Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » LGBT Diamati Perangkat Pengintai Israel

LGBT Diamati Perangkat Pengintai Israel

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 22 Okt 2018
  • visibility 75

Berhati-hatilah jika Anda menerima pesan teks yang memberikan tautan yang terpotong. Perangkat Anda mungkin saja disadap dengan perangkat pengintai.

Itulah yang terungkap dalam sebuah laporan di situs berita Israel Haaretz bahwa bahwa perangkat pengintai asal Israel dijual ke banyak negara untuk memata-matai kelompok tertentu, dan di Indonesia digunakan untuk membuat database kelompok Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) dan kelompok agama minoritas.

Perangkat pengintai atau spyware Pegasus buatan Israel itu dapat “menentukan lokasi ponsel, menguping pembicaraan, merekam percakapan di sekitar, memotret orang-orang di sekitar ponsel, membaca dan menulis pesan teks dan email, mengunduh aplikasi dan meretas aplikasi yang sudah ada di telepon, dan mengakses foto, klip, pengingat kalender dan daftar kontak.”

Dan ini bekerja jika Anda meng-klik sebuah tautan yang terpotong yang dikirimkan lewat pesan teks.

Tidak untuk LGBT

Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara ( BIN) Wawan Hari Purwanto tidak menampik bahwa badannya kerap membeli perangkat pengintai untuk kepentingan perlindungan negara, namun menyangkal jika itu dipakai untuk untuk mengawasi kelompok LGBT.

Intelligent devices itukan hal yang biasa dilakukan dan dibeli di Indonesia dari berbagai negara karena memang kebutuhan untuk melakukan upaya-upaya pengamanan di Indonesia harus ditopang oleh teknologi terkini dan selalu dilakukan update,” ungkap Hari Purwanto.

“Akan tetapi tidak semata-mata ditujukan ke arah sesuatu misalnya LGBT tapi ini kepada kepentingan perlindungan negara atau kepentingan publik yang lebih luas karena ini perintah dari UUD ’45 yaitu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,” imbuhnya.

Wahyudi Djafar, pakar hukum dan keamanan dari ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat) juga mempertanyakan jika ada sebuah badan Indonesia yang menggunakan alat surveilans untuk mengintai kelompok LGBT karena intersepsi komunikasi hanya dapat dilakukan jika menyangkut penegakan hukum.

“Kalau kita cek seluruh undang-undang di Indonesia, itu kan tidak ada larangan terhadap LGBT atau LGBT sebagai sebuah tindak pidana. Jadi alasannya apa? Apakah keamanan nasional? Juga apa yang mengancam dari LGBT dengan keamanan nasional Indonesia?” ujar Wahyudi.

Melanggar hak privasi masyarakat

Meski begitu, berita Haaretz ini setidaknya dapat menjadi ‘alarm’ bagi masyarakat Indonesia karena menurut Wahyudi, hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki UU antiintersepsi komunikasi yang memadai.

Surveilans massal lewat perangkat pengintai yang memantau percakapan seluruh orang seperti yang dilakukan spyware Pegasus melanggar hak privasi masyarakat yang tertuang dalam UUD 1945 Pasal 28 (G) ayat 1.

Namun karena belum ada undang-undang yang mengatur, maka jika terjadi pelanggaran, tidak diketahui mekanisme pemulihannya seperti apa.

DPR saat ini sedang menyusun RUU Penyadapan. Namun itupun, menurut Wahyudi, rumusannya masih kurang mengikuti tren teknologi surveilans saat ini yang sangat masif dan belum memastikan perlindungan warga negara dari tindakan surveilans massal.

Sumber : bbc.com

Link ; https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45930943

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Paripurna DPRD OKU, Agenda Laporan Kerja Komisi

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    BATURAJA – | DPRD Kabupaten OKU menggelar Rapat Paripurna Bahas Raperda APBD Kabupaten OKU Tahun Anggaran 2020. Agenda Rapat Penyampaian Laporan Hasil Rapat Kerja Komisi-Komisi DPRD Kabupaten OKU, di Ruang Rapat Paripurna DPRD OKU, Senin (18/11). Rapat dibuka oleh Wakil Ketua DPRD, Yoni Risdianto dan bersifat terbuka untuk umum. Komisi I, Soderi Tario menyampaikan Hasil […]

  • Pendidikan Berkualitas Program Utama Pemprov Sumsel

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Pendidikan berkualitas masih menjadi program utama pembangunan di Sumatera Selatan pada 2018 yang bertujuan untuk meningkatan mutu sumber daya manusia di daerah tersebut. Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih di Palembang, Kamis mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel masih memperioritaskan pendidikan dalam pembangunan daerah. Hal ini karena sumber daya manusia berkualitas menjadi harapan bangsa dan pemerintah […]

  • Peran Parlemen Wujudkan Pemerintahan Transfaran dan Efektif

    • calendar_month Sel, 6 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua DPR RI Fadli Zon menekankan bahwa parlemen berperan penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan bebas dari korupsi. Selain itu, dalam mendukung tercapainya agenda pembangunan berkelanjutan, pemberantasan korupsi merupakan peran vital bagi penyelenggara pemerintahan. Hal tersebut ia sampaikan ketika menjadi pembicara dalam Forum Parlemen G20 and Speakers’ Summits di Buenos Aires, Argentina, […]

  • Isu-isu Strategis Pembangunan di Kabupaten Musirawas

    Isu-isu Strategis Pembangunan di Kabupaten Musirawas

    • calendar_month Sab, 21 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Ada 25 isu strategis yang difokuskan Pemerintah Kabupaten Musirawas masa 2016 – 2021, diantaranya : Post Views: 286

  • Kader Gerindra Dilarang Main ‘Dua Kaki’

    • calendar_month Sel, 20 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aswari Rivai ingatkan kadernya, untuk tidak main ‘dua kaki’. Ia minta seluruh kader di Sumatera Selatan (Sumsel), semua militan. “Karena kalau kader main ‘dua kaki’, tidak cocok. Untuk memenangkan Partai Gerindra, semua harus militan dan jangan sampai ada dusta diantara kita. Ketika ada kader yang […]

  • Masyarakat Pertanyakan Proyek Jalan Depan Polsek Rupit Tanpa Plang Merek

    • calendar_month Sen, 29 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Pembuatan jalan dari depan asrama Polsek kec.Rupit Sampai Belakang Kantor Bupati Pemda Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan belum selesai dikerjakan sedangkan sekarang sudah akhir tahun (29 Desember 2014), seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga kec. Rupit, Zul (30) “kapan lagi nak Diselesaikan jalan ini Sedangkan sekarang Sudah akhir tahun 2014” […]

expand_less