Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pemerintahan » Cerita Presiden Soal Papua hingga Diaspora

Cerita Presiden Soal Papua hingga Diaspora

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 20 Mar 2018
  • visibility 127

“Bapak Presiden, apa yang menjadi motivasi Bapak sehingga begitu sering datang ke Papua?” Pertanyaan itu dilontarkan Fransiscus Orlando, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) asal Papua yang tinggal di Selandia Baru saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan para WNI di Amopura Gathering, Museum Te Papa, pada Senin 19 Maret 2018.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menjawab bahwa sebagai seorang pemimpin, ia ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat dan infrastruktur di sana, tidak hanya dari laporan saja. Menurutnya, Indonesia bagian timur terlalu lama dilupakan dan kurang diperhatikan.

“Satu setengah bulan setelah dilantik, saya langsung terbang ke Papua. Sampai saat ini sudah tujuh kali saya datang ke Papua dan merupakan provinsi paling sering saya kunjungi. Padahal Jakarta ke Papua butuh 6 jam. Tapi ini wilayah NKRI yang harus diperhatikan,” ujarnya disertai tepuk tangan seluruh WNI yang hadir.

Presiden pun berbagi cerita dan pengalamannya ketika melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah tertinggal di Indonesia. Salah satunya saat ia berkunjung ke Kabupaten Nduga di Papua.

“Waktu itu oleh Panglima saya tidak diperbolehkan karena itu daerah paling rawan. Saya terbang ke sana naik heli karena memang dari Wamena saja ke Nduga butuh 4 hari 4 malam berjalan di tengah hutan. Di Kabupaten Nduga itu aspal satu meter saja tidak ada. Inilah yang membuat saya sedih sekali. Inilah motivasi saya. Agar infrastruktur dan SDM sama dengan provinsi-provinsi lainnya,” ujar Presiden.

Selain Fransiscus Orlando, ada dua orang lain yang juga mengajukan pertanyaan kepada Presiden. Salah satunya adalah Reza Abdul Jabar, seorang petani sukses yang kini memiliki 800 hektar lahan pertanian di provinsi terbesar di Selandia Baru, dan sekitar 2.000 ekor sapi.

“Ada amanat dari diaspora Selandia Baru perihal bagaimana kami menghadapi generasi kedua dan ketiga yaitu anak-anak kami yang berkeinginan mempertahankan status WNI-nya. Kami sedikit cemas. Padahal di sini banyak yang mahir yang sangat sayang apabila mereka terganjal untuk kembali ke tanah lahirnya atau tanah ayah ibunya. Jadi kami mohonkan solusi dan fasilitasi untuk masalah ini,” katanya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang juga hadir dalam acara tersebut dipersilakan oleh Presiden untuk menjawab langsung pertanyaan ini. Menlu mengatakan bahwa isu diaspora ini memang merupakan isu yang sedang didalami dan dikaji.

“Kita juga bekerjasama dengan para diaspora. Ada _working group_ mengenai masalah imigrasi, salah satunya kemungkinan dwi kewarganegaraan. Keputusan ini bukan keputusan mudah, perlu ada satu konsensus nasional sehingga semua pihak harus ditanya. Tapi paling tidak begini, nanti Pak Dubes akan sosialisasi kartu diaspora Indonesia, tujuan pemerintah adalah memfasilitasi WNI yang tinggal di luar negeri,” kata Menlu.

Penanya terakhir adalah Megan Collins, seorang warga Selandia Baru yang sempat tinggal lama di Indonesia dan jatuh cinta dengan Indonesia. Ia bertanya seputar masalah kebudayaan.

Presiden mengatakan bahwa DNA Indonesia ada di budayanya. Salah satu visi pemerintah dalam kebudayaan ke depan adalah membangun destinasi-destinasi wisata baru.

“Kita sedang dalam proses membuat 10 Bali baru. Ini akan kita selesaikan kemudian nanti akan menginjak ke 10 berikutnya. Kita ingin fokus di situ,” jawabnya.

Menurut Presiden, kebudayaan dan industri kreatif adalah salah satu kekuatan besar bangsa Indonesia. Semua provinsi mempunyai seni dan budaya yang berbeda beda.

“Ya inilah yang akan kita pakai sebagai sebuah kekuatan besar bangsa kita untuk bersaing dengan negara-negara lain. Kalau kita mau main di industri, kita sudah kalah jauh dengan Jepang, Jerman, dan Korea. Tapi kalau kita mainnya di sini, ada kemungkinan besar kita jadi pemain utama. Oleh karena itu saya mengajak bapak ibu untuk bekerja keras bersama-sama,” lanjutnya.

Acara bertemu dengan WNI ini adalah agenda terakhir dalam kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Selandia Baru. Selanjutnya, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan kembali ke Tanah Air.

Wellington, 19 Maret 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMAN 6 Sosialisasi Ujian Nasional Berbasis Komputer

    • calendar_month Kam, 19 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Menjelang Ujian Nasional 10 April 2017, SMAN 6 Lubuklinggau mengadakan Sosialisasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi wali murid kelas XII, Kamis (19/01/17) di Lab. Biologi SMAN 6 yang dihadiri 58 wali murid dari 176 peserta Ujian. Tujuan sosialisasi ini agar para orang tua siswa mengetahui bagaimana pelaksanaan Ujian tahun 2017 berbeda dengan […]

  • Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Publik Pemkab Mura Dinilai Masih Rendah

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Pelayanan Informasi dan dokumentasi di Pemkab Musi Rawas masih tergolong rendah, hal ini membuat kesulitan bagi masyarakat maupun Lembaga Masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pengawasan. Padahal informasi maupun pelayanan publik merupakan hak masyarakat yang sudah diatur dalam UU baik UU tentang Keterbukaan Informasi Publik maupun tentang Pelayanan Publik. Penelitian Jurnalindependen.com selama […]

  • Bupati dan FKPD Sepakat Jaga Kondusifitas Wilayah

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura, mengelar pertemuan bersama sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD). Pertemuan dilangsungkan di Kantor Bupati Muara Beliti, dipimpin langsung Bupati Mura H. Hendra Gunawan bersama Dandim 0406 MLM, Letkol Inf Aan Setiawan didampingi Kapolres Mura AKBP Suhendro dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)  Lubuklinggau Hj. Zairida SH beserta jajaran […]

  • Kegiatan Bulan Bhakti Pelunasan PBB Kota Lubuklinggau

    • calendar_month Sel, 2 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Kegiatan Bulan Bhakti Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tingkat Kota Lubuklinggau Tahun 2018 dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Selasa (02/10). Kegiatan dilaksanakan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya menghadirkan sejumlah wajib pajak di dalam wilayah Kota Lubuklinggau. Para wajib pajak terpilih diberikan penghargaan atas ketaatan membayar pajak sebagai kewajiban […]

  • Media dan Wartawan Berperan Penting di Era Kebebasan Informasi

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi kinerja wartawan yang bertugas sebagai pengurus Koordinatoriat Wartawan Parlemen, yang telah usai masa tugasnya pada periode ini. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh wartawan yang masih terus semangat bertugas, meski situasi saat ini masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19. “Saya berharap bahwa […]

  • SKPD Ditantang Terapkan Sistem Tunjangan Kerja

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Anggaran untuk tunjangan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan menurut suatu sumber dari kalangan PNS SKPD tidak sesuai, pasalnya tidak semua pegawai disana memegang jabatan dan auditor. “Tidak semua pegawai disana pegang jabatan dan auditor, ada yang cuma staf biasa tetapi dapat APIP, ini yang mengherankan. Belum lagi […]

expand_less