Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Batu Akik Lavender Baturaja Dihargai Hingga 50 Juta

Batu Akik Lavender Baturaja Dihargai Hingga 50 Juta

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 12 Jan 2015
  • visibility 179

OGAN KOMERING ULU — Salah satu batu akik berkualitas yang hanya terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yakni jenis lavender ternyata ada yang sampai terjual seharga Rp50 juta.

"Saat pameran yang kita gelar di Sanggar Kegiatan Baturaja (SKB) beberapa waktu lalu, ternyata batu lavender milik saya terjual seharga Rp50 juta per unit," kata Hendra, salah seorang pengrajin batu akik di Baturaja, Senin (12/1).

Hendra menjelaskan, batu lavender dengan harga selangit itu diberinya nama Mustika Air, sebab memiliki keunikan motif air yang di dalam batu bergerak persis seperti tabung air raksa. Sedangkan batu jenis serupa, namun tidak memiliki motif air telah dibeli kolektor seharga Rp15 juta.

"Memang untuk kualitas, batu akik asli Ogan Komering Ulu (OKU) yang tempatnya sekitar 200 kilometer dari Kota Palembang itu memiliki nilai jual tinggi di mata kolektor batu. Bahkan, untuk mengambil batu akik tersebut dana dibutuhkan menyewa lahan dan tukang gali tanah rata-rata Rp10 juta per meter," ungkapnya.

Oleh sebab itu kata Hendra, para pengerajin batu biasanya selalu membawa pawang atau orang yang ahli dalam mencari batu akik berkualitas dengan menggunakan naluri.

"Jika tidak, maka barang yang dicari sulit ditemukan. Ada dulu teman saya sudah berkemah selama beberapa pekan untuk mencari batu akik berkualitas jenis lavender dan biru langit atau spritus di Lengkiti. Biaya operasional dikeluarkannya saat itu sudah mencapai ratusan juta rupiah. Namun barang yang dicari tidak ketemu," kata Hendra.

Sebaliknya jika lagi beruntung, saat baru satu kali menggali tanah dengan kedalaman 6-8 meter, ternyata batu akik berkualitas diinginkan bisa ditemukan dengan ukurannya pun super jumbo.

"Untungnya lagi saat dipamerkan di Jakarta, batu tersebut meraih juara pertama dan pencinta batu akik pun bersedia membelinya dengan harga Rp100 juta. Tetapi kondisi ini sekarang sudah jarang terjadi, karena bukan seperti dulu akibat banyak orang dari luar OKU yang singgah hanya untuk mencari batu spritus dan lavender," katanya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Temukan 14 Potensi Persoalan Pengelolaan Dana Desa

    KPK Temukan 14 Potensi Persoalan Pengelolaan Dana Desa

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan kajian sistem terhadap pengelolaan keuangan desa, baik Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa. Kajian ini dilatari oleh diberlakukannya UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa yang berimplikasi pada disetujuinya anggaran sejumlah Rp 20,7 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 yang akan disalurkan […]

  • GNPF-MUI : STOP Kriminalisasi Ulama!

    • calendar_month Jum, 9 Jun 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir menyerukan setop kriminalisasi terhadap ulama. Post Views: 304

  • Dua Kades Bakal Tersangkut Kasus Dana Desa di OKU

    • calendar_month Sel, 23 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BATURAJA – Setelah (S) oknum Kepala Desa Tebing Kampung di tangkap jaksa karena menggunakan Dana Desa yang tidak jelas juntrunganya, hingga negara dirugikan sekitar 140 juta rupiah, ternyata masih terdapat dua oknum Kepala Desa lagi yang kini dalam tahap penyidikan Tim Tipikor Polres OKU. Kedua Kades yang sudah di non aktifkan ini sedang “berkemas”untuk menyusul rekan […]

  • Kemkominfo Targetkan 8 juta UMKM Ikut Program “Go Online”

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Indonesia menargetkan sebanyak 8 juta rekan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bergabung dalam program “Go Online” yang melibatkan UMKM dengan sejumlah “marketplace” di Indonesia. “Jadi melalui program ini, kami targetkan sebanyak 8 juta UMKM bisa membangun ekonomi digital bersama dengan platform-platform “marketplace” ini,” ujar Direktur […]

  • Kebijakan Bupati Berbuah Manis, Status PPKM Mura Kini di Level 2

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, – Memang benar, hasil yang didapat tidak pernah mengkhianati usaha. Berkat kebijakan yang dikeluarkan Bupati Musi Rawas (Mura) Hj Ratna Machmud dan kerjasama semua lini dalam penanganan yang maksimal membuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Mura mengalami penurunan menjadi level 2. Kabar gembira ini berdasarkan surat intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor […]

  • Rapat Paripurna DPRD Mura – Mendengarkan Laporan Pansus-Pansus Dewan Terhadap Dua Raperda

    Rapat Paripurna DPRD Mura – Mendengarkan Laporan Pansus-Pansus Dewan Terhadap Dua Raperda

    • calendar_month Sab, 2 Apr 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas dalam rangka mendengarkan laporan pansus-pansus dewan terhadap dua raperda Kabupaten Musi Rawas tahun 2022 dan pengambilan keputusan DPRD serta mendengarkan pendapat akhir Bupati Musi Rawas digelar bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Musi Rawas, Sabtu (2/4/2022). Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas dalam rangka mendengarkan laporan […]

expand_less