Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pemerintahan » KNPK 2015: Upaya Evaluasi dan Konsolidasi Pemberantasan Korupsi

KNPK 2015: Upaya Evaluasi dan Konsolidasi Pemberantasan Korupsi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 3 Des 2015
  • visibility 48

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) 2015 pada Kamis (3/12) di Gedung Nusantara V, Komplek Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta.

Gelaran konferensi ke-10 yang mengangkat tema “Evaluasi dan Konsolidasi Seluruh Elemen Bangsa dalam Pemberantasan Korupsi” ini, dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, Ketua Sementara KPK Taufiequrachman Ruki, Wakil Ketua KPK Zulkarnain, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah, Anggota 3 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Edi Mulyadi.

Dalam acara pembukaan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menggambarkan korupsi yang terungkap, ibarat fenomena gunung es. Kecil di atas, namun besar di bawah. “Karena itu betul sekali bahwa upaya pemberantasan korupsi harus sangat serius,” katanya.

Maka, sebagai bentuk keseriusan itu, pemerintah telah sejak lama berupaya memerangi korupsi. Puncaknya, kata Kalla, adalah dengan mendirikan KPK sebagai lembaga yang bertugas khusus memberantas korupsi dengan kewenangan yang lebih besar.

Kenapa korupsi masih terjadi? Kalla menyoroti beberapa penyebab. Pertama, kekuasaan yang besar, berpotensi korupsi. “Kalau power tend to corrupt. Power-nya itu sekarang telah terbagi luas pada legislatif, yudikatif, eksekutif dan pemerintah daerah,” katanya.

Kedua, anggaran negara makin besar. “Kalau dulu zaman Orde Baru, anggaran kita hanya ratusan triliun rupiah, sekarang sudah dua ribuan triliun rupiah. Kalau bocor 10 persen saja sudah sangat besar,” katanya.

Namun demikian, Kalla tegas menyatakan bahwa korupsi tetap harus kita berantas. “Perbaiki dengan gaya hidup yang sederhana, keimanan, ketegasan dan contoh yang baik dari setiap pemimpin.”

Karenanya, langkah evaluasi sangat dibutuhkan guna meningkatkan sinergi dari masing-masing kementerian, lembaga dan berbagai instansi.

Sementara itu, Ketua Sementara KPK Taufiequrachman Ruki mengatakan, diselenggarakannya konferensi yang diikuti oleh perwakilan kementerian/lembaga, BUMN, pemerintah daerah, penggiat antikorupsi dan seluruh pemangku kepentingan ini bertujuan untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan upaya pemberantasan korupsi kepada rakyat. “Bukan bertanggung jawab kepada KPK, tetapi kepada rakyat. Karena itulah, acara ini dilaksanakan di Gedung Rakyat, RUang Sidang Nusantara V, Komplek Perkantoran MPR/DPR dan DPD RI,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ruki mengingatkan tentang instruksi presiden yang merupakan pelaksanaan amanat Perpres 55 tahun 2012 Tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014.

Berdasar Inpres itu, seluruh kementerian/lembaga dan pemerinhtah daerah menjabarkan dan melaksanakan Stranas PPK melalui aksi nyata yang ditetapkan setiap satu tahun. “Artinya, dalam memberantas korupsi, saat ini kita tidak lagi di tataran wacana, melainkan sudah tataran praktik sehingga seruan ‘Ayo Kerja’ dalam semangat 70 tahun bangsa kita merdeka, sudah sangat tepat,” katanya.

Ruki berharap, melalui konferensi ini akan didapat pemahaman yang sama dan solusi terbaik dalam mencegah dan memberantas korupsi di negeri ini, “Khususnya melalui evaluasi atas upaya seluruh elemen bangsa dalam pemberantasan korupsi,” katanya. (Humas–KPK)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Mura Kecam Pernyataan Kapolres Way Kanan

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengecam keras pernyataan Kapolres Way Kanan Lampung, AKBP Budi Asrul Kurniawan yang dinilai menghina dan merendahkan profesi wartawan dan produk pers. Post Views: 323

  • Bupati Mura Bantu Korban Banjir Langsung ke Sukakarya dan Muara Kelingi

    Bupati Mura Bantu Korban Banjir Langsung ke Sukakarya dan Muara Kelingi

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud meninjau dan memberikan bantuan korban banjir di Kecamatan Sukakarya dan Muara Kelingi. Sedangkan Kecamatan BTS Ulu belum berkesempatan dikunjungi karena terbatasnya waktu. Senin (13/03/2023). Meluapnya Sungai Musi mengakibatkan sejumlah wilayah di Musi Rawas tergenang banjir sejak Sabtu (11/3), untuk itu Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud […]

  • Pemkab Mura Dirikan Posko Tanggap Darurat Covid 19

    Pemkab Mura Dirikan Posko Tanggap Darurat Covid 19

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Untuk mempermudah dan koordinasi penanganan wabah Corona (Covid 19), Pemkab Musi Rawas (Mura) mendirikan Posko Tangga Darurat sebagai pusat informasi di halaman Kantor Bupati Musi Rawas, Jum’at (27/03). Kepala BPBD Kabupaten Mura melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Eko S mengatakan tujuan pendirian posko akan digunakan untuk pusat informasi dalam penanganan covid […]

  • Kukuhkan ICMI Orda PALI, Heri Amalindo Gaungkan Semangat Bangun Daerah

    Kukuhkan ICMI Orda PALI, Heri Amalindo Gaungkan Semangat Bangun Daerah

    • calendar_month Sel, 30 Mei 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    TALANG UBI – Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sumsel, Dr H Heri Amalindo minta anggotanya terus berkarya demi untuk kemajuan daerah. “Teruslah berkarya dengan wadah ICMI, dengan kualitas intelektual muslim dan dedikasi tinggi merupakan modal dalam membantu kemajuan daerah,” ungkap Heri Amalindo saat melantik dan mengukuhkan Pengurus ICMI Orda Kabupaten Penukal Abab Lematang […]

  • KPK Bidik Kadis dan Staf PU BM Banyuasin karena Beri Keterangan Palsu

    KPK Bidik Kadis dan Staf PU BM Banyuasin karena Beri Keterangan Palsu

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dari 10 saksi yang rencananya akan dihadirkan, satu saksi tidak hadir dan sudah berkoordinasi karena ada pekerjaan. Ahmad Kadafi yang merupakan rekanan dinas di Pemkab Banyuasin rencananya akan dihadirkan pada persidangan pekan depan. Post Views: 508

  • Pansus DPRD Sumsel Terima LKPJ Gubernur

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menghadiri Rapat Paripurna XIII (13) DPRD Prov Sumsel dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan dan penelitian pansus-pansus DPRD Prov Sumsel terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2019 melalui video conference di Sumsel Command Center, Jumat (08/05). Dalam kesempatan itu, Pansus-pansus menyampaikan tentang penilaian […]

expand_less