Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Diduga Kurang Pengawasan, Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikerjakan Asal Jadi

Diduga Kurang Pengawasan, Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikerjakan Asal Jadi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 3 Sep 2018
  • visibility 130

MUSIRAWAS – Diduga akibat kurang pengawasan, pengerjaan proyek irigasi di Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas ini disinyalir dimanipulasi oleh rekanan yang mengerjakannya.

Pantauan wartawan di lapangan Minggu (2/9), volume material batu bujang untuk pembangunan proyek yang tidak memiliki plang papan nama ini diduga dikurangi alias dimanipulasi.

Pasalnya terlihat jelas, materil batu bujang diduga hanya dipasang sekitar 10 centimeter di permukaannya saja, sementara di bagian bawah hanya mengandalkan gundukan tanah.

Untuk menutupi seolah batu terpasang dari dasar pondasi, oleh tukang yang mengerkannya langsung di plaster. Meski demikian, masih terlihat jelas, pondasinya tidak menggunakan batu alias hanya gundukan tanah.

Selain itu, ada juga di beberapa bagian pondasi hanya dipasang batu gunung untuk menghemat penggunaan batu bujang.

Sementara untuk lantainya, diduga hanya ditaburi acian semen bercampur pasir seadanya.

Selain materialnya diduga dimanipulasi, pengerjaan proyek ini juga diduga asal jadi. Sebab, bangunan irigasi ini lebih tinggi dari muara anak sungai yang tujuannya untuk mengaliri persawahan warga yang tidak lagi berfungsi itu.

”Masak pemasangan irigasi ini lebih tinggi dari permukaan air, bagaimana airnya mau masuk. Proyek ini kayaknya dikerjakan asal – asalan saja,” kata Agus warga setempat.

Agus juga mengatakan, material batu digunakan untuk pembangunan irigasi ini hanya sedikit, dan ada dua jenis batu.

“Papan nama proyek juga tidak ada, sehngga kita tidak tahu apa judul proyek ini, berapa dananya dan siapa rekanannya. Jika kondisi bangunannya seperti ini, bangunan irigasi ini tidak akan bertahan lama, paling hanya bertahan satu atau dua bulan saja,” katanya.

Sebagai warga negara jelas Agus, dia meminta tim turun kelapangan, sehingga anggaran yang digunakan pembangunan irigasi yang dibangun di kebun karet warga ini tidak terbuang begitu saja, dan disinyalir hanya dinikmati segelintir oknum yang meraup keuntungan besar dari proyek ini.

“Bila perlu dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai RAB nya. Tidak masuk akal jika proyek ini sudah dikerjakan sesuai RAB,” katanya.

Agus juga mengatakan, jika pihak terkait tidak peduli dengan proyek ini, sebaiknya dilaporkan ke aparat penegak hukum atas indikasi manipulasi material bangunan ini.

Senada dikatakan warga yang namanya minta untuk tidak ditulis menjelaskan, beberapa acian di atas pondasi bangunan itu sudah mengelupas karena terkena cucuran hujan dan lain sebagainya, yang diduga disebabkan semennya sedikit ketimbang pasir, sehingga kualitasnya tidak bagus.

”Kami masyarakat khususnya di sekitar ini merasakan pekerjaan ini tidak layak, dan jelas sebagai warga negara Indonesia kita merasa dirugikan,” jelasnya.

Sementara salah seorang tukang yang sedang mengerjakan proyek itu mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal papan merek proyek irigasi ini. Menurutnya, dia beserta sejumlah tukang hanya mengerjakannya saja.

Setahu dia, pembangunan irigasi ini sepanjang 137 meter dengan kedalaman 60 CM dan lebar 50 CM.

“Berapa dananya kami juga tidak tahu, mungkin ratusan juta. Untuk rekanannnya kalau tidak salah namanya Syam,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa proyek ini milik Dinas PU, tapi tidak tahu Dinas PU mana.

