Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Muncul #indonesiaterserah Karena Pemerintah Plin Plan PSBB

Muncul #indonesiaterserah Karena Pemerintah Plin Plan PSBB

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 21 Mei 2020
  • visibility 125

JAKARTA – | Ramainya video dan tagar ‘Indonesia Terserah’ yang menyindir aktivitas masyarakat yang nekat berkerumun di sejumlah tempat mendapat tanggapan dari Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. Netty menilai lahirnya tagar ini karena kebijakan plin-plan dari Pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, masyarakat sudah berfikir cuai atau masa bodoh dengan adanya pandemi virus Corona (Covid-19).

“Kenapa saya bilang plin-plan? Dulu waktu PSBB, aturannya layanan Bandara Soekarno-Hatta ditutup, bus keluar-masuk Jakarta tidak boleh, dan orang bekerja di luar dibatasi. Tapi sekarang justru oleh Pemerintah dibolehkan meski ada persyaratan. Jadi masyarakat bingung, yang benar yang mana, karena plin-plannya Pemerintah soal aturan PSBB,” kritik Netty dalam rilis yang diterima Parlementaria, Selasa (19/5/2020).

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, banyak masyarakat yang berkerumun di berbagai tempat seperti di mall, restoran cepat saji Sarinah, terminal, Bandara Soekarno-Hatta dan tempat publik lainnya. Hal itu dinilai Netty karena kebijakan Pemerintah yang membolehkan masyarakat melakukan perjalanan keluar kota dengan beberapa syarat. Namun menurut Netty, syarat-syarat itu mudah dimanipulasi.

“Syarat-syarat seperti surat untuk melakukan pekerjaan dan menjenguk keluarga yang sakit keras itu mudah dimanipulasi, ini terbukti dengan mengularnya antrean penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Lihat saja, orang-orang bisa datang bersamaan waktu begitu kalau memang untuk keperluan kerja?” ungkap Netty.

Menurutnya, sikap tidak tegas Pemerintah Pusat juga mulai diikuti Pemerintah Daerah. Kota Bekasi misalnya, mulai merancang wilayah zona hijau dimana mesjid dibolehkan menyelenggarakan shalat Idul Fitri. Kebijakan ini tentu tidak mampu melarang masyarakat dari zona merah untuk berbondong-bondong mendatangi mesjid di zona hijau. Masyarakat memang sudah rindu dengan mesjid. Ia menilai, dengan banyaknya warga yang berkerumun,  dan pergi ke keluar kota, sekarang justru kemunduran sepuluh langkah menangani Covid-19.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini mengingat kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. “Saya berharap Pemerintah punya solusi, karena sudah berapa ribu orang yang lolos mudik akibat aturan yang plin-plan itu. Jika ini tidak segera diatasi, maka tidak menutup kemungkinan ada gelombang-gelombang serangan Covid-19 lainnya yang akan kita hadapi,” kata Netty.

“Saya makin prihatin jika tagar ‘Indonesia Terserah’ ini juga menjadi sikap para tenaga kesehatan. Jika mereka tidak lagi mau menangani pasien akibat kecewa karena anjuran diam di rumah  tidak mendapat dukungan kebijakan yang kuat, apa yang akan terjadi? Mereka sudah berjibaku berada di garis depan dengan mengorbankan diri mereka, tapi Pemerintah plin plan, akhirnya masyarakat pun bersikap tidak peduli. Wajar kalau mereka menyerah,” ujar  politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini.

Menurut Anggota Banggar DPR RI itu, jika banyak orang yang sakit, kapasitas fasilitas kesehatan yang dimiliki Indonesia tidak akan mampu menampung semuanya. “Jumlah dokter kita tidak lebih dari 200 ribu, di mana dokter paru hanya 1.976 orang, jadi satu dokter paru harus melayani 245 ribu orang. Mereka tidak akan mampu melayani” ujar legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII itu.

