Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » Ketua TP PKK Sumsel prihatin atas jatuhnya korban MOS

Ketua TP PKK Sumsel prihatin atas jatuhnya korban MOS

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
  • visibility 150

PALEMBANG – | Istri Gubernur Sumatera Selatan yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Feby Deru merasa prihatin karena salah seorang siswa SMA Taruna Nusantara, Wiko diduga menjadi korban kegiatan Masa Orientasi Sekolah, yang saat ini dirawat di rumah Sakit Charitas Palembang.

Pihaknya pada Rabu telah melihat langsung terduga korban MOS tersebut dan dirinya merasa prihatin, kata Ketua TP PKK Sumsel itu usai membesuk korban di RS Charitas Palembang, Kamis.

“Sedih sekali ya melihatnya. Sampai gak bisa ngomong lagi saya. Sebagai seorang ibu saya mengerti betul apa yang dirasakan ibu korban dan keluarganya saat ini. Mohon doanya agar Wiko lekas sembuh,” ujar Feby pelan.

Kejadian serupa diharapkan tidak terulang lagi. Ia pun meminta Dinas terkait segera mengusut tuntas kasus ini karena anak-anak yang menjadi korban ini adalah aset dan generasi bangsa.

“MOS inikan harusnya pengenalan atau lebih pada kedisplinan siswa saja. Saya minta betul ke depan Dinas terkait memperhatikan kegiatan-kegiatan siswa di sekolah. Kalau bisa jangan ada kekerasan lagi seperti ini di sekolah karena ini akan jadi dendam berkepanjangan,” kata dia.

Ketua TP PKK itu juga minta kepada Dinas Pendidikan untuk menangani soal pendanaan selama korban dirawat di RS.

Dalam kunjungan tersebut istri Gubernur yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel Hj Renny Nasrun dan perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( PPA) juga memberikan bantuan uang untuk perawatan korban tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo mengatakan, pihaknya akan secepatnya melakukan evaluasi terhadap Sekolah Taruna Palembang tersebut. Dia bahkan memastikan tak segan menyetop izin operasional sekolah tersebut jika nanti terbukti melakukan pelanggaran yang dilakukan secara terstruktur.

“Mestinya secara reguler pihak sekolah memberi tahu kami jika ada kegiatan. Dan semestinya MOS itu hanya pengenalan jadi tidak boleh ada kontak fisik. Apalagi kegiatan yang dilakukan di luar pagar sekolah harusnya ada laporan ke kami biar bisa kami monitor” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan seorang siswa meninggal dunia saat mengikuti MOS di SMA Taruna Nusantara Indonesia Palembang, berinisial Delwyn (14). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Myria Palembang, Sabtu pukul 04.00.Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia, Sabtu pagi.

Kemudian salah seorang siswa lainnya Wiko juga diduga turut menjadi korban kekerasan oknum staf sekolah tersebut karena dibawa ke rumah sakit saat menjalani masa orientasi SMA Taruna Indonesia Palembang. Saat ini Wiko masih terbaring kritis di RS Charitas. | sumber : antara

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asik Nyabu Pengedar Sabu Nibung Diringkus

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    MURATARA – | Petugas unit reskrim polsek Nibung, Polres Musi Rawas meringkus Selekat (35) pengedar sabu-sabu warga dusun Jadi Mulya I, Kecamatan Nibung Muratara. Mirisnya lagi, ketika hendak ditangkap pemuda keseharian bekerja sebagai penyadap karet tengah asik mengisap sabu-sabu dalam rumahnya. Jum’at (19/7) siang sekitar pukul 14.30 wib. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah bungkusan […]

  • Polri Diminta Perbaiki Manajemen Pengendalian Massa

    • calendar_month Kam, 14 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana minta Kepolisian memperbaiki manajemen pengendalian massa. Pernyataan tersebut ia ungkapkan menanggapi tindakan oknum kepolisan yang diduga melakukan kekerasan terhadap mahasiswa saat demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten. Eva menyayangkan kejadian aparat membanting mahahasiswa dalam unjuk rasa tersebut. Ia mengatakan setiap pengamanan aksi massa demonstrasi […]

  • Berontak Lawan Petugas, Hendri Buronan Begal Sadis Keok Diringkus

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    #Mengaku Pernah Terlibat Tindak Pembunuhan Musi Rawas – Meskipun sempat berontak lawan petugas ketika hendak ditangkap, tak ayal sepak terjang Hendri (34)  satu dari tiga buronan pelaku begal sadis terhenti. Pemuda belakang ketahui warga Desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas ini keok diringkus tim buru sergap (Buser) unit reskrim Polsek Muara Lakitan […]

  • Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Musirawas 2016-2021

    Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Musirawas 2016-2021

    • calendar_month Sab, 18 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Kapasitas riil kemampuan keuangan Kabupaten Musirawas 2016 – 2021 sebagai berikut : Tahun 2016 sebesar Rp 1.692.102.067.681,- dengan Silpa sebesar Rp 30.210.826.351,- sehingga total sebesar Rp 1.722.312.894.032,- Post Views: 330

  • Oknum Camat TPK Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Kepolisian Resor (Polres) Mura menetapkan status tersangka oknum Camat Tiang Pumpung Kepungut (TPK), DC. Diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Tanzizal Azizirohim (42) Panitian Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan TPK Kabupaten Musi Rawas (Mura). Penetapan TSK sendiri, sesuai nomor laporan STTLP/B-20/V/2019/SUMSEL/MURA/SEKBELITI. Minggu, 5 Mei 2019 pukul 13.30 WIB. Kapolres Mura, AKBP Suhendro, SIK melalui Kasat […]

  • Buku ‘Sadar Kaya’ : Prakata

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MENJADI kaya tidak mengharuskan anda menjadi pengusaha, anda bisa kaya dengan cara apapun dengan segala macam profesi. Tidak ada pengecualian antara ibu rumah tangga, mahasiswa, tentara, guru, pembantu rumah tangga, pejabat, birokrat, pengusaha, pedagang kelontong kaki lima, pemilik warung. Apapun anda, siapapun anda, anda bisa kaya dan berkelimpahan, yang anda butuhkan hanya kesadaran kaya atau […]

expand_less