Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Soal Bisnis Esek-esek, Pol PP Mura Bantah Tuduhan Mem-Backingi

Soal Bisnis Esek-esek, Pol PP Mura Bantah Tuduhan Mem-Backingi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 22 Okt 2015
  • visibility 65

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Terkait pemberitaan koran harian lokal di Kabupaten Musi Rawas tentang mulusnya bisnis esek-esek diduga karena pengelola sudah menyetor kepada oknum Pol PP dan Polisi dibantah pihak Pol PP Kabupaten Musi Rawas.

Kasat Pol PP melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Edy Supriyo mengatakan siang tadi, Kamis (22/10/2015) bahwa pihaknya tidak ada yang namanya istilah mem-backingi bisnis esek-esek tersebut.

“Perlu diketahui peran Pol PP diantaranya penegakan perda, perkada, menjaga ketertiban umum, ketentraman dan perlindungan masyarakat. Apalagi istilah mem-backingi bisnis esek-esek tersebut tidak mungkin dan tidak ada sama sekali,” kata Edy Supriyo.

Penegakan hukum akan dilakukan apabila ada indikasi pelanggaran, lanjut Edy, tim gabungan bisa dibentuk karena memang kita tidak bisa sendiri-sendiri. Setidaknya gabungan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah ditingkat Desa ataupun Kecamatan.

“Soal terjadinya invetigasi yang kita lakukan semata-mata untuk menertibkan para pelaku bisnis esek-esek tersebut karena sudah meresahkan masyarakat, pelaku usaha itu melakukan transaksi ditengah-tengah pemukiman penduduk.

Kami sudah kelokasi dan memberi peringatan untuk segera ditutup, berdasarkan laporan tampaknya memang mereka tidak lagi operasional, mudah-mudahan demikian seterusnya.

Kami berharap masyarakat punya kepedulian lingkungan yang tinggi, bila terlihat lagi aktivitas mereka (bisnis esek-esek-red) agar dapat proaktif memberikan laporan dan jangan bertindak anarkis,” kata Edy Supriyo.

Masih dikatakan Edy Supriyo, dalam memberantas penyakit masyarakat ini sangat sulit, kami berharap pihak-pihak terkait dapat saling memfasilitasi terutama dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi PSK tersebut, karena mereka juga butuh nafkah untuk hidup, namun karena ketidak mampuan, akhirnya mereka jatuh kelembah hitam.(fs)

 

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Mura Kunjungi PAUD Nurul Huda, Pantau Layanan Kesehatan dan Gizi

    Bupati Mura Kunjungi PAUD Nurul Huda, Pantau Layanan Kesehatan dan Gizi

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud melakukan kunjungan ke PAUD Nurul Huda, Dusun Kebun Kolim, Desa Megang Sakti V, Kecamatan Megang Sakti, Kamis (27/10/2022). Kunjungan Bupati yang juga sebagai Bunda PAUD Kabupaten Musi Rawas dalam rangka Pelaksanaan Parenting PAUD Tahun 2022. Bupati Ratna Machmud mengatakan, kegiatan Parenting PAUD ini sangat bermanfaat untuk […]

  • KPK Bidik Kadis dan Staf PU BM Banyuasin karena Beri Keterangan Palsu

    KPK Bidik Kadis dan Staf PU BM Banyuasin karena Beri Keterangan Palsu

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dari 10 saksi yang rencananya akan dihadirkan, satu saksi tidak hadir dan sudah berkoordinasi karena ada pekerjaan. Ahmad Kadafi yang merupakan rekanan dinas di Pemkab Banyuasin rencananya akan dihadirkan pada persidangan pekan depan. Post Views: 529

  • Pidato Prabowo Tentang ‘RI Bubar 2030’ dari Intelek Luar Negeri

    • calendar_month Rab, 21 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jakarta – Partai Gerindra mengunggah video pidato Ketumnya, Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bisa bubar di tahun 2030. Ketua DPD Gerindra Gorontalo Elnino Husein Moha menuturkan Prabowo membaca berbagai tulisan pengamat intelektual luar negeri soal tulisan tersebut. “Jadi gini, Pak Prabowo itu membaca berbagai tulisan orang-orang yang ada di luar negeri, pengamat intelektual yang ada. […]

  • Mayat Pria Bercelana Loreng dengan Leher Tergorok Ditemukan di Banyuasin

    Mayat Pria Bercelana Loreng dengan Leher Tergorok Ditemukan di Banyuasin

    • calendar_month Jum, 12 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    BANYUASIN – Jenazah seorang pria dengan leher tergorok menggerkan warga yang bermukim di sekitar Kompleks Terminal Tipe A Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, Minggu (14/12) pagi, sekitar 06.00 WIB. ‎Jenazah pria yang mengenakan celana loreng dan dalam kondisi bersimbah darah itu , kemudian diketahui bernama Edi Susanto (28) warga perumnas Griya Anugrah yang […]

  • Mantan Napi Harus Tunggu 5 Tahun Untuk Maju Pilkada

    • calendar_month Ming, 15 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Seorang mantan narapidana harus menunggu jeda waktu lima tahun setelah melewati masa pidana penjara dan mengumumkan mengenai latar belakang dirinya jika ingin mencalonkan diri sebagai gubernur, bupati atau walikota. Demikian Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 56/PUU-XVII/2019 dibacakan pada Rabu (11/12/2019) di Ruang Sidang Pleno MK. Permohonan ini diajukan oleh Indonesia Corruption Watch […]

  • Sidang PKI di Belanda, JK : Tak Usah Ditanggapi

    • calendar_month Rab, 11 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA — Para aktivis HAM menginisiasi diselenggarakannya pengadilan internasional rakyat terkait tragedi 1965. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah tidak akan menindaklanjuti hasil pengadilan rakyat yang digelar di Den Haag, Belanda tersebut. “Itukan persidangan bukan pengadilan benaran. Kalau pengadilan benaran bisa bertahun-tahun. Itu hanya pengadilan, apalah, semu, mungkin latihan-latihan lah. Tak usah kita tanggapin,” […]

expand_less