Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » 532 Rumah di Muara Kelingi Terendam Banjir

532 Rumah di Muara Kelingi Terendam Banjir

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2015
  • visibility 148

MUSI RAWAS,jurnalindependen.com –– Banjir tidak cuma melanda sebagian wilayah Kecamatan Tiang Pumpung Kepengut (TPK) dengan merendam 94 rumah ditiga desa. Banjir luapan sungai Kelingi juga mendera 216 rumah di Kelurahan Kelingi, 166 rumah di Desa Bingin Jungut, kecamatan Muara Kelingi dan 50 rumah di Desa Pulau Panggung Kecamatan Muara Kelingi, Senin (9/2).

Banjir yang menggenangi pemukiman warga, ketinggian air mulai dari batas paha sampai 2,5 meter. Kendati air sudah masuk kedalam rumah, masih banyak warga yang memilih menetap didalam rumah sampai air kembali surut.

Bahkan  beberapa warga masih melakukan aktivitas seperti biasa seperti membeli kebutuhan rumah tangga, namun sebagian warga memilih memakai biduk (perahu kayu) untuk hilir mudik. Selain itu, beberapa warga juga memilih berdiam diri dirumah. Banjir setidaknya hampir menenggelamkan langgar dan polindes.

Selain itu, banyak warga yang memilih mengungsi kerumah kerabatnya yang tidak terkena luapan air banjir. Bahkan, ruko yang berada di pasar kalangan Kelurahan Muara Kelingi milik Disperindagsar Kabupaten Musi Rawas (Mura), saat ini menjadi tempat pengungsian sebanyak 10 kepala keluarga.

Warga RT 3 Kelurahan Muara Kelingi, Cik Em, mengatakan, luapan air terjadi Senin (9/2) sekitar pukul 03.00. Air banjir masuk kedalam rumah secara berangsur-angsur, sehingga barang perabotan masih bisa terselamatkan. Sebab banjir yang terjadi merupakan musibah musiman yang tiap tahun terjadi.

“Sebagai antisipasi banjir musiman ini, sebagian barang sudah diamankan. Ketika luapan air mulai naik kita langsung mengungsi,”jelasnya.

Setelah rumahnya terendam banjir, dia bersama keluarganya langsung memilih mengungsi di ruko yang disediakan oleh pemerintah. Dan mulai menempati sampai air dirumahnya benar-benar surut.

“Saat ini rumah saya sudah terendam hingga 2,5 meter. Tempat saya  paling parah terkena banjir, karena kondisi rumah saya diapit dua sungai yaitu Musi dan Kelingi,” ungkapnya.

Terpisah , Camat Muara Kelingi Amir Hamzah menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinsos dan BPBD Kabupaten Mura . Selain itu telah melakukan inventarisir data bagi korban banjir yang rencananya akan diberikan bantuan.

Dia  menjelaskan, banjir tahunan seperti ini memang sering terjadi dan banyak warga sudah memaklumi. Walaupun sering menjadi korban banjir, pihaknya terus mencari solusi agar pemukiman penduduk tidak bisa terendam lagi.

“Kalau sungai Musi dan Kelingi meluap otomatis tiga wilayah itu banjir, karena memang rumahnya persis di pinggir sungai,” ungkapnya.

Apabila air banjir tak kunjung surut beberapa hari kedepan, pihaknya akan membuat tenda darurat atau dapur umum bagi warga dan pengungsi yang dipusatkan di pasar inpres tak jauh dari lokasi banjir.

“Kita telah siapkan ruko sebanyak 15 yang belum dipakai, tapi kebanyakan warga memilih bertahan di lantai dua rumahnya, karena rata-rata rumah disana berbentuk rumah panggung, tapi kejadian ini terus kita pantau,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Yamin Pabli saat meninjau lokasi banjir menerangkan, pihaknya sudah menyiapkan bantuan berupa makanan, namun masih menunggu rekomendasi dari Provinsi.
“Sudah kita beritahu beberapa wilayah di Mura terkena banjir, besok (hari ini) bantuan akan diberikan kepada warga melalui Lurah ataupun Kades, karena data korban berada dimereka,” terangnya.

