Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Habiskan Dana Milliaran, Kegiatan Program Mura Darusslam Dipertanyakan

Habiskan Dana Milliaran, Kegiatan Program Mura Darusslam Dipertanyakan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 9 Nov 2015
  • visibility 151

MUSIRAWAS — Elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakkan Indonesia Membangun (GIM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempertanyakan realisasi terhadap anggaran dana kegiatan Musi Rawas Darussalam. Karena Menurut Penuturan Abdullah selaku koordinator melalui sekretarisnya Genta Lesmana via ponsel mengatakan, program kegiatan Musi Rawas Darussalam selama ini dalam pengalokasian anggarannya kurang mendapat pengawasan ketat dari pihak yang berkompeten.

Akibatnya sampai saat ini, program yang sudah digadang-gadangkan ini belum begitu menunjukan hasil yang signifikan, yang terjadi di masyarakat pada saat ini, terutama berkenaan dengan kegiatan program Musi Rawas Darussalam seperti Khatam Al-Ouran, Pembinaan Berbasis Agama, serta Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dan kegiatan keagamaan lainnya.

Dimana, diketahui kegiatan Musi Rawas Darussalam yang dimotori Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Musi Rawas terkesan “Jalan di tempat”. Padahal dana yang sudah dihabiskan mencapai miliaran rupiah melalui pos Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Kita sedang mengumpulkan data dan mendalami terkait alokasi dana kegiatan Musi Rawas Darussalam yang pada tahun 2013 lalu sudah dianggarkan dana berkisar Rp 1.350.000.000. Kemudian di tahun 2014 berkisar Rp 1.482.350.000 dan di tahun 2015 ini dianggarkan Rp 1.410.000.000,” ujarnya.

Selain itu, masih menurut Genta, pihaknya tidak tinggal diam saja, bersama rekan yang lainnya sedang mempelajari hal ini, yang nanti hasilnya bila ditemukan berbagai kejanggalan berpotensi merugikan keuangan Negara, baru-lah akan disampaikan kepada aparat penegak hukum.

Sebut saja, salah satunya dalam pembuatan SPJ terkait Pembinaan Berbasis Agama jumlahnya dan SPPD pegawai kesra.

“Kita lihat saja nanti, dari anggaran yang sudah terserap dan dilaksanakan pada setiap tahunnya, dan dapat kita bandingkan dengan jumlah dana pengeluaran pada setiap tahunnya seperti yang tertuang dalam DPA dan RKA,” sebutnya seraya menjelaskan bahwa program ini merupakan jangka panjang yang setiap tahunnya selalu dianggarkan tapi diduga rawan terjadi penyelewengan bila tidak diawasi terutama menyangkut pengelolaan uang yang notabene berasal dari uang rakyat.

Sampai berita ini naik, Zoher Hasan selaku Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Musi Rawas belum bisa dimintai tanggapannya terkait permasalahan ini. Bahkan beberapa kali mendatangi ruang kerjanya, pekan lalu yang bersangkutan tidak ada di tempat. Bahkan ponsel miliknya pun selalu dalam keadaan tidak aktif.@gus

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Jelas Batas HGU Perusahaan Perkebunan Jadi Pemicu Sengketa

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Jurnalindependen.com — Banyaknya sengketa masalah perkebunan di Kabupaten Musi Rawas karena tidak transparannya Pemkab Musi Rawas mengenai Izin HGU investor terutama Perkebunan Kelapa Sawit. Seperti yang disampaikan Ketua Perkumpulan Pemantau Dana Negara (PDN RI), Ahmad Rudi kemarin, Rabu (07/01/2014) di Palembang. Belum lagi, lanjut Rudi adanya oknum yang bermain dalam hal pembebasan lahan, seperti pembebasan […]

  • Freeport Dianggap tak Pernah Patuhi Undang Undang

    • calendar_month Sab, 5 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kisruh yang menyeret nama pejabat tinggi negara dalam kasus Freeport tak lain karena selama ini PT. Freeport Indonesia tak pernah mematuhi perundang-undangan Indonesia. Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika mengatakan aksi yang dilakukan Freeport dan pejabat tak lepas dari lobi lobi politik. Lobi ini dilakukan karena Freeport mempunyai keuntungan yang tinggi, namun […]

  • Masyarakat Demo Minta Ganti Camat BTS Ulu

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Masyarakat Kecamatan BTS Ulu gerah oleh ulah Camat Maidi M. Iman yang jarang ada ditempat/kantor. Saking geram dan kesalnya, warga mengadakan aksi demo ke Kantor Camat BTS Ulu dan mendesak agar Camat Maidi “hengkang” di ganti dengan camat yang aktif setiap hari kerja. Warga juga mendesak Bupati Hendra Gunawan segera ambil sikap […]

  • Menuju Porprov Sumsel XV, Atlit dan Pelatih di KONI Lubuk Linggau Pesimis dan Keluhkan Kesejahteraan

    Menuju Porprov Sumsel XV, Atlit dan Pelatih di KONI Lubuk Linggau Pesimis dan Keluhkan Kesejahteraan

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 5.465
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU, Jurnalindependen.com – Berbagai persiapan dilakukan KONI Lubuk Linggau Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin ke XV, 18-31 Oktober 2025 nanti. Namun terdengar keluhan dari atlit dan pelatih di KONI Lubuk Linggau mengenai kesejahteraan sehingga merasa pesimis untuk meraih juara. “Kami merasa kecewa kepada Ketua KONI Lubuk Linggau sebelum […]

  • Honor Narsum 3 SKPD Pemkab Mura  Lebih Bayar Rp63,8 Juta

    Honor Narsum 3 SKPD Pemkab Mura  Lebih Bayar Rp63,8 Juta

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Musi Rawas Tahun 2022, menyajikan anggaran Belanja Honorarium Narasumber sebesar Rp4.761.950.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp4.041.250.000,00 atau 84,8% anggarannya. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas bukti pertanggungjawaban belanja honorarium menunjukkan terdapat permasalahan yaitu pemberian honor narasumber tidak sesuai ketentuan, dalam hal narasumber atau pembahas berasal […]

  • Muncul #indonesiaterserah Karena Pemerintah Plin Plan PSBB

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Ramainya video dan tagar ‘Indonesia Terserah’ yang menyindir aktivitas masyarakat yang nekat berkerumun di sejumlah tempat mendapat tanggapan dari Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. Netty menilai lahirnya tagar ini karena kebijakan plin-plan dari Pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, masyarakat sudah berfikir cuai atau masa bodoh dengan adanya […]

expand_less