Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Kisah Inspiratif: Pedagang Es Teh Ini Punya Networth Rp69,7 Triliun hingga Lini Bisnisnya Merambah Sampai 90 Negara!

Kisah Inspiratif: Pedagang Es Teh Ini Punya Networth Rp69,7 Triliun hingga Lini Bisnisnya Merambah Sampai 90 Negara!

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 6 Des 2024
  • visibility 217

Jurnalindependen.com – Sebagian orang memilih bisnis jualan es teh sebagai minuman yang menjamur di kalangan masyarakat.

Tidak sedikit konglomerat yang sukses berjualan es teh hingga melegenda di Indonesia. Tapi tidak semua pedagang es teh berhasil menjual produk unggulan mereka sedari awal merintis bisnis.

Salah satu produk yang terbukti sukses mendulang keuntungan berbisnis es teh, adalah Teh Pucuk Harum.

Produk bisnis minuman yang berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan dan minuman, Mayora.

Lantas, siapakah sosok di balik Teh Pucuk Harum yang terkenal di dunia bisnis jualan minuman di Indonesia? Berikut ini kisah inspiratifnya.

Teh Pucuk Bukan Satu-Satunya yang Populer

Pengusaha di balik kesuksesan Mayora menciptakan produk Teh Pucuk Harum itu bernama Jogi Hendra Atmadja.

Hendra lahir di Jakarta pada tahun 1946, berasal dari keluarga keturunan Tionghoa yang memiliki latar belakang bisnis rumahan.

Keberhasilan Hendra dalam membangun bisnis es teh dan berbagai produk makanan dan minuman itu juga menciptakan lapangan kerja bagi ribuan karyawan dan menginspirasi bagi para pengusaha muda di Indonesia.

Berdasarkan situs resminya, Teh Pucuk Harum diluncurkan pada tahun 2011 lalu. Teh Pucuk Harum bersaing dengan produk lainnya seperti Teh Botol Sosro maupun Teh Gelas.

Namun, Hendra tidak hanya berjualan produk es teh, ada juga merek-merek jajanan yang terkenal seperti Kopiko dan Biskuit Roma. Terkini, Hendra masih menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mayora Indonesia.

Perusahaan itu juga diwariskan kepada tiga anaknya yang duduk di kursi direksi, yakni Andra Sukrendra Atmadja, Hendarta Atmadja, dan Wardhana Atmadja.

Awal Berbisnis pada Era 70-an

Kesuksesan konglomerat ini bermula saat mendirikan PT Mayora Indonesia pada 17 Februari 1977 lalu.

Hendra bersama dua rekannya, Darmawan Kurnia dan Raden Soedigdo membangun PT Mayora Indonesia di Jakarta dengan mengoperasikan pabrik pertamanya di Tangerang, Banten.

Sebelum Teh Pucuk Harum, Biskuit Roma adalah produk jagoan perusahaan yang dibangun oleh Hendra.

Pada tahun 1980, PT Mayora Indonesia meluncurkan permen kopi pertama di Indonesia, Kopiko yang langsung mencuri hati konsumen.

Kemudian, merek-merek produk makanan dan minuman yang dijual oleh perusahaan Hendra itu adalah Beng-beng, Astor, Choki-choki, hingga Torabika.

Setiap kali meluncurkan produk makanan atau minuman baru, perusahaan itu selalu menggaungkan slogan ‘Satu Lagi dari Mayora’.

Tinggalkan Profesi Dokter Demi Jualan Es Teh

Paling menarik dari kisah Hendra adalah tentang caranya membangun bisnis dari usaha biskuit rumahan hingga produk es teh.

Pendiri PT Mayora Indonesia ini merupakan konglomerat yang berlatar belakang pendidikan kedokteran.

Dalam perjalanan kariernya, Hendra cenderung memilih mengembangkan produksi biskuit skala kecil menjadi perusahaan yang memproduksi berbagai berbagai jenis makanan ringan dan minuman yang kini dikenal luas.

Keinginan Hendra untuk menghadapi dunia bisnis kini tampaknya membuahkan hasil yang positif.

Sebab, bisnis rumahan yang dijalankan Hendra kini menjadi perusahaan yang berskala internasional yang merambah hingga 90 negara.

Konglomerat dengan Networth Rp69,7 Triliun

Dilansir dari Forbes, Hendra masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2023 lalu.

Secara lebih rinci, pendiri PT Mayora Indonesia itu menduduki peringkat ke-11 dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Forbes mencatat kekayaan bersih (networth) yang dimiliki oleh Hendra mencapai 4,4 miliar dolar atau Rp69,7 triliun.

Dalam dunia bisnis internasional, Hendra dikenal sebagai pebisnis makanan dan minuman yang berbasis di Jakarta. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 72 Tahun Kita Merdeka Masih Berjuang Melawan Musuh

    • calendar_month Sel, 15 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA – “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Begitu salah satu pesan Presiden I Republik Indonesia Soekarno kepada penerus bangsa, yang masih relevan hingga saat ini. Post Views: 449

  • Bocah Tenggelam di Sungai Lakitan ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Muara Nilau

    • calendar_month Kam, 19 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Pencarian hari kedua oleh team SAR gabungan terhadap Novri (12), bocah yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lakitan Desa Karang Panggung Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas membuahkan hasil. Novri ditemukan di perairan sungai di Desa Muara Nilau Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas atau sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian sekitar pukul 10.37 Wib […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp 47,-/kg Senin 04 Oktober 2021

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 04 OKTOBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 20.215,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 14.151,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 12.129,-/kg Baca : Harga Emas Hari ini, UBS dan Antam ‘Naik’, 2 Oktober 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 10.108,-/kg 5. KKK […]

  • Menaker: PP Pengupahan tak akan Reduksi Peran Dewan Pengupahan

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    JAKARTA–Menteri Ketenagakerjaan (Kemenaker) Hanif Dhakiri menyatakan Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2015 tidak akan mereduksi peran Dewan Pengupahan. Hal tersebut baginya adalah ketakutan yang berlebihan. “Justru PP ini sifatnya memberi panduan bagi dewan pengupahan. Sebab dulu paramater menentukan upah kan samar samar,” jelasnya di Kantor Kemenaker, Selasa (27/10). Ia mengatakan struktur skala upah akan […]

  • Pengamat : Pilkada Serentak Sebaiknya Ditunda

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengamat politik Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow menilai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Desember mendatang sebaiknya ditunda menjadi tahun depan. Alasan itu ia yakini bila melihat adanya fenomena pasangan calon tunggal di beberapa daerah. Bahkan, satu daerah, yakni Bolaang Mongondo Timur yang berada di Provinsi Sulawesi Utara, tidak memiliki satupun pasangan calon untuk […]

  • Rapat Paripurna DPRD Mura – Mendengar Pendapat Akhir Bupati, Sekaligus Pengambilan Keputusan

    Rapat Paripurna DPRD Mura – Mendengar Pendapat Akhir Bupati, Sekaligus Pengambilan Keputusan

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) melaksanakan Rapat Paripurna dalam rangka mendengarkan hasil pembahasan Komisi-Komisi DPRD terhadap Nota Keuangan. Sekaligus menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun anggaran 2022 dan Pengambilan Keputusan DPRD serta mendengar pendapat akhir Bupati Kabupaten Mura kemarin (9/9). Dalam agenda […]

expand_less