Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Parlemen Indonesia dan Asia Pasifik Tolak Keputusan Trump

Parlemen Indonesia dan Asia Pasifik Tolak Keputusan Trump

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 27 Mar 2018
  • visibility 97

Anggota Delegasi DPR RI Bara Krishna Hasibuan dalam sidang Inter Parliamentary Union (IPU), menjelaskan bahwa Parlemen Indonesia dan Asia Pasifik pada dasarnya mengecam keras keputusan Presiden Amerika Serikat Donald John Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memberikan dukungan kepada Palestina dalam membela hak-hak dasar mereka, termasuk hak atas Yerusalem.

“Resolusi itu juga menegaskan bahwa keputusan unilateral terkait Yerusalem bertentangan dengan berbagai resolusi PBB dan hukum internasional,” tegas Bara saat menghadiri pembahasan draf resolusi terkait keputusan Amerika Serikat soal pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel di Jenewa, Swiss, Senin (26/3/2018).

Legislator daerah pemilihan Sulut itu mengungkapkan, delegasi DPR terplih sebagai anggota Drafting Committee on Emergency Item mewakili parlemen dari kelompok negara Asia-Pasifik. Draf itu secara khusus membahas respons IPU atas keputusan AS, mengenai status Jerusalem dan hak-hak dasar bangsa Palestina. Bara mengatakan, ada total 5 poin dalam preambule dan 10 poin dalam resolusi tersebut.

“Saya merasa terhormat dapat mewakili parlemen Asia Pasifik dan Indonesia, khususnya dalam penyusunan resolusi ini. Hal tersebut menunjukkan pengakuan dunia internasional atas peran strategis Indonesia dalam menyelesaikan berbagai permasalahan global,“ ungkap polisi PAN ini.

Bara menjelaskan, Parlemen Indonesia merupakan anggota IPU yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina, Indonesia juga memiliki kewajiban untuk terlibat aktif dalam penyusunan draf resolusi IPU yang menegaskan penolakan atas keputusan AS soal Yerusalem.

Hal lain yang juga tak kalah penting adalah, drafting committee ini juga menerima usulan Indonesia yang disampaikan Bara, yaitu mendorong Israel dan Palestina untuk kembali melakukan proses perdamaian melalui kerangka internasional demi tercapainya solusi two state berdasarkan batas-batas wilayah yang berlaku sebelum terjadinya perang antara Israel dan negara-negara Arab pada tahun 1967.

“Diterimanya usulan ini merupakan kontribusi konkret Indonesia dalam mendorong parlemen-parlemen sedunia untuk bersatu dan mencari solusi permanen demi tercapainya penyelesaian masalah status Palestina, khususnya Yerusalem, secara komprehensif,” imbuh Bara. (eko/sf–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lowongan Tenaga Teknik di BUMN

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    DIBUTUHKAN SEGERA Kami perusahaan konsultan BUMN, membuka kesempatan untuk bergabung bagi para Tenaga Teknik yang berkompeten, serta  memiliki integritas dan dedikasi yang tinggi dalam bekerja untuk ditempatkan di wilayah seluruh Indonesia. dengan Kualifikasi yang dibutuhkan serta Persyaratan sebagai berikut : Kualifikasi : Pria / Wanita Pengalaman Kerja Memiliki pengalaman dibidang Perencanaan/Pengawasan/MK Pembangunan Gedung/Rumah sakit/Stadion olahraga Persyaratan : Construction Manager (code : MK 1)               Pendidikan : S1 […]

  • Bawaslu Mura Desak Revisi UU Pilkada 2020

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Lantaran dianggap banyak yang keliru, terkait telah diterbitkannya peraturan KPU No.15 tahun 2019 yang mengatur tahapan program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Serentak tahun 2020. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas (Mura), mendesak Pemerintah segera lakukan revisi Undang-Undang tersebut. Pernyataan itu disampaikan, Kordinator Divisi Hukum Penidakan Pelanggaran dan […]

  • Inilah Wacana Ketua DPR tentang Satu Desa Satu Advokat

    • calendar_month Kam, 11 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Program satu desa satu advokat mulai diwacanakan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo untuk membantu mengadvokasi warga desa dari masalah hukum. Ini dipandang penting, seiring bergulirnya dana desa sebesar Rp1 miliar per desa. Banyak persoalan hukum yang mungkin muncul dari pengelolaan dana desa tersebut. Wacana ini ia sampaikan usai menerima delegasi pengurus Kongres […]

  • Presiden Apresiasi Kemenperin Sigap dan Serius Susun Peta Jalan Industri

    • calendar_month Rab, 4 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo memberikan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian yang telah sigap dan serius menyiapkan roadmap (peta jalan) implementasi Industri 4.0 untuk diterapkan di Tanah Air yang akan lebih dikenal dengan sebutan Making Indonesia 4.0. Peta jalan ini akan menjadi suatu landasan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang. “Selain menciptakan lapangan kerja baru, implementasi Industri 4.0 […]

  • Buku ‘Sadar Kaya’ : Magnet Hidup

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Pertanyakan Keyakinan Anda DALAM dunia fisika ada hukum daya tarik yang kita kenal dengan istilah magnet hidup. Nah, anda adalah magnet hidup, dan pikiran anda adalah motornya. Artinya, anda akan menarik orang-orang, peluang-peluang, dan keadaan yang serasi dengan pemikiran-pemikiran dominan anda ke dalam kehidupan anda. Intinya, semua yang […]

  • Lahan Kelapa Sawit PT BSS Diduga tanpa izin

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindepemden.com – Diduga PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Nibung dan Bingin Teluk membuat lahan perkebunan Kelapa sawit tanpa. Izin yang dikantongi PT BSS adalah izin pengelolaan Hutan Tanaman Industri, seperti yang diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Bingin Teluk, Firdaus (36) kepada Jurnalindependen.com, Jum’at (17/05/2015). “Kami pernah mempertanyakan kepada pihak […]

expand_less