Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » SE Kapolri Ingatkan Publik Soal Kebebasan dan Tanggung Jawab

SE Kapolri Ingatkan Publik Soal Kebebasan dan Tanggung Jawab

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 7 Nov 2015
  • visibility 99

MAGELANG — Budayawan Romo Mudji Sutrisno menilai Surat Edaran Kapolri Nomor SE/06/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian untuk mengingatkan masyarakat menyangkut pentingnya menggunakan kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat yang harus secara bertanggung jawab.

“Kita ambil sebagai sikap mengingatkan, bahwa kita kalau omong jangan asal ‘ngablak’ (asal bicara, red), harus bertanggung jawab menggunakan kebebasan. Itu sebenarnya sudah menjadi kesadaran bersama,” katanya di Magelang, Sabtu (7/11).

Mudji yang pengajar filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta tersebut, mengatakan hal itu usai jumpa pers terkait rencana penyelenggaraan Borobudur Writers and Cultural Festival di Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tanggal 12-14 November 2015.

Ia mengemukakan suasana kebebasan sebagai hasil reformasi harus ditempatkan secara tepat dengan saling menghargai antara satu dengan yang lain.

Kebiasaan secara leluasa saling menghina dan merendahkan orang lain, katanya, harus dihapuskan.

“Saya sekarang malah kampanye lebih jauh dari itu. Ini kan ada nada-nada setelah reformasi ini, dengan mudah sekali kita kehilangan sikap menghargai. Apa yang dikerjakan teman atau yang lain untuk semakin baiknya Indonesia dan kesejahteraan, itu kan selalu ‘dielek-elek’ (dijelek-jelekkan, red.), direndahkan,” katanya.

Semestinya, katanya, semangat saling menolong terus dikembangkan, sedangkan pihak yang tidak bisa menolong, supaya tidak menganggu.

“Sebenarnya kalau mau dipraktikkan sekarang ini, tolong kalau anda tidak bisa membantu, paling tidak jangan ‘ngrusui’ (mengganggu, red.), jangan mengganggu,” kata Romo Mudji yang juga salah satu kurator BWCF 2015 dengan tema “Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara” itu.

Ia menyebut keluarnya surat edaran kapolri tersebut sebagai hal yang wajar, supaya setiap orang berbicara secara bertanggung jawab.

Hal yang tepat pula, katanya, kapolri mengeluarkan surat edaran seperti itu, karena sebagai langkah untuk mengingatkan masyarakat. Kapolri tidak memiliki wewenang untuk membuat undang-undang karena pembuat undang-undang adalah lembaga legislatif.

“Dalam krisis kepercayaan yang sedang kita hadapi bersama ini, itu paling tidak jangan mengganggu kalau tidak bisa membantu,” katanya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog Diminta Perbaiki Kualitas Beras Rastra

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi IV DPR RI Muslim mendorong Perum Bulog memperbaiki kualitas beras untuk rakyat sejahtera (rastra) yang didistribusikan kepada masyarakat. Menurutnya, beras rastra yang beredar di masyarakat bermutu rendah. Ia juga mempertanyakan mekanisme distribusi beras rastra yang disalurkan ke masyarakat. “Darimana barangnya ini mungkin bisa dijelaskan, karena rata-rata berasnya itu berkutu dan […]

  • Tuai Masalah, Beredar Situs NIK dan KK Gratis Untuk Registrasi Sim Card

    • calendar_month Sel, 6 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    PROGRAM registrasi kartu SIM prabayar menggunakan NIK dan KK hingga kini masih menuai masalah. Selain banyaknya keluhan tidak bisa melakukan registrasi, kini munculan situs web berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) gratis. Situs web tersebut diklaim berisi NIK dan KK yang bisa digunakan untuk registrasi kartu SIM prabayar. Seperti diketahui, pelanggan harus […]

  • Kapolres Terjunkan Anggota Imbau Masyarakat Waspada Paham Radikalisme

    • calendar_month Kam, 12 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS- Saat ini bahaya radikalisme dan terorisme di Indonesia sudah semakin tampak. Meskipun Indonesia terletak jauh dari Timur Tengah, namun negara ini sudah sering mengalami serangkaian aksi radikalisme dan terorisme yang menewaskan lebih dari ratusan orang. Sebut saja peristiwa yang bisa dikatakan belum lama terjadi, Tragedi Bom Panci dan Bom Kampung Melayu pada 2017 lalu. […]

  • Mari Jaga Stabilitas Keamanan Jelang Pilkada & Pilpres

    • calendar_month Sab, 7 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengimbau semua pihak tidak menciptakan kegaduhan menjelang Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019. Stabilitas keamanan maupun stabilitas sosial politik harus terjaga dengan baik, agar penyelenggaraan pesta demokrasi tidak ternodai dengan kericuhan maupun konflik horizontal. “Kondusifitas bangsa sangat penting. Jangan sampai pesta demokrasi dinodai oleh kerusuhan dan perpecahan […]

  • Alasan Efisiensi Anggaran, Proyek GCC Mura Terbengkalai

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS — Sudah 4 (empat) tahun anggaran berjalan, namun pembangunan Gedung Conventions Center Guru (GCC) di Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan, belum selesai dikerjakan. Pantauan di lokasi, pembangunan gedung yang dianggarkan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut yaitu tahun 2011, 2012 dan 2013, senilai hampir 9 (sembilan) milliar hanya […]

  • Titik Temu Regulasi Pers & Desa

    • calendar_month Kam, 15 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    MUBA, Jurnalindependen.co.id – Peran Pers dapat optimal dalam menunjang dan sinergi terhadap desa dan pembangunan yang ada di desa. Regulasi telah mengatur titik temu sinergitas antara Pers dan desa tersebut. Demikian menurut Ketua Bidang Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Atal S Depari pada Seminar Sehari yang di selenggarakan PWI Muba dengan tema Peran Pers di […]

expand_less