Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Dua BUMD di Musi Rawas Akan Dibubarkan

Dua BUMD di Musi Rawas Akan Dibubarkan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 6 Mei 2018
  • visibility 124

Musi Rawas – Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura), PT Mura Energi dan PT Mura Makmur yang sudah mati suri belum dibubarkan. Namun Pemkab Mura sudah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan BUMD baru, yakni PT Mura Sempurna, ke DPRD Kabupaten Mura.

Ketua DPRD Kabupaten Mura, Yudi Fratama sebelumnya, mengatakan pembubaran dua BUMD yang lama seperti yang diinginkan DPRD Mura pasti melalui proses yang panjang. Mungkin atas pertimbangan ini, Pemkab Mura mengambil inisiatif untuk mendahulukan penyampaian Raperda Pembentukan BUMD baru, yakni PT Mura Sempurna. Setelah Raperda Pembentukan BUMD baru disahkan menjadi Perda, dan PT Mura Sempurna sudah berjalan, maka dua Raperda diusulkan untuk di-Perda-kan sehingga PT Mura Makmur dan PT Mura Energi dibubarkan.

Hal tersebut di katakan Ketua DPRD Kab.Mura Yudi Pratama kepada wartawan, usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Mura, serta penyampaian empat Raperda, yang disampaikan Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, di ruang Rapat Paripurna DPRD Mura, Kamis (3/5).

“Kita belum tahu pasti, draf Raperda Pembentukan BUMD baru seperti apa. Yang terpenting, BUMD itu nantinya  harus berkontribusi menyumbangkan PAD Mura. Mengenai Raperda untuk pembubaran dua BUMD sebelumnya sampai saat ini belum kita terima, masih di ranah eksekutif,” Ujarnya.

Sebenarnya saat ini Pemkab Mura sudah mempersiapkan Raperda tentang Pembubaran dua BUMD yang dibentuk berdasarkan Perda No. 17 Tahun 2006 tentang Pembentukan BUMD Mura Makmur dan Perda No.  18 Tahun 2016 tentang pembentukan BUMD Mura Energi, karena dianggap tidak efektif dan produktif. Karena dua perusahaan itu tidak melakukan aktivitas dan tidak berkontribusi bagi daerah. Maka sudah semestinya dua Perda yang mengatur tentang pembentukan dua BUMD itu dicabut dan dua perusahaan itu dibubarkan.

Raperda ini disampaikan, bersama tiga Raperda lainnya. Empat Raperda yang disampaikan pihak eksekutif yakni, Raperda tentang Kabupaten Layak Anak (KLA), Raperda tentang pembentukan BUMD PT Mura Sempurna. Kemudian Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (RPKB), serta Raperda tentang Pencabutan Perda No. 23 Tahun 2011 tentang Retribusi Izin Gangguan.

Di hadapan pimpinan rapat, Wakil Ketua I Yuzakir Mahmud serta 21 anggota DPRD Kabupaten Mura yang hadir, Suwarti menjelaskan mengenai empat Raperda yang mereka sampaikan, pertama Raperda tentang Kabupaten KLA.

Menurut Suwarti, KLA merupakan kabupaten yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen, sumber daya pemerintah. Serta  masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh, dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak.

“Pembentukan KLA perlu dikembangkan di seluruh Indonesia termasuk di Mura, sehingga mewujudkan Kabupaten Mura layak bagi anak. Untuk mewujudkan Kabupaten Mura sebagai KLA, perlu disusun Perda tentang KLA.”Jelas Suwarti.

Lalu Raperda tentang pembentukan BUMD PT Mura Sempurna. Ia menjelaskan, untuk meningkatkan pembangunan ekonomi kerakyatan dengan menggali sumber daya yang ada dan memiliki nilai ekonomi, diperlukan pengelolaan yang komprehensif melalui pembentukan BUMD.

