai hasil bioteknologi tersebut diusulkan diberi nama Carvi Agrihorti.

Menurut pemulia cabai Dr Ifa Manzila, cabai Carvi Agrihorti merupakan calon varietas unggul baru yang dirakit dengan Bioteknologi selular, memiliki sifat tahan terhadap serangan virus belang cabai, dan adaptif di dataran tinggi. Selain itu, potensi hasil cabai yang siap panen pada umur 95 hari ini cukup tinggi, yakni mencapai 23 ton per hektare.

Tata, petani lokal yang telah menanam cabai tersebut, mengaku puas dan menyukai varietas cabai tersebut. Alasannya, cabai yang telah ditanamnya memiliki banyak keunggulan.

Kepala BB Biogen, Mastur, berharap, cabai tersebut segera dapat dilepas dan diperbanyak benihnya. Demikian halnya upaya diseminasi, seperti gelar teknologi, perlu dilaksanakan segera agar hasil para pemulia dapat segera diadopsi para petani. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Alex Noerdin Ajak Masyarakat Sukseskan Porprov X

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (PorProv) Sumatera Selatan (Sumsel) Ke-X di kawasan Sport Center Petanang Kota lubuklinggau (24/5) berlangsung sukses. Hadir dalam acara tersebut gubernur Sumsel H. Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen. Pol Prof. Dr Iza Fadri, SIK, SH, MH , Pangdam II Sriwijaya Mayjen. TNI Iskandar M Sahil, SE, Mudai Maddang, Ketua […]

  • Forum K2 Minta Walikota Tunda Penerimaan CPNS

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Walikota Lubuklinggau H SN Prapa Putra Sohe didampingi Sekda Kota Lubuklinggau H Rahman Sani dan Sekretaris BKPSDM Abdullah Rizal audiensi bersama 173 Honorer K2 Kota Lubuklinggau di Op Room Moneng Sepati, Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Lubuklinggau. Pihak Forum K2 meminta kepada Walikota agar menunda penerimaan CPNS di Kota Lubuklinggau. Dan mereka meminta juga […]

  • Baru Dikerjakan Sudah Rusak, Diduga Proyek Jalan Desa Tidak Standar

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS — Proyek Pembangunan Jalan Desa G2 Dwijaya, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musirawas, baru saja selesai dikerjakan sudah banyak yang hancur, padahal proyek tersebut baru selesai dikerjakan. Patut diduga, pelaksanaan proyek tersebut tidak mengacu ke standar PU, itu terlihat dari fisik dilapangan sudah banyak yang retak-retak sehingga menimbulkan garis panjang, mengelupas-lupas sehingga koral telihat dipermukaan, bahkan […]

  • Permudah Akses Wilayah, Tapem Indetifikasi Toponim Dua Kecamatan

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Guna mempermudah akses informasi wilayah, dua Kecamatan Tugumulyo dan Purwodadi dilakukan Idetifikasi titik koordinat rupa bumi atau lebih dikenal toponim. Dipilihnya lebih dulu dua kecamatan ini dengan pertimbangan paling banyak unsur bumi baik alami maupun buatan jalan dan sungai. Demikian disampaikan Kasubbag Administrasi Kewilayahan Bagian Tapem Setd Mura, Bambang Irawan ketika […]

  • Kejam, Buruh di Musi Rawas Siksa Setubui Istri Tetangga

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Petugas unit reskrim Polsek Muara Kelingi, berhasil meringkus Rudi Hartono (38) seorang buruh warga RT 04 Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas (Mura) diduga dengan kejamnya menyiksa sekaligus menyetubuhi wanita Istri Tetangganya sendiri. Pelaku ditangkap, tengah berada dikediaman usai satu pekan kejadian, Selasa (23/7) malam sekitar pukul 21.30 Wib. […]

  • Revisi UU Narkotika Jadi Prioritas

    • calendar_month Kam, 22 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    ANGGOTA Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil menilai pemerintah harus memprioritaskan pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Narkotika dan Psikotoprika. Maraknya ancaman narkoba salah  satunya munculnya jenis-janis narkotika yang baru sudah menjadi ancaman bangsa dan negara dan sudah sepatutnya perlu adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur. “Selain itu juga kita temukan bahwa zat-zat psikotoprika ternyata ada yang […]

expand_less