Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Soal Sengketa Lonsum dan LU2 Muara Rengas, Pemkab Mura Akan Tindak Tegas

Soal Sengketa Lonsum dan LU2 Muara Rengas, Pemkab Mura Akan Tindak Tegas

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 28 Apr 2015
  • visibility 101

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Sengketa lahan perkebunan PT Lonsum dengan masyarakat Transmigrasi Sisipan dan Desa Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan hingga kini belum tuntas. Beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) Sumatera Selatan telah membentuk Tim Adhoc untuk menyelesaikan masalah ini, namun hingga kini belum ada titik temu dengan pihak Lonsum.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Rawas, H Achmad Murtin menyampaikan dalam rapat dikantornya, Selasa (28/04/2015) bahwa dirinya yang telah ditunjuk Bupati menjadi Ketua Tim Adhoc dalam penyelesaian masalah ini telah beberapa kali mengundang PT Lonsum secara resmi namun tidak pernah datang.

“PT Lonsum sudah pernah diundang untuk menyelesaikan masalah ini namun tidak datang, nanti Kamis akan kita undang kembali bila masih tidak datang kami akan merekomendasikan ke Bupati Musi Rawas untuk mengambil tindkan tegas.

Kami bisa mengambil kesimpulan PT Lonsum tidak mau diajak untuk menyelesaikan permasalahan ini, tentu tindakan Pemkab Musi Rawas akan lain. Kami berharap Pemerintah Desa Muara Rengas dan masyarakat Transmigrasi Sisipan agar tetap menjaga suasana kondusif sampai masalah ini dapat diselesaikan,” harap Murtin.

Murtin menyampaikan berdasarkan keterangan Tim Teknis Adhoc bahwa mekanisme dalam proses perkebunan yang dilakukan Lonsum baik itu sebagian di Gunung Bais maupun Muara Rengas menyalahi aturan, bila diambil sesuai prosedur itu sudah melanggar hukum. Namun Pemkab Musi Rawas dapat mengambil langkah kebijakan kedepan agar semua prosedur perkebunan dipenuhi, sedangkan hak-hak rakyat tidak ditindas.

“Kalau kita kembalikan sesuai mekanisme, Lonsum jelas melanggar aturan. Tetapi kita bukan mencari siapa
salah, siapa benar, Tim Adhoc berada ditengah (tidak memihak) kita cari solusi supaya hak masyarakat terpenuhi, Lonsum tetap eksis sesuai aturan,” kata Murtin.

Sementara itu, Kades Muara Rengas yang hadir dalam rapat menyampaikan bahwa lahan LU2 Transmigrasi Sisipan di Desa Muara Rengas seluas 49,70 ha telah menjadi kebun Lonsum dan harus dikembalikan sebagai lahan milik masyarakat Transmigrasi bila tidak harus diganti rugi.

Kemudian 82,79 ha aset Desa Muara Rengas sudah jadi kebun Lonsum juga harus diganti, Lahan kosong yang masih ada untuk bisa dijadikan kebun plasma.

“Masalah ini telah berlarut-larut kami berharap Pemkab Musi Rawas dapat bertindak tegas terhadap Lonsum, kami khawatir nantinya masyarakat akan bertindak anarkis hingga terjadi pemortalan jalan Lonsum,” ungkap Kades Muara Rengas.

Sampai berita ini di upload pihak PT Lonsum belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi. (fs)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumber Harta Menangkan Lomba Asah Terampil KTNA Mura 2015 (Foto)

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Keterangan : Tim Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel meraih Juara I Lomba Asah Terampil Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Kabupaten Musi Rawas, disusul Tim dari Kecamatan TP Kepungut sebagai Juara II dan Tim Kecamatan Jayaloka sebagai Juara III, Rabu (02/09/2015) di Halaman Parkir Kantor Badan Penyuluh, Agropolitan Center Muara Beliti. (dok : […]

  • Wabup : Investor Tidak Ada HGU, Kami Usir

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Disinyalir ada perusahaan di Kabupaten Musirawas dari tahun 2010 hingga sekarang tidak miliki HGU, hal ini ditanggapi Wakil Bupati Musirawas, Hj Suwarti bahwa pihaknya akan mengusir perusahaan tersebut karena telah merugikan pemda dan masyarakat. “Perusahaan tersebut masih dalam proses pengurusan HGU,” kata Suwarti usai Sosialisasi PT Dapo Agro Makmur dan beberapa perusahaan […]

  • Jemput Bola, Dukcapil Tuntaskan 1.457 Warga Rekam KTPel

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Selama kurun waktu delapan bulan, petugas perekaman Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Mura berhasil menuntaskan 1.457 orang warga melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTPel). Langkah jemput bola sendiri, sebagai upaya mendorong tercapainya realisasi target cetak KTPel yang dicanangkan pemerintah. Kepastian itu disampaikan, Kepala Disdukcapil Mura Y Morri melalui Kabid Sistem […]

  • Bupati Minta Pj Sekda Segera Susun Kebijakan dan Bina OPD

    • calendar_month Sel, 8 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Mura, Hj Ratna Machmud minta Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru dilantik untuk dapat mengemban amanah untuk menyelesaikan tanggung jawab menyusun kebijakan dan membina hubungan bersama dinas dengan baik dan dapat memberi pelayanan untuk masyarakat yang lebih baik demi mewujudkan Musi Rawas Mantab. “Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada […]

  • Pembangun Desa Merupakan Lokomotif Perekonomian Rakyat

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA — Reshuffle Kabinet Kerja yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat ini harus dilihat sebagai sebuah evaluasi, di mana para menteri saat ini tidak mampu menggerakkan sektor ekonomi. Pasalnya, perlambatan ekonomi yang terjadi menjadi ‘tremor politik’ lantaran bidang ekonomi menjadi pusaran persoalan bangsa. Anggota Fraksi PDIP DPR Budiman Sudjatmiko mengakui, tidak ada pergerakan berarti dalam […]

  • Proyek Pengerasan Jalan Simpang Periuk Ditumbuhi Rumput

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Proyek Pengerasan Jalan Simpang Periuk 2017, Dinas PU Kota Lubuklinggau yang menelan dana miliaran rupiah, kondisinya kini sudah ditumbuhi rumput. “Proyek pengerasan jalan, ukuran panjang sekitar 500 m, lebar 8 m, senilai Rp 1,9 miliar baru selesai dikerjakan sekitar 2 bulan, hampir setiap badan jalan dilokasi tersebut sudah ditumbuhi rumput setinggi 40 sampai […]

expand_less