Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Kisah Inspiratif: Pedagang Es Teh Ini Punya Networth Rp69,7 Triliun hingga Lini Bisnisnya Merambah Sampai 90 Negara!

Kisah Inspiratif: Pedagang Es Teh Ini Punya Networth Rp69,7 Triliun hingga Lini Bisnisnya Merambah Sampai 90 Negara!

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 6 Des 2024
  • visibility 295

Jurnalindependen.com – Sebagian orang memilih bisnis jualan es teh sebagai minuman yang menjamur di kalangan masyarakat.

Tidak sedikit konglomerat yang sukses berjualan es teh hingga melegenda di Indonesia. Tapi tidak semua pedagang es teh berhasil menjual produk unggulan mereka sedari awal merintis bisnis.

Salah satu produk yang terbukti sukses mendulang keuntungan berbisnis es teh, adalah Teh Pucuk Harum.

Produk bisnis minuman yang berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan dan minuman, Mayora.

Lantas, siapakah sosok di balik Teh Pucuk Harum yang terkenal di dunia bisnis jualan minuman di Indonesia? Berikut ini kisah inspiratifnya.

Teh Pucuk Bukan Satu-Satunya yang Populer

Pengusaha di balik kesuksesan Mayora menciptakan produk Teh Pucuk Harum itu bernama Jogi Hendra Atmadja.

Hendra lahir di Jakarta pada tahun 1946, berasal dari keluarga keturunan Tionghoa yang memiliki latar belakang bisnis rumahan.

Keberhasilan Hendra dalam membangun bisnis es teh dan berbagai produk makanan dan minuman itu juga menciptakan lapangan kerja bagi ribuan karyawan dan menginspirasi bagi para pengusaha muda di Indonesia.

Berdasarkan situs resminya, Teh Pucuk Harum diluncurkan pada tahun 2011 lalu. Teh Pucuk Harum bersaing dengan produk lainnya seperti Teh Botol Sosro maupun Teh Gelas.

Namun, Hendra tidak hanya berjualan produk es teh, ada juga merek-merek jajanan yang terkenal seperti Kopiko dan Biskuit Roma. Terkini, Hendra masih menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mayora Indonesia.

Perusahaan itu juga diwariskan kepada tiga anaknya yang duduk di kursi direksi, yakni Andra Sukrendra Atmadja, Hendarta Atmadja, dan Wardhana Atmadja.

Awal Berbisnis pada Era 70-an

Kesuksesan konglomerat ini bermula saat mendirikan PT Mayora Indonesia pada 17 Februari 1977 lalu.

Hendra bersama dua rekannya, Darmawan Kurnia dan Raden Soedigdo membangun PT Mayora Indonesia di Jakarta dengan mengoperasikan pabrik pertamanya di Tangerang, Banten.

Sebelum Teh Pucuk Harum, Biskuit Roma adalah produk jagoan perusahaan yang dibangun oleh Hendra.

Pada tahun 1980, PT Mayora Indonesia meluncurkan permen kopi pertama di Indonesia, Kopiko yang langsung mencuri hati konsumen.

Kemudian, merek-merek produk makanan dan minuman yang dijual oleh perusahaan Hendra itu adalah Beng-beng, Astor, Choki-choki, hingga Torabika.

Setiap kali meluncurkan produk makanan atau minuman baru, perusahaan itu selalu menggaungkan slogan ‘Satu Lagi dari Mayora’.

Tinggalkan Profesi Dokter Demi Jualan Es Teh

Paling menarik dari kisah Hendra adalah tentang caranya membangun bisnis dari usaha biskuit rumahan hingga produk es teh.

Pendiri PT Mayora Indonesia ini merupakan konglomerat yang berlatar belakang pendidikan kedokteran.

Dalam perjalanan kariernya, Hendra cenderung memilih mengembangkan produksi biskuit skala kecil menjadi perusahaan yang memproduksi berbagai berbagai jenis makanan ringan dan minuman yang kini dikenal luas.

Keinginan Hendra untuk menghadapi dunia bisnis kini tampaknya membuahkan hasil yang positif.

Sebab, bisnis rumahan yang dijalankan Hendra kini menjadi perusahaan yang berskala internasional yang merambah hingga 90 negara.

Konglomerat dengan Networth Rp69,7 Triliun

Dilansir dari Forbes, Hendra masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2023 lalu.

Secara lebih rinci, pendiri PT Mayora Indonesia itu menduduki peringkat ke-11 dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Forbes mencatat kekayaan bersih (networth) yang dimiliki oleh Hendra mencapai 4,4 miliar dolar atau Rp69,7 triliun.

Dalam dunia bisnis internasional, Hendra dikenal sebagai pebisnis makanan dan minuman yang berbasis di Jakarta. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Lantik Dubes RI untuk Afrika Selatan dan Anggota KPPU

    • calendar_month Kam, 3 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Afrika Selatan, merangkap Kerajaan Lesotho, Kerajaan Swaziland dan Republik Botswana, berkedudukan di Pretoria, Salman Al Farisi, S.E., M.A. pada Rabu, 2 Mei 2017. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta. Pengangkatan dirinya sebagai duta besar tertuang […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Dana Desa 2019 Naik, Ini Catatan Mendes PDTT

    • calendar_month Sel, 20 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, anggaran dana desa tahun 2019 akan ditingkatkan Rp25 Triliun dari Rp60 Triliun menjadi Rp85 Triliun. Dengan catatan, dana desa yang telah dikucurkan sebelumnya dilaksanakan dengan baik, tidak menimbulkan masalah, dan kepala desa harus benar-benar siap. Hal tersebut disampaikan saat melakukan dialog interaktif […]

  • Habibullah : Wartawan Tidak Perlu Tahu Anggaran Paskibraka

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Kepala Seksi (Kasi) Kepemudaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Habibullah mengatakan wartawan tidak perlu tahu anggaran kegiatan Paskibraka. “Untuk global dana anggaran Kegiatan Paskibraka, tidak perlu tahu,” ujar Habibullah yang juga selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Paskibraka, Selasa (10/09). Sementara, Masyarakat Pemantau Kebijakan dan Keuangan Daerah […]

  • Terakhir, Distribusi Sembako Tahap Tiga di Dua Kecamatan

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Pembagian sembako tahap ketiga untuk dua Kecamatan yakni Kecamatan Timur l dan ll telah dilaksanakan yang di koordinir Danramil 406-08/Lubuklinggau Kapten Inf Welly Edward Roni, Kamis (4/6/2020). Distribusi ini merupakan distribusi terakhir untuk tahap ke tiga. Pembagian sembako masih dilakukan dengan cara dor to dor untuk menghindari kerumunan masyarakat. Distribusi sembako tahap […]

  • Warga – Pemprov Sepakati Tunda Eksekusi Lahan Pembangunan UIN

    • calendar_month Kam, 1 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Palembang, Jurnalindependen.com — Penghancuran terhadap 117 bangunan rumah warga di Lokasi Pembangunan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Jakabaring Palembang, diwarnai kerusuhan antara warga dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) (01/10/2015) Julius, Ketua Pemuda Panca Marga Sumsel  yang diberi Kuasa oleh warga  yang menempati lahan UIN tersebut sudah sepakat dengan PP, UIN dan […]

expand_less