Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Peristiwa » Tujuh Langkah Atasi atasi Ransomeware WannaCry

Tujuh Langkah Atasi atasi Ransomeware WannaCry

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 15 Mei 2017
  • visibility 152

JAKARTA – Ahli Teknologi Informasi (TI) dan konsultan keamanan informasi Gildas Deograt Lumy menyarankan tujuh langkah darurat untuk mengatasi atau mencegah infeksi ransomeware bernama WannaCry pada server-server.

Gildas di Jakarta, Senin, mengatakan Indonesia ikut dihebohkan infeksi ransomeware hanya berselang satu hari setelah dunia dihebohkan dengan malware penyandera file dengan teknik enkripsi bernama WannaCry (WannaCrypt) tersebut.

“Cukup luar biasa karena biasanya serangan atau kejahatan siber membuat geger Indonesia setelah beberapa bulan atau beberapa tahun,” katanya.

Senior XecureIT Koordinator Komunitas Keamanan Informasi (KKI) itu menyarankan tujuh langkah darurat pencegahan infeksi server yakni pertama mengisolasi jaringan server (atau sistem spesifik lainnya seperti ATM, perangkat medis, dan lain-lain).

“Memutus koneksi Internet belum tentu cukup efektif, PC atau laptop pengguna yang berada di jaringan internal (LAN) seringkali sebagai pembawa bencana. Bahkan, laptop dukungan teknis milik penyedia jasa outsourcing seringkali yang mengubah mimpi buruk menjadi kenyataan,” katanya.

Maka kata dia, isolasi jaringan bisa dilakukan dengan melepas koneksi kabel LAN atau membatasi paket jaringan dengan firewall atau fungsi ACL (“access control list”) pada LAN switch jika ada.  

Langkah kedua yakni membackup seluruh file-file (yang dianggap penting) ke media penyimpan yang aman.

Jika memungkinkan backup ke media penyimpan yang memiliki fungsi read-only, seperti Tape Backup, DVD, dan SDCard.

“Fungsi read-only akan mencegah bencana jika tanpa sengaja media penyimpan tersebut terhubung ke sistem yang terinfeksi. Untuk mempercepat proses agar langkah pertama tidak terlalu lama, file-file bisa dicopy terlebih dahulu ke USB disk storage berkapasitas besar untuk kemudian dipindahkan ke media penyimpan read-only dengan komputer yang bersih dan terisolasi dari jaringan,” katanya.

Langkah pilihan kedua yakni melakukan OS level backup atau disk imaging yang dianggap penting dilakukan agar bisa dilakukan roll back jika sistem mengalami masalah setelah dipatch.

“Langkah ketiga yakni menginstal security patch MS17-010. Bisa dengan mengunduh patch secara manual dari https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx,” katanya.

Ia menyarankan agar sebelumnya dipastikan komputer pengunduh bersih dari malware kemudian tuliskan patch ke DVD Read-Only atau SDCard dan pastikan pasang di posisi read only setelah menyalin.

Selanjutnya DVD dengan Anti Virus yang telah terkinikan discan ulang dan jika memungkinkan dengan beberapa AV yang berbeda lalu install patch di server.

“Jika hanya terdapat koneksi USB, gunakan dongle USB-SDCard reader atau external USB DVD reader. Periksa kembali apakah patch sudah terpasang,” kata Gildas.

Langkah keempat yakni memperbaharui anti virus dan melakukan manual scanning karena tingkat keamanan (kedetilan pemeriksaan) real time scanning jauh lebih rendah dibanding manual scanning.

“Server hardening matikan fungsi jaringan dan uninstall komponen-komponen yang tidak dibutuhkan pada server. Contohnya SMS gateway yang tidak membutuhkan fungsi Client for Microsoft Network dan File and Printer Sharing for Microsoft Network, kedua fungsi tersebut dapat dimatikan melalui menu Adapter Settings,” katanya.