“Tidak tahu Dinas PU mana, kalau pengawas yang pernah datang namanya Suroto,” katanya.

Menurutnya, kendala pengerjaan proyek ini yaitu sulitnya pengangkutan material.

”Ngangkut materialnya sulit, karena mobil tidak bisa langsung masuk ke lokasi,” katanya.

Menurut dia, untuk lantai irigasi sudah di semen, meskipun hanya terlihat kasat mata hanya ditaburi acian semen dan pasir seadanya.

“Untuk lantainya sudah dikasih semen pak, kalau tidak dikasih semen, becek,” katanya.

Dia juga mengatakan, sekitar Tujuh hari ke depan, proyek pembangunan irigasi ini sudah selesai dikerjakan.

“Jika tidak ada halangan, mudah-mudahan minggu depan selesai,” katanya. (Firmansyah-MS)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi Ekonomi Tidak Berpihak Kepada Rakyat Akibat Ulah Elit Indonesia

    • calendar_month Sen, 2 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    JAKARTA, —Kondisi terkini Indonesia  terkait keberpihakan ekonomi yang semakin tidak berpihak  kepada rakyat  mendapat perhatian  dan kritikan tajam Prabowo Subianto,  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Kritikan  tajam Prabowo tersebut  terungkap dalam pidatonya di acara kampanye calon gu­bernur-wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Depok, Minggu (1/4/2018). Menurut dia, akibat ulah para elite di Indonesia, […]

  • Dalam Dugaan Proyek Sarana Air Bersih di Empat Lawang, Proyek Abal–abal

    • calendar_month Jum, 18 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Empat lawang, Jurnalindependen.com — Jum’at (18/12/2015), Ketua Dewan Pimpinan Cabang  Lembaga Swadaya Masyarakat  Kritik Kontrol Sosial Independent (DPC LSM KRIKSI) Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan, Saparudin, melalui salah satu Tim Investigasinya  Benhar  Mengatakan  tahun 2015 ada pembangunan sarana  Air Bersih di Desa Padang Titiran  Kecamatan Talang Padang tersebut , saat bertemu […]

  • Permainan Boneka Tangan

    Permainan Boneka Tangan

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Dunia anak itu adalah masanya bermain, bukan hanya sekedar bersenang-senang, bermain pun memiliki peran penting bagi tumbuh kembangnya dan meningkatkan keterampilan dengan cara yang menyenangkan. Bermain adalah hak dasar anak usia dini, bermain merupakan kegiatan mengekspresikan diri tanpa paksaan dengan perasaan senang. Pada anak usia dini, bermain dapat memberikan banyak manfaat terhadap perkembangannya. Adapun manfaat […]

  • Gubernur Instruksikan Setiap Desa Sediakan Tempat Isolasi Covid-19

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Gubernur Sumsel H Herman Deru mengintruksikan agar setiap desa menyediakan tempat isolasi untuk menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam rangka mengoptimalkan upaya Pemprov Sumsel cegah tangkal Covid-19 di Sumsel. “Pemprov Sumsel secara masif melakukan cegah tangkal corona virus atau Covid-19 di Sumsel. Perluasan tempat isolasi bagi ODP […]

  • 326 Berkas Pendaftar PPK Sudah Masuk di KPU Musi Rawas

    • calendar_month Kam, 23 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Hingga hari ini berkas pendaftar Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas (Mura) tahun 2020 telah mencapai 326 orang. Hal ini disampaikan Komsioner KPU Mura Divisi Sosialisasi, Parmas & SDM, Syarifudin sore tadi pukul 16.30 WIB. “Berkas Pendaftar PPK dari 14 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp 88,-/kg Kamis 7 Oktober 2021

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 7 OKTOBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 20.312,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 14.218,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 12.187,-/kg Baca : Harga Emas Hari ini, UBS dan Antam Semakin Turun, 7 Oktober 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 10.156,-/kg 5. […]

expand_less