Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Bisnis » Harga Karet di Musirawas Tembus Rp 9.000

Harga Karet di Musirawas Tembus Rp 9.000

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 8 Jan 2017
  • visibility 140

MUSI RAWAS – Memasuki minggu kedua Januari 2017, harga getah karet di wilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan terus bergerak naik. Karet yang ditimbang mengalami kenaikan Rp.8800-9000/kg dari minggu sebelumnya kenaikan minggu sebelumnya Rp.8200/kg, jenis karet serupa.

Salah satu petani Karet di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Jurik (50) menyambut baik kenaikan harga getah karet yang terjadi di dua pekan terakhir. Kenaikan harga karet ini membuat petani bergairah. Setidaknya sudah ada titik terang dari minggu ke minggu harga karet terus mengalami kenaikan. Hanya saja akhir-akhir ini produksI getah
karet masih sangat rendah dampak dari musim trek (musim pohon karet sedang berdaun).

“Kita sangat senang pak dengan kenaikan getah karet. Sehingga, dengan begitu maka memberikan semangat bagi para petani karet lainnya,”aku Jurik, saat diwancarai, Minggu (8/1).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kenaikan harga karet ini tentunya membuat para petani gembira. Mengingat, sebagian besar masyarakat yang ada di Mura menggantungkan kehidupannya sebagai petani karet.

“Kalau harga karet seperti ini dan terus naik kita tidak akan kesusahan pak. Sebab, bila harga karet murah otomatis perekonomian masyarakat juga turun karena tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya,”ungkapnya.

Senada disampaikan pemilik pool karet dikecamatan Tuah Negeri, Basar (40), kenaikan harga getah karet terus meningkat satu bulan terakhir. Dimana, untuk jenis getah karet bintik mencapai R.92 ribu/kg, tatal sedang (TS) Rp.96 ribu/kg dan tatal jarang (TJ) sebesar Rp.88 ribu/kg.

“Sudah satu bulan ini harga getah karet terus naik. Dari harga sebelumnya Rp.4500 /kg hingga saat ini tertinggi Rp.9600 /kg tergantung kualitas getah dari petani,”akunya.

DI EMPAT LAWANG pun mengalami kenaikan. Diawal tahun 2017 ini, tampaknya pemilik perkebunan sawit dan karet, di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, dapat bernafas dengan lega. Pasalnya, kedua jenis komoditas perkebunan tersebut, mengalami peningkatan harga hingga mencapai lebih dari 100 persen.

Jika sebelumnya, tandan buah segar (TBS) sawit hanya Rp4.00,- hingga Rp500,- per kilogram, kini sudah mencapai Rp1.050,- per kilogram, atau naik lebih dari 100 persen di tingkat petani.

Sementara komoditas perkebunan karet, harga karet beku (latek) di tingkat petani mengalami kenaikan, dari sebelumnya hanya Rp3.000,- hingga Rp4.000,- per kilogramnya, kini harga komoditas perkebunan itu dipatok pengepul Rp6.000,- hingga Rp8.000,- per kilogramnya.

Kondisi tersebut tentu saja membuat gairah para petani di kabupaten ini, mulai meningkat. Meski diakui angka kenaikan harga belum sepenuhnya yang diharapkan para petani di Empat Lawang, yakni di angka lebih dari Rp2.000,- per kilogramnya untuk TBS Sawit dan diatas Rp 10.000,- per kilogram untuk karet, namun sudah cukup
membuat para petani di kabupaten ini bernafas lega.

“Kalau harga sawit sekarang, Rp1.050,- per kilogram. Saya jualnya ke pengepul di Tebing Tinggi, sinilah. Ada kenaikan harga yang cukup signifikan dari sebelumnya, ya alhamdulillah, lumayanlah dibandingkan sebelum-sebelumnya,” ungkap Ponidi (56), salah seorang petani sawit warga Tebing Tinggi, saat dibincangi Harian Silampari,
Minggu (8/1).

Menurut dia, di Tebing Tinggi cuma ada satu pengepul TBS. Karena itu, dia tidak punya pilihan lain, untuk menjual hasil panennya. “Kalau di daerah lain, infonya sudah Rp1.800,- per kilogram. Tanggung bawa (hasil panen) ke daerah lain, sebab kebun saya tidak terlalu luas,” katanya.

