Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » SMP N 13 Dinilai Abaikan Transparansi BOS

SMP N 13 Dinilai Abaikan Transparansi BOS

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 25 Jan 2015
  • visibility 145

LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Kepala Sekolah (Kepsek) Negeri 13 Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, Nila Elmiaty merasa tidak perlu untuk mengumumkan atau menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah kepada orang tua peserta didik.

"Dalam pertemuan ini bukan tempatnya saya untuk menyampaikan informasi mengenai dana BOS, karena kami sudah ada laporan dan Inspektorat yang berhak memeriksanya," ungkap Nila Elmiaty di depan rapat Komite, orang tua peserta didik SMP N 13 LLG, Sabtu (24/01/2015) di aula pertemuan sekolah tersebut.

Nila Elmiaty meyakinkan bahwa Bendahara dan beberapa guru yang mengelola dana BOS adalah profesional semua dan berpendidikan S2, tidak mungkin akan menyalah gunakan anggaran tersebut. "Yakinlah bahwa penggunaan dan pengelolaan dana BOS sesuai dengan ketentuan yang ada. Jadi tidak usah dibahas karena kami pengelola BOS sudah paham mengenai juknis maupun juklak BOS tersebut, justru saya terus memperjuangkan agar sekolah ini dapat lebih maju baik mutu pendidikan maupun sarana dan prasarananya," kata mantan Kepsek SMP N 2 ini.

Berdasarkan pantauan wartawan, bahwa transparansi penggunaan dan pengelolaan dana BOS di SMP N 13 ini tidak terlihat. Misalnya spanduk terkait kebijakan pendidikan bebas pungutan (contoh di lampiran Juknis BOS, Formulir BOS – 05) tidak ada atau tidak dipasang disekolah ditempat yang mudah dilihat semua orang.

Kemudian besarnya dana BOS yang diterima dan dikelola sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (contoh di lampiran Juknis BOS, Formulir BOS – 03) yang ditanda tangani Kepsek, Bendahara dan Ketua Komite, tidak ditempel dipapan pengumuman sekolah yang dapat dilihat semua orang di sekolah.

Selanjutnya, laporan penggunaan dana BOS tidak ditempel pada papan pengumuman sekolah yang dapat dibaca pengunjung sekolah (contoh di lampiran Juknis BOS, Formulir BOS – 04). Padahal jelas dalam Juknis BOS 2015 maupun tahun-tahun sebelumnya, ketiga hal tersebut diatas mesti ditempel dan mudah dilihat atau dibaca semua orang, karena itu merupakan tugas dan tanggung jawab Tim Manajemen BOS Sekolah. Tim itu sendiri terdiri dari Kepsek sebagai penanggung jawab, Bendahara BOS sekolah dan satu orang dari unsur orang tua siswa diluar komite sekolah.

Demikian juga Tata Tertib yang harus diikuti Tim Manajemen BOS Sekolah, dalam setiap semester mesti menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua siswa peserta didik pada saat menerima raport. Namun hal itu tidak pernah dilakukan. 

Ketua Perkumpulan Pemantau Dana Negara RI (PDNRI), Ahmad Rudi ketika dihubungi di Palembang, kemarin mengatakan bahwa memang begitulah watak penyelenggara negara/daerah, mereka tidak mau transparan karena tidak mau diusik tentang anggaran, walaupun ada aturan harus transparan.

"Itulah watak penyelenggara negara/daerah, bukan hanya sekolah di Kota Lubuklinggau saja, di Palembang juga begitu. Sangat sedikit sekali sekolah yang mau transparan mengenai pengelolaan dana BOS. Pihak Dinas Pendidikan juga saya anggap lemah dalam pengawasan mengenai transparansi ini, kendati ada pengawas sekolah, karena memang tidak ada penekanan terhadap transparansi ke masyarakat.

Mereka terkadang menganggap transparansi tersebut cukup ke komite sekolah dan merasa telah diperiksa oleh pemeriksa keuangan," kata Ahmad Rudi.

