Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Publikasikan 50 Penyebar Paham Radikal, BIN Dikritik

Publikasikan 50 Penyebar Paham Radikal, BIN Dikritik

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 21 Nov 2018
  • visibility 134

WAKIL Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Badan Intelijen Negara (BIN) tidak melakukan pekerjaan publik seperti kegiatan melarang atau melakukan sesuatu.

Sebagai lembaga intelijen, BIN seharusnya menyampaikan informasi kepada satu orang, yakni Presiden. Hal itu terkait keterangan BIN yang menyebut ada 50 penceramah diduga menyebarkan paham radikal di 41 masjid.

“BIN itu kan single user, yang hanya bisa memberikan informasi kepada Presiden, bukan mengumbarnya ke publik,” tegas Fahri usai memimpin Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2018-2019 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11).

Informasi intelijen, ujar legislator dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, seharusnya dibisikkan ke telinga Presiden. Bilapun informasi penting dan harus diumumkan, maka pihak terkait lainlah yang melakukannya, seperti Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), kalau itu terkait dengan organisasi atau lain-lain.

“Sebab, hal itu membuat reputasi BIN sebagai lembaga intelijen turun. Jadi, BIN harus dijaga sebagai indra negara melalui Presiden dalam rangka menjaga dan melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,” ujar Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahateraan Rakyat (Korkesra) itu.

Sebelumnya, juru bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto mengungkapkan adanya 50-an penceramah yang menyebarkan paham radikal di 41 masjid. Bahkan pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), terhadap para penceramah tersebut.

Menurut Wawan ada tiga kategori radikal, yakni rendah, sedang, dan tinggi. “Kalau yang rendah, masih dalam kategori yang masih ditolerir nilainya. Kalau sedang sudah mulai mengarah ke kuning, kuning itu perlu disikapi lebih. Tapi yang merah artinya sudah parahlah, ini perlu lebih tajam lagi untuk bagaimana menetralisir keadaan,” jelas Wawan.

Ia menerangkan kategori tinggi atau merah itu sudah mendorong ke arah gerakan seperti simpati ke ISIS dan Marawi, serta membawa aroma konflik di Timur Tengah ke Indonesia. “Jadi mereka yang kategori ‘Merah’ mengutip ayat-ayat perang, misalnya. Sehingga menimbulkan pengaruh ke emosi, sikap, tingkah laku, opini, dan motivasi publik,” paparnya. (rnm/sf–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Hari ini, UBS ‘Turun’, Antam ‘Tetap’ – 28 September 2021

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Selasa (28/09/2021), di Pegadaian, cetakan Antam ‘Tetap’ dan UBS ‘Turun’. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp485.000,- turun Rp1.000,- dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp910.000,- juga turun Rp2.000,- dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram  […]

  • Bupati Minta OPD Terkait Segera Bentuk Tim Penyusun Perubahan RTRW Musi Rawas

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Mengenai Rencana Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Bupati Hi Ratna Machmud minta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera membentuk Tim Penyusun, sehingga masalah tata ruang yang ada di Mura dapat diselesaikan “Mulailah kita action, segera buat tim, secepat mungkin, sebagus mungkin, untuk untuk segera menyelesaikan RTRW Kabupaten […]

  • Jalan Objek Wisata Minim Perhatian

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Sejumlah warga di Kelurahan Sumber Harta, Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas (Mura), mengeluhkan kerusakan jalan yang terjadi persis di depan objek wisata Danau Aur. Warga mengaku sering terjadi kecelakaan tunggal karena adanya genangan air yang menutupi lobang di jalan sering mengganggu pengguna jalan. Post Views: 580

  • Bupati dan Jajaran Pemkab Mura Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Secara Virtual

    Bupati dan Jajaran Pemkab Mura Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Secara Virtual

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud dan Wakil Bupati Musi Hj. Suwarti bersama para Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Hendra Adi Kusuma, Rabu (16/8/2023) mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT RI Ke-78 Tahun 2023. Selain Pimpinan […]

  • Bahas Kerjasama, Pemkab Mura Undang Awak Media

    • calendar_month Rab, 14 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Guna membahas kerjasama dengan Pers, Pemkab Musi Rawas melalui Dinas Komunikasi, Informasi dan statistik (Kominfotik) mengundang para awak media di lingkungan Kabupaten Musi Rawas, Rabu (14/02) di Oproom Pemda, Air Kuti. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kominfotik, Bambang Hermanto mengatakan bahwa kerjasama yang telah terjalin dengan Pers akan tetap dilanjutkan tahun ini […]

  • Bupati Hendra Gunawan Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi 2018

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Rapat ini juga dihadiri ratusan kepala daerah dan perwakilan Bank Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia. Tema acara ini adalah “Mempercepat Pembangunan […]

expand_less