Terpisah, Barno (57) salah seorang petani karet di Desa Mekar Jaya (3B) Kecamatan Tebing Tinggi, mengaku membawa karet hasil sadap anak buahnya, ke Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim, per 2 (dua) minggu sekali.

Menurut dia, kenaikan harga karet berdampak pada semangat anak buahnya, dalam melakukan penyadapan
karet di perkebunan karet miliknya.

“Ya, adalah dampak pada semangat para penyadap. Mereka lebih semangat dari pada sebelum ada kenaikan harga,” ujarnya.

Menurut dia, perkebunan karet miliknya mampu menghasilkan getah karet beku, sebanyak 3 ton per bulan. Dipilihnya Tanjung Enim untuk pemasaran karet dari perkebunannya, karena harga yang ditawarkan lebih baik ke timbang daerah lain. “Kalau dijual di pabrik, untuk kwalitas karet kita itu paling tinggi Rp10 ribu, makanya saya
jual ke Tanjung Enim, bukan di Linggau atau ke Jambi,” jelasnya.

Dia berharap, harga karet terus mengalami kenaikan, sebab hampir rata-rata warga di Empat Lawang, khususnya Kecamatan Tebing Tinggi, Talang Padang dan Kecamatan Saling, bergantung pada komoditas perkebunan karet.

“Sawit itukan baru di kalangan petani kita, saya sendiri belum miliki kebun sawit. Kalau karet, itu hampir rata-rata pekebun di daerah kita bergantung ke sana,” tukasnya. (HS-10/06-HarianSilampari)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Musi Rawas Targetkan Program Bedah 5000 Rumah

    • calendar_month Sen, 26 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Musi Rawas, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman setempat, menargetkan 5ribu unit rumah terealisasi dalam 5tahun untuk program bedah rumah bantuan dari Kementerian PU Perumahan Rakyat. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Mura melalui Kabid Perumahan Rakyat, Abu Hanifah saat dijumpai di perkantoran […]

  • Rata-rata Pertumbuhan PAD Musirawas 2010 – 2015

    Rata-rata Pertumbuhan PAD Musirawas 2010 – 2015

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Rata-rata pertumbuhan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Musirawas sebagai berikut : Post Views: 471

  • Melalui PERSSILAM FC, Bupati Berharap Sepak Bola Musi Rawas Makin Maju

    Melalui PERSSILAM FC, Bupati Berharap Sepak Bola Musi Rawas Makin Maju

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud menerima audiensi Pengurus Persatuan Sepakbola Silampari (PERSSILAM) Sumatera Selatan, di Pendopoan Rumah Dinas Bupati, Kamis (09/02/2023). Melalui audiensi ini, Bupati Ratna Machmud berharap olahraga sepak bola semakin maju di Kabupaten Musi Rawas. “Banyak pemain-pemain berpotensi di wilayah kita ini yang bisa memajukan persepakbolaan di Musi Rawas. […]

  • Pemkot Lubuklinggau Akan Salurkan 23 Ribu Sembako Untuk Masyarakat

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), telah menyiapkan bantuan sebagai upaya penanggulangan Covid-19 di Kota Lubuklinggau, Rabu (15/04). Walikota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe mengecek secara langsung bantuan yang akan dibagikan kepada orang miskin yang terkena dampak akibat bencana Covid-19 ini berupa 20 kg beras, 1 karpet […]

  • Presiden Jalan Kaki Bersama Duta Toleransi Muda Indonesia

    • calendar_month Sab, 17 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pagi ini, Presiden Joko Widodo melakukan jalan pagi di sekitar The Royal Botanical Garden, Sydney, Australia, pada Sabtu, 17 Maret 2018. Tak hanya didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dalam jalan pagi kali ini Kepala Negara juga mengajak sejumlah anak muda Indonesia untuk turut serta. Delapan belas pemuda yang tergabung dalam ‘Indonesia-Australia Youth Interfaith Dialogue’ […]

  • Kunker Walikota di Kabupaten Bintan

    • calendar_month Jum, 28 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BINTAN – Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe bersama Ketua DPRD Kota Lubuklinggau H Rodi Wijaya serta sejumlah Anggota DPRD dan OPD melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Kunjungan Kerja (Kunker) ini dilaksanakan dalam agenda untuk menambah wawasan mengenai pengelolaan potensi dan pengembangan destinasi wisata di Kota Lubuklinggau untuk meningkatkan Pendapatan Asli […]

expand_less