Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Ambil Langkah Strategis, Pemkab Mura gandeng ‘LAMA I’ Atasi Perubahan Iklim

Ambil Langkah Strategis, Pemkab Mura gandeng ‘LAMA I’ Atasi Perubahan Iklim

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2015
  • visibility 132
Bupati Ridwan Mukti menyampaikan kata sambutan.

Bupati Ridwan Mukti menyampaikan kata sambutan.

Suasana acara konsultasi publik

Suasana acara konsultasi publik

* MOU dengan ‘LAMA I’, Pemkab Mura Komitmen Turunkan Gas Emisi Rumah Kaca

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Guna mewujudkan Sinergi dan Integrasi antara Mitigasi perubahan iklim dan Rencana Pembangunan Daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) lakukan MOU dengan Locally Appropriate In Indonesia (LAMA – I), Senin (06/05/2015) di Hotel Hakmaz Taba, Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel).

Penandatanganan kerja sama (MOU) tersebut merupakan sebuah bentuk komitmen antara Pemkab Mura dengan Program LAMA-I, untuk menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca di kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumsel.

Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti menyampaikan bahwa Pemkab Mura telah mengambil langkah yang cukup strategis dengan membentuk tim koordinasi pelaksanaan Program Kerja (Pokja) Reducing Emissions From Deforestation And Forest Degradations (REDD+), sebagai salah satu bentuk upaya untuk mengatasi perubahan iklim.

“Fungsi Pokja REDD+ ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam upaya penurunan emisi dengan jalan melakukan pencegahan deforestasi dan degradasi hutan supaya 45 persen luas wilayah dapat diselamatkan dan tetap konsisten dalam implementasi pembangunan berkelanjutan yang mengacu pada RPJM dan RPJMD”, jelas Ridwan Mukti.

Arahan aksi mitigasi, tambah Ridwan Mukti, ditujukan untuk mempertahankan tutupan hutan pada elevasi tinggi sepanjang bukit barisan seperti  kawasan hutan dalam dan sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dan melakukan perlindungan terhadap kawasan hutan lindung, serta rehabilitasi lahan kritis dan pengelolaan tata guna lahan berkelanjutan pada kawasan hutan, perkebunan dan areal pertambangan.

Sementara itu, Indonesia Country Coordinator (ICRAF), Sonya Dewi mengungkapkan  bahwa program LAMA – I ini berlangsung di dua provinsi yaitu Provinsi Sumsel Papua. Di Provinsi Sumsel  dilaksanakan  di tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Mura, Kabupaten Muba (Musi Banyuasin), dan Kabupaten Banyuasin. Sedangkan di Provinsi Papua di laksanakan ditiga Kabupaten yaitu Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, dan kabupaten Merauke.

“Kabupaten Mura dapat menjadi contoh dan di angkat di tingkat Provinsi, dan Nasional bahkan Internasional, ditinjau dari Aspek hidro ekologis, Kabupaten Mura sangat berpotensi dalam implementasi aksi mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca dalam proses pembangunannya.

Aksi mitigasi ini memiliki manfaat selain peningkatan Karbon, yaitu manfaat keberlanjutan Jasa Lingkungan bagi masyarakat lokal, seperti mempertahankan Daerah Aliran Sungai (DAS), mempertahankan keanekaragaman hayati, mencegah terjadinya banjir dan longsor,” papar Sonya Dewi.

Pada konsultasi public bertemakan “Membangun Strategi tata guna lahan untuk mendukung pembangunan rendah emisi di kabupaten Musi  Rawas” tersebut juga dihadiri dari SKPD tingkat Provinsi Sumatera Selatan diantaranya, BAPPEDA, Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup. Selain itu Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel, Universitas Musi Rawas, dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kabupaten Mura.

Dalam melakukan 17 aksi mitigasi tersebut Pokja REDD+ bekerja sama dengan LAMA – I) yang didukung langsung  oleh Danish International Development Agency (DANIDA) diinisiai oleh World Agroforestry Center (ICRAAF) bekerja sama dengan Deutsche Geselischaft For Internationale Zummenarbeit (GIZ), Center For Climate Risk and Opportunity Management In Southeast Asia and Pacific, Bogor Agriculture University (CCROM – IPB). (Advetorial – Perri)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Rekayasa OTT Target Tumbangkan Bupati Muratara

    • calendar_month Sab, 28 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dugaan rekayasa OTT di Kabupaten Musi Rawas Utara mulai terkuak dan terang benderang. Hal ini diketahui setelah tim pengacara terdakwa Ardiyansyah, Ilham Fatahillah Cs membacakan transkrip rekaman berisikan percakapan antara SC sebagai eksekutor, oknum pejabat eksekutif Muratara DS dan pejabat legislatif EF, yang diduga dalang dalam kasus dugaan rekayasa OTT ini. Percakapan dalam […]

  • PT Kereta Api Buka Rekrutmen, Formasi Hingga Tamat SMA

    • calendar_month Sab, 18 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang membuka rekrutmen untuk berbagai formasi. Masyarakat yang ingin melamar dapat melakukan pendaftaran mulai 18 s.d 24 September 2021. “KAI memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung bersama KAI melalui rekrutmen ini,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus. Joni menjelaskan, formasi yang dibutuhkan pada rekrutmen ini […]

  • Sistem Transparansi untuk Kepala Daerah

    • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    JERAT hukum laksana menanti satu per satu kepala daerah manakala Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin detail dan teliti menelisik kasus dugaan rasuah di daerah. Pemerintahan yang bersih memang menjadi impian Jokowi sehingga pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih marak dilakukan. Operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan para gubernur dan kepala daerah di bawahnya pun makin kerap […]

  • PT Pusri Lubuklinggau Akui Kelangkaan Pupuk Karena Belum Disalurkan

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Terkait mengenai kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, Staf Penjualan Pusri Kab/kota (PPK) Lubuklinggau, Nakuyama mengatakan tidak bisa disalurkan karena belum ada PerBup. “Kelangkaan pupuk karena belum keluar PerBub Musi Rawas. PerBup baru keluar kemarin berikut RDKK-nya, tanpa PerBup tersebut kami tidak bisa mengeluarkan pupuk, memang pupuk digudang banyak. […]

  • 500 SRM Penghasilan Rendah Segera Disambung

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Untuk mengoptimalkan pemenuhan suplay air bersih warga Kabupaten Musi Rawas (Mura), BLUD SPAM Mura akan merealisasikan pemasangan 500 sabungan rumah mura (SRM) sasaran pelanggan air bersih berpenghasilan rendah. Kepastian itu disampaikan, Kepala BLUD SPAM Mura Agus Hilman ketika dibincangi sejumlah wartawan diruang kerjanya. Jum’at (12/7) siang. Dikatannya, semua sudah sesuai wacana […]

  • Evaluasi Kinerja dan Kebijakan APBD Prov. Sumatera Selatan

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Catatan Akhir Tahun 2014 Kajian/Analisis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) – Sumsel. Oleh : Nunik Hadayani (Koord. Sumsel)   Sebagaimana telah diatur dalam konstitusi kita pada UUD 1945 terutama pada pasal 23 ayat 1 yang berbunyi Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan […]

expand_less