Hal ini kata dia, akan sangat membantu mengurangi risiko jika terdapat kelemahan-kelemahan baru pada fungsi/komponen tersebut.

“Tapi jangan pernah melakukan langkah kelima jika kita tidak benar-benar paham apakah fungsi tersebut digunakan dalam lingkungan sistem yang ada,” katanya.

Langkah keenam yakni melakukan hal yang sama pada setiap segmen jaringan komputer pengguna.

Langkah ketujuh yakni membuka kembali isolasi ke jaringan server secara bertahap.

“Langkah-langkah tersebut di atas dapat diuubah sesuai dengan situasi dan kondisi sistem yang digunakan. Saya tidak bisa memberikan jaminan apapun terhadap dampak yang muncul,” kata Mantan Ketua Tim Koordinasi dan Mitigasi, Desk Cyberspace Nasional, Kemenko Polhukam itu. (ant)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Formappi : MK BentengTerakhir Selamatkan Demokrasi

    • calendar_month Jum, 23 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    JAKARTA — Koodinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi benteng terakhir dalam menyelamatkan demokrasi masyarakat yang akan disandera oleh Undang-undang tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD (UU MD3). Hal ini karena MK merupakan lembaga yang bisa melakukan judical review (JR) seiring banyakya masyarakat sipil melakukan gugatan ke […]

  • Pengalihan Tata Kelola SMA dan SMK ke Provinsi Masih Bermasalah

    • calendar_month Sel, 20 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ada satu hal yang selalu menjadi permasalahan dan disoroti oleh anggota Komisi X DPR RI setiap melakukan kunjungan kerja ke dapil atau ke daerah-daerah, yaitu masalah pengalihan tata kelola SMA dan SMK dari kabupaten/kota ke provinsi. Meskipun secara kasat mata hal itu merupakan pembagian wewenang yang sangat bagus, akan tetapi dampak atau efeknya […]

  • Bupati Mura Apresiasi Penyelenggaraan Workshop Keuangan Desa

    • calendar_month Kam, 28 Jul 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud menyambut positif dilaksanakannya workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Kamis (28/07/2022). Bupati Ratna Machmud dalam sambutannya mengucapkan selamat mengikuti kegiatan workshop dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan pemerintah desa yang telah dilaksanakan selama ini, “Mari kita terus berkarya berkreasi dan […]

  • Azandri : Gusur Lahan Peti Kemas

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura), Azandri mengatakan mengenai sengketa lahan peti kemas, minta Pemerintah Kabupaten Mura segera gusur lahan yang dikuasai PT Agro Kati Lama (AKL). “Segera gusur lahan tersebut, karena itu sudah jelas milik Pemkab Mura. Tidak perlu adanya peta wilayah tersebut, yang mana milik Pemkab Mura gusur,” ungkap […]

  • Hafid – Destia Dinobatkan Sebagai Bujang Dehe Musirawas 2018

    • calendar_month Ming, 6 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Pemenang (BDMS) Bujang Dehe Musi Rawas Tahun 2018, berhasil di raih pasangan (BDMS) dengan No Urut 43, Hafid Kurniadi (21), dan No Urut 52, Destia Wulandari (19), dinobatkan sebagai pemenang Bujang Dehe Musirawas (BDMS) Tahun 2018. Kemenangan pasangan yang menyisihkan 26 finalis ini telah sukses mencuri hati dewan juri pada malam Grand […]

  • Presiden Ingatkan Penggunaan Dana Desa Harus Tepat Sasaran

    • calendar_month Sen, 22 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penggunaan dana desa harus tepat sasaran. Menurutnya, realisasi dana desa bukan perkara bagaimana anggaran dapat terserap 100 persen, namun harus berhasil memberikan manfaat untuk desa. Hal tersebut dikatakan Presiden Jokowi di hadapan sejumlah pejabat dan ratusan perangkat daerah saat membuka Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) […]

expand_less