Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Sidak Komisi II, Pemkab Mura Dinilai Tidak Tegas Tangani Lahan Peti Kemas

Sidak Komisi II, Pemkab Mura Dinilai Tidak Tegas Tangani Lahan Peti Kemas

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 26 Jan 2020
  • visibility 68

MUSI RAWAS – | Komisi II DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura) melakukan sidak ke lahan peti kemas kelapa sawit yang dikelola PT AKL di atas tanah milik Pemkab Mura seluas 20,2 hektar Jum’at,(24/01/2020).

Sidak tersebut sekaligus memenuhi janji Komisi II dalam rapat dengan eksekutif, 17 Januari lalu. Mereka berjanji akan turun melakukan crosschek lahan peti kemas agar persoalannya lebih jelas.

Sidak Komisi II ini dipimpin oleh Ketua Komisi II Yani Handika Saputra, Ali Udin dan Imron membidangi  perkebunan, dan sejumlah anggota DPRD lainnya.

Selain itu, perwakilan dari Pemkab Mura, yaitu Dinas Perkebunan, Dinas Perhubungan dan Tata Pemerintahan (Tapem) ikut mendampingi sidak tersebut.

“Kami turun ke lapangan untuk melihat kondisi PT AKL yang sudah menjadi perhatian Komisi II,” beber Yani Yandika.

Bahkan saat sidak tersebut, anggota Komisi II tidak bisa menutupi rasa geramnya tatkala mengetahui tanah tersebut belum diserahkan ke Pemkab Mura.

“Ini lahan milik Pemkab Mura, bukan PT AKL yang saat lahan sudah jadi kebun sawit,” ujar Yani Yandika. Dia juga menyebut Pemkab Mura tidak tegas menangani persoalan ini dan berlarut-larut.

Bahkan saat rapat dengan eksekutif, 17 Januari lalu, jika persoalannya berlarut-larut dan tidak bisa dituntaskan Pemkab, Komisi II akan membawa persoalannya ke ranah hukum.

Karena itu kepada Eksekutif, terutama Dinas Perhubungan dan Dinas Perkebunan agar secepatnya melengkapi berkas agar Komisi II bisa mencari tahu penyebab persoalan lahan peti kemas tak kunjung selesai.

Sementara pihak AKL saat diminta tanggapannya, Kastanto, mengaku bukan sebagai pimpinan.

“Persoalan lahan peti kemas silahkan tanya kepada pimpinan. Kami bagian lapangan, bukan teknis. Kami hanya diperbantukan, lantaran beliau cuti. Kamilah yang mendampingi anggota dewan,” jelasnya yang turut Sidak.

Sementara Efendi, Ketua LSM Yayasan Pucuk yang juga turut Sidak menyebut pengadaan lahan aset Pemkab Mura mencapai sekitar 7 tahun. Kasusnya diduga melibatkan beberapa oknum pejabat, baik di jajaran Pemkab hingga oknum kepala desa setempat.

“Kami menduga oknum tersebut terlibat dugaan jual beli lahan, dugaan setoran haram dari perusahaan ke para oknum. Kami dalam waktu dekat akan melaporkan dugaan pidana ke penegak hukum,” tutur Efendi. | sumber : tabloidskandal.com

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDNRI Minta Pemkab Mura Dapat Lebih Tegas Tindak PT Lonsum

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Banyak sengketa lahan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang belum terselesaikan hingga kini, pihak Pemkab Mura  kami nilai tidak serius untuk membela hak-hak rakyat kecil, seperti yang disampaikan Ketua Perkumpulan Pemantau Dana Negara Republik Indonesia (PDNRI), Ahmad Rudi ketika dihubungi di Palembang, siang tadi, Senin (22/06/2015). Ahmad Rudi mencontohkan sengketa lahan perkebunan […]

  • Proyek Rehab Median Jalan Pasca Diberitakan Baru Pasang Plang Merk

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Kontraktor Proyek rehab median jalan di kawasan Agropolitan Center Muara Beliti pasca diberitakan tanpa plang merk, terpantau sudah dipasang pada Senin (08/07). Ketua LSM Kriksi Kabupaten Musi Rawas, Jhonsoni mengatakan setiap proyek pemerintah harus transfaran ke masyarakat dibuktikan dengan pemasangan plang merk proyek. “Syukur kalau sudah dipasang plang merk, setidaknya masyarakat […]

  • Bupati Mura Buka Pengundian Gebyar Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud menghadiri Gebyar Undian Vaksinasi Covid-19 di Desa Wonosari Kecamatan Megang Sakti, Rabu (27/07/2022). Gebyar vaksin ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Musi Rawas bersama Polres Musi Rawas dan Badan Intelijen Negara (BIN) Musi Rawas. Menurut Bupati, Gebyar Undian Vaksin Covid-19 ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan […]

  • Gubernur Sebut Sumsel Masih Zero Karhutla

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Sampai saat ini kondisi Sumatera selatan (Sumsel) masih kondusif tidak terpantau asap, baik secara visual maupun melalui pantauan satellite yang dirilis oleh Asean Specialised Meteorogical Center (ASMC). Itu titik asap sementara yang dimaksud mungkin titik hotspot, kalau saat ini titik hotspot masih fluktuatif belum ada peningkatan yang signifikan. Yang dapat kita pantau […]

  • Mekanisme Pencegahan Harus Lebih Dikedepankan Dibanding Penindakan

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota tim kunjungan kerja Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mengatakan, Operasi Tangkap Tangan atau OTT yang kerap dilakukan oleh KPK merupakan diksi hukum yang mempunyai definisi sangat jelas terkait tugas pokok, fungsi dan kewenangan KPK. Akan tetapi, menjadi tidak elok jika OTT dilakukan bukan berdasarkan posisi tertangkap tangan melainkan dijebak atau sudah […]

  • Minim Fasilitas, Sulit Tingkatkan Pengunjung Gua Putri

    • calendar_month Sel, 28 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    BATURAJA – Objek wisata alam Gua Putri yang terletak di desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) minim fasilitas permainan. Dampaknya objek wisata terkenal dengan legenda kisah putri dayang merindu dan serunting sakti inipun sepi pengunjung. Hal ini diakui oleh, Kordinator Pengelola Gua Putri, Sarip Doman saat dibincangi wartawan belum lama ini. Ia […]

expand_less