Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Napi Narkoba Beliti Produksi Tempe Siap Bersaing dipasaran

Napi Narkoba Beliti Produksi Tempe Siap Bersaing dipasaran

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
  • visibility 85

MUSI RAWAS – | Pembinaan keterampilan warga binaan lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti terus ditingkatkan. Sebagai salah satu buktinya, kini sejumlah narapidana (Napi) Narkoba mampu memproduksi bahan makanan tempe berkualitas siap bersaing. Hal itu disampaikan Kepala Lapas Narkotika Kelas II Muara Beliti, Suyatna didampingi Kasi kegiatan Kerja Somad seusai dirinya melakukan sidak sekaligus meninjau langsung aktivitas ruang keterampilan Napi lapas Kelas II A Muara Beliti, Sabtu (19/10) malam.

Dikatakannya, sebagaimana dalam aktivitasnya warga binaan tidak hanya menjalankan hukuman. Adapun, setiap harinya narapidana dan tahanan menerima pembinaan jasmani dan rohani. Sekaligus, setiap masing-masing napi dipersilakan untuk mengikuti jadwal pembinaan keterampilan.

“Kalau untuk keterampilan, terutama membuat sekaligus produksi bahan makan seperti tempe itu barulah sepekan ini dimulai. Dan mulanya pembinaan dilakukan, terdorong dari ide ada salah satu petugas lapas kebetulan menetap di Merasi yang lingkungan sekitarnya banyak warga membuka produksi rumahan penghasil tempe,” terangnya.

Kemudian, lanjut Suyatna semuanya dengan kesempatan dibukanya pembinaam keterampilan, pertama sekali para petugas lakukan sosialisasi bagaimana tata cara membuat tempe, yang bahan dasarnya berasal dari kedelai.

“Setelah kita lihat begitu antusiasnya napi mengikuti pelatihan. Mulanya dibuka jam keterampilan selama tiga hari berturut. Kemudian, didukung sejumlah fasilitas peralatan mendukung produksi. Akhirnya, hasil keterampilan tempe berhasil dan secara kualitas hasil produksi tempe tidak beda dengan berada dipasaran,” tandasnya.

“Tidak hanya itu, dengan kembali dilakukan pengawasan dan evaluasi. Untuk sementara tempe dihasilkan, lebih dulu dikonsumsi untuk lauk pauk bagi para napi. Karena semuanya masih dalam proses, kemingkinan besar setelah memang mampu produksi banyak. Barulah diketahui, dalam sehari itu mampu menghasilkan berapa banyak tempe,” bebernya.

“Jika memang hasil baik, dan kualitasnya juga bagus kenapa tidak nantinya hasil produksi tempe. kita dari lapas mendorong agar tempe mampu bersaing dipasaran dengan bisa diperjual belikaN di luar sejumlah pasar tradisional,” tukasnya. | NRD

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

    Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sudah 25 tahun tunggal putra puasa gelar juara All England 2019. Legenda bulutangkis, Haryanto Arbi, meminta agar Jonatan Christie dkk berlatih lebih keras lagi. Indonesia hanya merebut satu gelar juara dari All England 2019, yakni dari pasangan nonpelatnas, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Dengan kekuatan tiga pemain di sektor tunggal, tak satupun yang lolos ke semifinal. Anthony […]

  • Gubernur Kalsel dan Ketua Umum PWI MoU Pelaksanaan HPN 2020

    Gubernur Kalsel dan Ketua Umum PWI MoU Pelaksanaan HPN 2020

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Perayaan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2020 yang akan dipusatkan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin dekat. Perjanjian Kerja Sama pelaksanaan HPN 2020 sudah ditandatangani Jumat (29/11) di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Jalan Kebon Sirih 34, Jakarta. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal […]

  • Diduga Abis Nyabu, Warga Anyar Lakitan  Diringkus Polisi

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Tim buru sergap (Buser) Satuan Narkoba Polres Mura, membekuk Rayo Azmiro (28) pemuda warga Dusun III Desa Anyar, Kecamatan Muara Lakitan Musi Rawas. Pria keseharian bekerja sebagai buruh swasta diborgol, usai dirinya kedapatan mengantongi 6 paket klip berisi sabu-sabu seberat 1.43 gram. Senin (29/7) sore sekitar pukul 16.30 wib. Tidak hanya […]

  • Ratna Machmud Terpilih Sebagai Kepala Daerah Perempuan Terinovatif 2022 Versi Tempo

    Ratna Machmud Terpilih Sebagai Kepala Daerah Perempuan Terinovatif 2022 Versi Tempo

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud menerima Anugerah/Penghargaan Kepala Daerah Perempuan Terinovatif versi Tempo 2022 di East Java Ballroom Ground Floor Hotel The Westin Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (22/09/2022) pukul 17.30 WIB. Bupati Ratna Machmud terpilih sebagai Perempuan Inspiratif Penggerak Pembangunan untuk Kategori Pemberdayaan Masyarakat menuju Ultimate Goal Otonomi Daerah Tahun 2022 […]

  • 2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

    2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Garut – Setelah melakukan pencarian selama dua hari, petugas Basarnas dan Polairud menemukan jasad Maulana di Pantai Cipalawah, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jenazah pria tersebut langsung dievakuasi petugas. “Setelah melakukan pencarian selama 2 hari, Tim SAR Bandung akhirnya dapat menemukan korban. Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Humas Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor via pesan […]

  • Fahri Hamzah : Apa Hanya Malaikat yang Bisa Jadi Pengusaha dan Pejabat?

    • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    SAYA baca konferensi pers, mendengarkan (pihak TK) ternyata penyidik KPK belum dapat menemukan siapakah figur “Antok” atau “Anton” yang menerima uang dari Sekda dan mengantarkan uang ke TK, Sekda lupa dan TK gak kenal… (karena penyerahan di hotel tanpa CCTV). Tapi TK ditahan. Ada banyak orang seperti TK, disebut namanya di ruang sidang, tapi ada […]

expand_less