Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Menhub Fokus Tiga Aspek Dukung Kemudahan Berusaha

Menhub Fokus Tiga Aspek Dukung Kemudahan Berusaha

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 15 Jan 2018
  • visibility 156

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan fokus pada tiga aspek untuk mendukung perbaikan kualitas kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) Indonesia yang lebih baik.

Ditemui di kompleks Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, Budi Karya mengatakan tiga aspek tersebut adalah tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pelayanan pengiriman pesanan secara elektronik (delivery order online/DO), dan waktu bongkar muat.

Terkait tarif, Budi Karya mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengurangi tarif PNBP dari jasa transportasi laut yang berlaku pada Kementerian Perhubungan.

“Kami sepakat untuk menurunkan tarif tersebut, baik itu yang menjadi pemasukan korporasi maupun PNBP, sehingga angka-angka itu akan menjadi kompetitif,” ucap dia.

Penurunan tarif PNBP tersebut, lanjut dia, bertujuan untuk mendukung kualitas kemudahan berusaha Indonesia menjadi lebih baik.

“Saya harus lapor dulu ke Kementerian Keuangan untuk turunkan itu. Dengan PNBP turun, setelah itu diharapkan volumenya naik. Kemenko Perekonomian pada prinsipnya setuju, intinya kami akan menurunkan PNBP,” ucap Budi Karya.

Ia mengungkapkan penerapan penurunan tarif PNBP yang berlaku pada Kemenhub tersebut akan diberlakukan pada tahun ini.

Selain masalah tarif, Kementerian Perhubungan juga menyoroti masalah pelayanan pengiriman pesanan secara elektronik (DO Online) untuk barang impor di pelabuhan dan waktu bongkar muat.

“DO Online akan menjadi efektif atau dirasakan menjadi kemudahan kalau itu ada. Sekarang sudah ada yang kami buat dan sudah dimanfaatkan oleh beberapa ‘shipping line’, tinggal melakukannya lebih banyak,” tutur Budi Karya.

DO Online adalah surat bukti penyerahan barang yang dikeluarkan perusahaan angkutan laut atau kuasanya kepada pemilik barang yang merupakan suatu bukti pengiriman barang.

Mengenai waktu bongkar muat, Kemenhub sudah menyampaikan laporan ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk berkolaborasi dengan tim dari Kemenko Perekonomian dan Bea Cukai.

“Pada saat sudah menentukan ‘dwelling time’ tiga hari, ada 30-40 persen barang-barang itu masih di pelabuhan dengan berbagai motif. Sebagian besar adalah belum selesai karena pemeriksaan, tapi ada yang karena pemiliknya tidak ada gudang dan pembelinya,” ungkap Budi Karya. (ant)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lowongan Web Programmer

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DIBUTUHKAN SEGERA Virama Karya (Persero) sebagai Perusahaan Konsultan BUMN, membuka kesempatan untuk bergabung bagi para  Tenaga Web Programmer  yang berkompeten, serta  memiliki integritas dan dedikasi yang tinggi dalam bekerja untuk ditempatkan di Jakarta. Dengan Kualifikasi yang dibutuhkan serta Persyaratan sebagai berikut : Kualifikasi : Pria / Wanita. Pendidikan Minimal S1 Teknik Informatika dari Perguruan Tinggi Terkemuka dan Terakreditasi. Memiliki Pengalaman […]

  • Rekrutment CPNS Tunggu Persetujuan Kemenpan

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Hingga kini belum ada informasi baru, kapan dibukanya penerimaan (Rekrutment/red) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hanya saja, kemungkinan besar penerimaan digulir sehabis pelantikan presiden ataupun masih harus menunggu persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Hal tersebut disampaikan,  Kepala BKPSDM Rudi Irawan melalui Kabid Pengangkatan dan Pemberhentian Pegawai, Wiwik […]

  • Pasal Batas Tanah, KS Ngancam Pakai Parang Lalu Diringkus Polisi

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    MURATARA- KS (50) warga Desa Noman Baru, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Muara Rupit. Pria berprofesi sebagai petani ini diringkus karena diduga melakukan pengancaman terhadap korban Yudi Susanto (44) yang juga warga Desa Noman Baru Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara. Dugaan pengancaman itu terjadi Kamis (29/03) […]

  • Kejar Pembangunan Tol, 4 BUMN Terancam Bangkrut

    • calendar_month Jum, 8 Jun 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo mengapresiasi pencapaian pembangunan tol yang sudah dilakukan pemerintah. Namun, ia mengingatkan ancaman kebankrutan terhadap 4 BUMN Karya, karena terlilit utang jangka pendek untuk mengejar pembangunan infrastruktur. “Saya mengapresiasi pencapaian pemerintah untuk pembangunan jalan tol. Ini hal yang luar biasa karena optimis target 1000 km tol bakal […]

  • Wako Targetkan Program Smart City Segera Terwujud 

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengatakan pelaksanaan program Smart City di Kota Lubuklinggau akan bisa terwujud. “Saya ingatkan dalam proses pemasangan FO, kabel dan Optik FO harus lancar, benar dan sesuai standar yang berlaku,” ucap Nanan sapaan akrab Walikota saat memimpin rapat pembangunan Smart City di Op Room Moneng Sepati, […]

  • MoU dengan ITB, Pemkab Mura Ajukan Pengembangan Pariwisata

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG – | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) teken MoU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, di ruang Rapim GD. CCAR ITB LT. 1, Bandung, Senin (19/08). Bupati Mura, H Hendra Gunawan berharap dengan adanya kerja sama ini akan berdampak luas dibeberapa sektor, terutama yang menyentuh langsung […]

expand_less