Netty meminta pada masyarakat agar kembali mendisiplinkan diri, tinggal di rumah dan jaga jarak fisik. “Saya mengerti, masyarakat pasti merasa lelah dan berat dengan segala situasi pembatasan ini. Sulit keluar, sulit bertemu, sulit juga keuangan. Apalagi jelang hari raya yang biasanya justru menjadi puncak silaturahim. Tapi tidak ada cara lain kecuali bersabar guna memastikan mata rantai penyebaran Covid-19 sudah habis terputus. Indonesia harus menang lawan Covid-19,  Indonesia jangan terserah,” tutup Netty. | rnm/sf — DPRRI

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Mura Gelar Tes PPS Tertulis

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Rawas (Mura), melakukan penjaringan Panitia Pemilihan Suara (PPS) dengan tahap tes tertulis. “Tes tertulis, melalui 2 tahap yakni pagi dan siang. Yang ikut tes tertulis setelah lulus tahapan adminitrasi,” kata Komisioner KPUD Musi Rawas Syarifudin kepada wartawan, Rabu (04/03). Dalam satu desa ada tiga orang anggota […]

  • Petunjuk Polda Sumsel Tentang ANEV PPKM Diperketat, Via Virtual

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Polda Sumsel melakukan Analisis dan Evaluasi (Anev) dan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) se-Sumsel. Anev dilakukan via virtual, diikuti Kapolres Musi Rawas (Mura) AKBP Efrannedy dan jajarannya, Asisten I Heriyanto dan jajaran OPD Mura, Kodim 0406 di gedung Pesat Gatra Polres Mura, Senin (19/07/2021). Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof Eko […]

  • Memprihatinkan, Fasilitas SMPN Taba Renah Minim & Banyak Rusak

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com -Fasilitas pendidikan di SMP Negeri Taba Renah Kecamatan Selangit sangat minim dan memprihatinkan. Dimana kondisi ruang kelas dan meja kursi sudah banyak yang tidak layak pakai. Hal ini terungkap saat Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) mengunjungi sekolah tersebut. Ketua L-KPK Cabang Musi Rawas, Ali Mu’ap mengungkapkan, Selasa (27/02) bahwa sangat miris melihat sekolah […]

  • PDNRI Laporkan Dugaan Gratifikasi PSB PLN dan Dana Hibah Kube Makmur Jaya

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Palembang, Jurnalindependen.com,- Sehubungan dengan press rellease PDNRI mengenai Lapdu gratifikasi pasang baru PLN S2JB dan Lapdu pengelapan dana hibah Jamu gendong dan Sol sepatu “Makmur Jaya” (12/01/2015) ke Polda Sumsel yang di limpahkan ke Krimsus kemudian di alihkan ke Tipikor Polda yang lalu dikirim ke tipikor Polresta Palembang (B 145 tanggal 10/02/2015) maka Kami menanyakan […]

  • Tim Bola Voli Putri Jaya Musi Rawas Lolos 8 Besar Kerjunas Livoli Divisi 1

    • calendar_month Kam, 15 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Kabar Gembira muncul dari Tim Bola Voli Putri Jaya Musi Rawas Kabupaten Musi Rawas karena tim yang dimanageri Yudi Fachriansyah ini dipastikan masuk ke 8 besar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Livoli Divisi 1 Tahun 2018. Suksesnya tim Jaya Kabupaten Musi Rawas yang tergabung di pool S bersama dengan tim Kharisma Bandung, Optima Tangerang […]

  • Bupati Minta Pejabat Baru Tunjukan Loyalitas dan Dedikasi

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud mengimbau seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dilantik untuk menunjukkan loyalitas dan dedikasinya untuk memajukan Kabupaten Musi Rawas serta meningkatkan pelayanan masyarakat. “Pergantian jabatan merupakan hal biasa dalam birokrasi, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus siap ditempatkan dimana saja,” ungkap Bupati saat pimpin […]

expand_less