Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Temukan Celah Terkait BSM di Kemenag

KPK Temukan Celah Terkait BSM di Kemenag

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 5 Nov 2015
  • visibility 135

JAKARTA — KPK menemukan celah dalam sistem sarana dan prasarana pendidikan dan bantuan siswa miskin (BSM) yang berada di bawah Kementerian Agama.

“Kami lagi-lagi menemukan banyak hal yang bisa disampaikan dalam rangka memperbaiki kinerja tata kelola di bidang program sarana dan prasarana dan bantuan siswa miskin (BSM),” kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Kamis (05/11).

Temuan yang dimaksud itu di antaranya berupa pemberian bantuan belum didasari perencanaan sempurna, mekanisme pengajuan proposal belum sesuai dengan ‘good governance’, kriteria pemberian bantuan belum transparan, data pemberian bantuan belum terklarifikasi dengan baik, petunjuk teknis direktorat pondok pesantren belum optimal, katanya.

Konferensi pers tersebut dilakukan bersama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Irjen Kemenag M Jassin dan tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPK.

“Jadi memang sejak perencanaan belum terdesain dengan baik. Kita (KPK) hadir untuk percepatan, pendekatannya lebih heboh, perlu orang luar yang bicara dalam konteks itu. Prinsipnya keberadaan KPK sebagai pihak eksternal yang punya unsur penindakan akan lebih didengar oleh aparatur di daerah. Bahkan kami tawarkan kalau Rakernas ada kami hadir, atau bila ada terkait kementerian lain kami tawarkan menjembatani kalau ada persoalan,” tambah Pandu.

Padahal total anggaran dana pendidikan di bawah Kementerian Agama mencapai Rp 43 triliun untuk 72 ribu satuan pendidikan dan 4.510 satuan kerja.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa Kemenag memang memerlukan pandangan dari pihak lain termasuk KPK.

“KPK punya pengetahuan dalam upaya pembangunan sistem transparan dan akuntabel, jadi tata kelola pencairan dana pendidikan bisa tepat guna dan betul kepada sasaran yang diharapkan. Sekarang ini kami sedang berproses dalam membangun sistem bagiamana tata kelola semakin baik, sistem informasi berbasis Informasi Teknologi (IT) yang jadi persyaratan terwujudnya transparasi dan penanganan pengaduan masyarakat kita benahi, temuan-temuan itu harapannya bisa kita tindak lanjuti,” kata Lukman.

Tindak lanjut dari pertemuan tersebut adalah 1 bulan ke depan akan disusun rencana aksi antara Kemenag, KPK dan kementerian/lembaga terkait lainnya.

“Tindak lanjutnya, 1 bulan setelah ini kami akan menyusun rencana aksi hal-hal apa saja yang dilakukan sehingga ke depan sistem di Kemenag akan lebih baik dan terhindar dari manipulatif atau koruptif,” ungkap Lukman.

Contoh perbaikan sistem antara lain adalah perbaikan mekanisme pengajuan proposal pendirian sekolah.

“Mimpi kami adalah agar ada sistem yang bisa diakses semua pihak, terkait persyaratan siapa yang bisa mengajukan, syaratnya apa saja, mekanismenya apa saja, kapan waktu diajukan, kapan batas akhir pendaftaran, berapa nominal bisa didapat, siapa yang mendapatkan, apa saja kualifikasi, semua masyarakat harus tahu dana negara betul-betul kembali ke rakyat,” ungkap Lukman.

Ia menilai bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mustahil meski sulit karena banyaknya satuan kerja dan cakupan kerja yang luas. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semester Pertama, PAD Pajak Baru Capai 46,92 Persen

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Dalam kurun waktu semester pertama tahun 2019, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari pungutan pajak barulah terpenuhi 49, 92 persen atau sekitar Rp. 892.667.320.181,- dari target sebesar Rp. 1.9 Miliar tahun ini. Demikian disampaikan Plt kepala Badan Pengelolahan Pajak dan Restribusi Daerah (BPPRD) Mura, Dodi Irdiawan melalui Kabid Pembukuan dan […]

  • Isu-isu Strategis Pembangunan di Kabupaten Musirawas

    Isu-isu Strategis Pembangunan di Kabupaten Musirawas

    • calendar_month Sab, 21 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Ada 25 isu strategis yang difokuskan Pemerintah Kabupaten Musirawas masa 2016 – 2021, diantaranya : Post Views: 330

  • Propemperda DPRD Mura Siapkan Bahasan 3 Raperda dan LKPJ Sebelum September

    Propemperda DPRD Mura Siapkan Bahasan 3 Raperda dan LKPJ Sebelum September

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – DPRD Musi Rawas dalam waktu dekat akan membahas tiga rancangan peraturan daerah (raperda) dan LKPJ Bupati Musi Rawas Tahun 2023. Tiga raperda dan LKPJ ini akan dibahas dimasa periode anggota DPRD sekarang. Ketua Propemperda (Program Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Kabupaten Musi Rawas, H. Alamsah A Manan, mengatakan tugas DPRD saat ini menyelesaikan tiga […]

  • Masalah Mantan Juru Masak Panti, Salpin : Biarlah Pimpinan yang Mengusirnya

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Mengenai adanya Keberadaan mantan juru masak di panti treshna werdha Budi Luhur Lubuklinggau dinilai Salpin (Kepala Panti) diluar aturan, karena yang bersangkutan sudah tidak ada lagi bekerja disitu. “Dulu memang dia (Asw) kerja sebagai juru masak, tapi beberapa tahun lalu sudah berhenti, dan keberadaannya disini kami tidak bisa mengusirnya. Biarlah pimpinan (Kepala […]

  • Partai Berkarya Target Satu Kursi/Dapil di Muratara

    • calendar_month Ming, 7 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Muratara – Partai Berkarya menargetkan minimal satu kursi setiap daerah pemilihan (dapil) pada pemilihan anggota DPRD di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan tahun 2019. “Target kami minimal dua kursi untuk Muratara dan kami akan berjuang untuk mendapat satu kursi setiap dapil, kami akan berjuang meraih itu,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai […]

  • PUCUK Beberkan Dugaan Kejanggalan Proyek Stadion dan Lapangan Bola Agropolitan Center

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Ketua Yayasan PUCUK, Efendi beberkan dugaan beberapa kejanggalan Proyek Stadion dan Lapangan Bola di Kawasan Agropolitan Center Muara Beliti. “Dalam penelitian kami ada dugaan beberapa kejanggalan dalam pengerjaan proyek tersebut. Dari awal penganggaran mestinya antara pihak Eksekutif (Pemkab Mura) dan Legislatif (DPRD Mura) sudah paham betapa singkatnya waktu pada APBD Perubahan […]

expand_less