“Keberadaan BUMD di Mura, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebagai payung hukum dalam pembentukan BUMD, perlu disusun Perda yang mengatur tentang tata cara pembentukan BUMD PT Mura sempurna. Sambil, kita menunggu proses pembubaran dua BUMD lama yang tidak efektif lagi,” Ujarnya.

Ketiga, Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2011 tentang RPKB. Pajak dan retribusi daerah.

Suwarti menjelaskan, salah satu sumber PAD yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah. RPKB, telah ditetapkan dalam Perda No. 14 Tahun 2011 tentang RPKB, karena adanya perubahan rincian tarif dasar dan penambahan pengaturan dalam uji ulang, maka perlu dilakukan penyesuaian.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu ditetapkan Perda tentang Perubahan Atas Perda No.14 Tahun 2011 tentang RPKB,” Jelasnya.

Selanjutnya, Raperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah No. 23 Tahun 2011 tentang Retribusi Izin Gangguan. Sebelumnya, retribusi izin gangguan di Kabupaten Mura telah diatur dalam Perda No. 23 Tahun 2011.

“Tapi dengan telah ditetapkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 27 Tahum 2009 tentang Pedoman Penetapan Izin Gangguan di Daerah, yang telah diubah dengan Permendagri No. 27 Tahun 2009 tentang Izin Gangguan di Daerah, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan dan tuntutan kemudahan berusaha. Untuk itu, Perda No. 23 Tahun 2011, perlu dicabut,” Tutupnya. (Murexs)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Study Wawasan Pemkab Mura dan FKUB ke Banyuwangi

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    BANYUWANGI – | Guna meningkatkan toleransi kerukunan umat beragama di Kabupaten Musi Rawas, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Musi Rawas melaksanakan study wawasan ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan berlangsung selama dua hari 5 – 6 Agustus ini dihadiri Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti, Kepala Kesbangpol H Amra Muslimin, Kepala Seksi Haji dan Umroh […]

  • Anggaran Pilkada Sumsel Sesuai dengan Kondisi Daerah

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Anggaran untuk pelaksanaan pilkada Sumatera Selatan secara serentak 2018 nanti sesuai dengan kondisi daerah dan jumlah penduduk di provinsi tersebut. Post Views: 410

  • Musrenbang Kecamatan Sukakarya 2018

    • calendar_month Sel, 6 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Wakil Bupati Musi Rawas Hj Suwarti bersama Kepala dan Staf Organisasi Perangkat Daerah, Selasa 06/02/2018 menghadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan di Kecamatan SukaKarya. Musrenbang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati. Wakil Bupati dalam sambutannya meminta masyarakat dapat mendukung Camat yang baru dalam rangka menyukseskan program yang ada. Wakil Bupati juga berharap dengan Musrenbang […]

  • Rajab Ritonga, Wartawan Jadi Profesor

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Kemristedikti, Prof. Dr. Ali Gufron Mukti, menyerahkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang pengangkatan dalam jabatan akademik sebagai Guru Besar kepada Dr. Rajab Ritonga, M.Si dalam sebuah acara di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III di Jakarta, Jumat (4/10). Dr. Rajab Ritonga, […]

  • Usai Reses, Komisi III Akan Panggil Kapolri Soal SE Ujaran Kebencian

    • calendar_month Rab, 4 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI Taufik Ridho akan meminta penjelasan terhadap Surat Edaran Kapolri terkait ujaran kebencian. Usai reses pihaknya berjanji akan memanggil Kapolri. “DPR perlu penjelasan maksud dari surat edaran ujaran kebencian yang ditujukan untuk pengguna media sosial ini,” ujarnya, Rabu (4/11). Taufik menilai perlu ada penjelasan dalam setiap poin-poin surat edaran […]

  • 284 Warga Binaan Rutan Baturaja Dapat Remisi

    • calendar_month Jum, 18 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    BATURAJA – Sebanyak 284 warga binaan Rumah Tahanan Ngara Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mendapat remisi bertepatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2017. Post Views: 437

expand_less