Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Tingkatkan Produksi Padi Organik, Pemkab Mura Perluas Area 17 Hektar

Tingkatkan Produksi Padi Organik, Pemkab Mura Perluas Area 17 Hektar

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 17 Sep 2015
  • visibility 62

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Guna meningkatkan hasil produksi Beras Organik, Pemkab Musi Rawas tahun ini lakukan perluasan areal sawah di SP5 Kecamatan BTS Ulu. Sebelumnya lahan padi organik sudah ada dengan luasan 19,7 hektar ditambah perluasan baru 17 hektar tahun ini.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Tanaman Pangan, Tohirin menyampaikan kepada Jurnalindependen.com, Kamis (17/09/2015) bahwa perluasan padi organik tersebut telah di survey dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), diharapkan akhir tahun sudah ada hasilnya.

“Perluasan lahan padi organik 17 hektar tersebut telah disurvey dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), tahun depan akan ada hasilnya, kita berharap seperti sebelumnya dapat disertifikasi juga,” harap Tohirin.

Tohirin menyampaikan bahwa Beras Organik yang dihasilkan Kelompok Tani ‘Handayani’ ini satu-satunya di Sumatera Selatan yang telah lulus uji dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) dari Padang Sumatera Barat tahun lalu, dan telah dipasarkan secara bebas bahkan dapat keluar daerah. Namun waktu itu luasan areal baru 19,7 hektar, tahun ini ada perluasan baru dengan 17 hektar.

“Perluasan areal padi organik ini juga untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, saat ini permintaan terhadap beras organik tinggi sementara barangnya terbatas,” ungkap Tohirin.

Memang dari segi kandungan maupun mutu, lanjut Tohirin, beras organik jauh lebih baik dari beras biasa dan telah bebas residu-residu berbahaya, karena LSO sudah uji labor bahkan bukan dari mereka saja, tanah, air dan lainnya juga diuji sampel dilembaga lain di Surabaya dan Jakarta.

“Beras organik jauh lebih baik dari beras biasa, bebas dari residu-residu berbahaya karena mulai dari pengolahan tanah, pupuk, bibit hingga obat-obat pembasmi hama semuanya organik dan diolah petani secara mandiri.

Untuk memurnikan lahan agar bebas dari kimia atau non organik memerlukan waktu yang lama hingga perlu beberapa kali panen padi. Di areal tanam padi organik saat ini, lahannya sudah dimurnikan dan bebas dari zat-zat non organik dari tahun 2007 dan 2008 hingga kini.

Jadi produksi padi organik sudah dirintis dari tahun tersebut, hanya pengajuan sertifikasi LSO baru tahun lalu dan alhamdulillah lulus uji,” tutup Tohirin. (fs)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halal Bihalal Warnai Apel Perdana Pasca Libur Idul Fitri 1440 H

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti bersama hari raya Idul Futri 1449 H, Senin (10/06/2019), jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Rawas di lapangan Alun-alun Ibukota Musi Rawas- Muara Beliti melaksanakan apel dan halal bihalal Ratusan Aparatur Negeri Sipil (ASN) bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak saling bersalaman dan berjabat […]

  • Guru SD Kelas Jauh Trans Keluhkan Gaji Tak Dibayar

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Dahlia E Siahaan guru SD kelas jauh trans SP 10 Sungai Naik, Kecamatan BTS Ulu, mengeluhkan tidak menerima honor sebagai tenaga pengajar.  Padahal Dahlia sudah datang sendiri ke Kantor Disnakertrans Mura untuk mengambil honor bekerja sejak 17 Juli 2017 lalu. Ardiansyah (38), suami Dahlia yang juga guru pada sekolah yang sama […]

  • Ancam Petugas dengan Senpira, Kaki Pengedar Narkoba di Pelor

    • calendar_month Sel, 20 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MURATARA- Kaki kanan Redis Fanbher (34) terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas. Pasalnya saat akan diringkus oleh tim operasional Sat Res Narkoba Polres Musi Rawas, Senin, (19/03) sekitar pukul 20.30 Wib, pengedar narkoba jenis sabu ini melakukan perlawanan dan berusaha menembak petugas menggunakan senjata api rakitan (Senpira) jenis pistol. Warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang […]

  • Ibu Negara Kampanye Pola Asuh Berbasis Karakter kepada Masyarakat Toba Samosir

    • calendar_month Rab, 18 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    IBU Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah yang ada di Provinsi Sumatra Utara, Selasa, 17 April 2018. Dalam kunjungan kerja kali ini, Ibu Iriana didampingi sejumlah istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK). Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Ibu Iriana beserta rombongan […]

  • KPK Diminta Tidak Buat Pernyataan Berpotensi Gaduh

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Achmad Baidowi menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya tidak menyampaikan pernyataan yang berpotensi membuat gaduh, kegelisahan dan kecurigaan dikalangan masyarakat. “KPK bilang ada beberapa calon kepala daerah yang berpotensi menjadi tersangka. Ini kok seperti kata pengamat, seharusnya KPK tidak usah seperti itu, sehingga dapat menyebabkan kegaduhan,” kata Baidowi […]

  • UMKM Diminta Kembangkan Usaha Jelang Asian Games

    • calendar_month Sen, 13 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki minta kepada pengusaha mikro kecil dan menengah di daerah itu untuk mengembangkan usahanya menjelang Asian Games 2018. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat diperlukan saat pesta olahraga internasional mendatang, sehingga itu perlu dikembangkan, kata Wagub saat menerima pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Pimpinan Pendidik Pelatihan dan […]

expand_less