Muara Lakitan Waspada Banjir

Sementara itu banjir yang mendera kecamatan Muara Kelingi, membuat warga yang tinggal di bantaran sungai Lakitan waspada banjir. Kenapa demikian, karena aliran sungai Kelingi arahnya menuju ke Sungai Lakitan. Dan ini sudah menjadi banjir tahunan.

Menurut inpormasi air sungai lakitan sudah mulai naik. Namun belum merendam  sebagian desa Di Kecamatan Muara Lakitan.

Camat Muara Lakitan, Adi Winata, mengatakan saat ini desa diwilayah Muara Lakitan belum ada yang terendam. Walaupun belum ada yang terendam, masyarakat sudah waspada banjir. “Biasanya setelah Muara Kelingi terendam banjir, giliran Muara Lakitan yang terendam banjir,”paparnya.

Balon Bupati Mura, H Achmad Murtin Bagikan Bantuan

Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Muara Kelingi dan sekitarnya mengundang perhatian bakal calon (Balon) Bupati Musi Rawas (Mura), H Achmad Murtin. Balon ini meninjau dan berbincang-bincang dengan masyarakat yang terkena banjir. Bahkan sebagai wujud kepeduliannya, ia memberikan bantuan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Murtin, menjelaskan ia merasa prihatin dengan apa yang menimpa masyarakat. Dan berharap kepada masyarakat banjir ini jangan dianggap musibah tetapi ambillah hikmahnya. (One)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • visibility 116
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

  • Dugaan Proyek Tak Berkualitas, Kejari Lubuklinggau Akan Telaah Dulu

    • calendar_month Sel, 4 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Sumsel akan menelaah terlebih dahulu terkait persoalan proyek pembangunan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang telah di terbitkan MediaSinarMuratara.com beberapa hari lalu. Dugaan sementara tidak berkwalitasnya kondisi bangunan peningkatan jalan menuju Desa Paduraksa Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas. Proyek yang dikerjakan PT Graha Puna Praja tersebut berasal […]

  • Kembali Puluhan Warga Pertanyakan Kompensasi Sumur Bor ke PT PHML

    • calendar_month Sel, 10 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Lagi Puluhan masyarakat yang tinggal di sekitar PT PHML mendatangi pabrik Perusahaan tersebut untuk mempertanyakan kompensasi atas dugaan pencemaran limbah di Sungai Kungku, kedatangan masyarakat ini lebih banyak bahkan membawa serta anak dan istri, Selasa (10/11/2015). Akhirnya pihak PT PHML bersedia menemui warga dan menyampaikan bahwa profosal warga mengenai permintaan sumur bor […]

  • Tes Pimpinan Baznas Musi Rawas, Ini Harapan Kepada Peserta Terpilih

    • calendar_month Sen, 30 Agu 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Tes Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Musi Rawas (Mura) Tahun 2021-2026, akan dimulai lusa, Rabu (01/09/2021) di Kemenag Kabupaten Mura. Hal ini disampaikan Plt Kabag Kesra Setda Mura, Depi Siswanto saat di jumpai di Kantor Kominfo Mura, Senin (30/08/2021). “Ada 24 peserta yang bakal mengikuti tes tertulis lusa. Dan […]

  • Terlalu Banyak Syarat, 18 Penangkar Walet Batalkan Pengajuan Izin

    • calendar_month Sel, 29 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Dianggap terlalu banyak syarat dalam pengajuan izin pengelolaan burung walet, para penangkar di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas akhirnya tarik berkas dan batalkan pengajuan izin. Hal ini disampaikan ketua Ikatan Keluarga Petani Walet (IKPW), Wisnu Handoyo kepada Jurnalindependen.com, Selasa (29/12/2015). “Terlalu banyak syarat yang mesti dipenuhi untuk bisa diproses penerbitan izin pengelolaan […]

  • Fantastis, Anggaran Pertemuan IMF-WB Capai 855 Miliar dari APBN

    • calendar_month Sel, 9 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggaran pertemuan tahunan International Monetery Fund (IMF) dan World Bank (WB) yang mencapai Rp 855,5 miliar ternyata tidak ada alokasinya untuk perluasan apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ini sekaligus membantah pernyataan Presiden Joko Widodo saat berbicara di Medan, Sumatera Utara, Senin lalu. Fakta ini diungkap Anggota Komisi XI DPR RI Heri […]

expand_less