Ini jelas melanggar Juknis BOS, tambah rudi. Diduga jika pihak sekolah tidak transparan pasti ada kecurangan dalam penggunaan dana. "Bisa saja diduga ada kecurangan jika tidak transparan. Transparan itu harus karena sudah diatur oleh Juknis bahkan ada peraturan perundang-undangannya," tutupnya. (s*s)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Talud Tegal Rejo Tidak Jelas, Tak Sesuai Fakta

    Pembangunan Talud Tegal Rejo Tidak Jelas, Tak Sesuai Fakta

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pembangunan talud di dusun 2 dan dusun 3 Desa D Tegal Rejo, Kecamatan Tugumulyo mengundang tanda tanya publik. Namun, ironisnya prasasti pembangunan tersebut menyebutkan talud bernilai Rp 186.710.000 dari Alokasi Bantuan tahun 2023. Fakta lapangan mengungkapkan pembangunan yang sebenarnya adalah Irigasi untuk pengaliran air. Kejanggalan muncul terutama terkait mekanisme perencanaan proyek ini. […]

  • RAPBN-P Tiga Kementerian dan BMKG Disahkan DPR

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    JAKARTA — Komisi V DPR RI mengesahkan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RABN-P) tiga kementerian dan satu lembaga pemerintah nonkementerian, pada Kamis (12/2). Tiga kementerian yang RAPBN-P disahkan adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera), Kementerian Perhubungan serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sementara satu lembaga nonkementerian adalah Badan Meteorologi […]

  • 47 Ribu Media Online Jangan Terjebak Kepentingan

    • calendar_month Kam, 15 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MUBA, Jurnalindependen.co.id – Tidak kurang 47 ribu media online telah terbit di Indonesia, sehingga begitu banyak bertebaran informasi didunia maya. Hal tersebut terkadang dapat membingungkan masyarakat mengenai informasi seperti apa yang benar-benar dibutuhkan apalagi dengan berita hoax dapat memberikan kepahaman yang salah kepada masyarakat. Ketua Bidang Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Atal S Depari mengingatkan […]

  • Bupati H2G Tinjau Penyaluran BPNT dan Pasang Stiker di Rumah KPM Tuah Negeri

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Bupati Musi H Hendra Gunawan (H2G) meninjau langsung proses penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berlangsung di gedung serba guna kantor Kecamatan Tuah Negeri, Rabu (10/7). Selain meninjau penyaluran bantuan, bupati menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara simbolis kepada penerima bantuan. Kemudian didampingi Kadis Sosial Agus Susanto, Camat Tuah Negeri Cristiandi, […]

  • Bupati Lahat Bursah Zarnubi Serahkan Bantuan Alsintan  dari Kementan RI 5 Unit Traktor Roda 2

    Bupati Lahat Bursah Zarnubi Serahkan Bantuan Alsintan dari Kementan RI 5 Unit Traktor Roda 2

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle investigasi
    • visibility 527
    • 0Komentar

    LAHAT – Bupati Lahat Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati, Widia Ningsih. SH. MH menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Enam Kecamatan di Kabupaten Lahat. Penyerahan bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa 5 unit traktor roda 2 dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional. Jum’at ( 22/05/2026 ). Penyerahan Alsintan […]

  • Tersangka Lima Kasus Digelandang di Mapolres Mura

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    *Kasus Pembunuhan Tahun 2008 Barang bukti (bb) turut diamankan dari tersangka   MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com — Satuan Narkoba dan Reskrime Polres Mura berhasill menangkap pengedar narkoba sekaligus  pelaku pembunuhan 2008 lalu. Tersangka  M Dani  (47) warga  SP  1 Desa Pelita Jaya blok B Kecamatan  Muara  Lakitan Kabupaten  Mura ditangkap bersama dengan istrinya Asmeri (40) warga yang […]

expand_less