Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Peristiwa » Dinilai Langgar Komitmen, Masyarakat Muara Megang Laporkan Lonsumke DPR RI

Dinilai Langgar Komitmen, Masyarakat Muara Megang Laporkan Lonsumke DPR RI

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 25 Des 2017
  • visibility 105

MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Karena PT Lonsum dinilai langgar komitmen, Masyarakat Muara Megang Kecamatan Megang Sakti, besok 26 Desember akan menyurati Komisi IV DPR RI untuk melaporkan masalah ini.

Sebelumnya, 22 oktober 2017 masyarakat Muara Megang bersama Suku Anak Dalam (SAD)  Desa Tebing Tinggi turut menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR R dan juga dihadiri Kementerian LHK dan direksi PT Lonsum. Dalam rapat tersebut PT Lonsum komitmen akan menyelesaikan dengan limit 2 bulan permasalahan lahan dan janji kebun plasma seluas + 1.700 ha dari tahun 2007 hingga 2014.

Koordinator Masyarakat Muara Megang, Sunardi menyampaikan kepada Jurnalindependen.com, Senin malam (25/12) bahwa limit waktu tersebut telah lewat, maka akan mempertanyakan dan melaporkan ke Komisi IV DPR RI.

“Limit waktu 2 bulan sudah lewat, seharusnya pada 22 Desember 2017. Batasan waktu yang telah disepakati, sedikit pun tidak ada itikad baik dari PT Lonsum untuk menyelesaikan persoalan ini. Persoalan masyarakat Desa Muara Megang kepada PT Lonsum sebenarnya sudah berlangsung sejak awal tahun 2015.

Tuntutan utama masyarakat kenapa PT Lonsum yang membebaskan lahan di wilayah Desa Muara Megang seluas + 1.700 ha dari tahun 2007 hingga 2014 tetapi tidak membangun kebun plasma, padahal regulasi nya jelas UU No. 18 Tahun 2004 serta Permentan tahun 2007 mewajibkan ada nya kebun plasma,” papar Sunardi.

Maka kami menggali lebih dalam lagi atas beroperasinya perkebunan kelapa sawit ini didalam wilayah desa kami, lanjut Sunardi. Awalnya kami membawa persoalan ini ke DPRD Musi Rawas, kami mengungkapkan fakta bahwa dari awal yang melakukan pembebasan lahan adalah PT Lonsum akan tetapi tidak kami temukan ada nya HGU yang atas nama PT Lonsum di desa kami.

“PT Lonsum berdalih bahwa mengantongi HGU NO.12 an. PT.DRUP 2004 namun sampai saat ini tidak dapat menunjukan bukti HGU tersebut, kami menduga kalau pun ada, HGU tersebut pasti bodong. Mana mungkin dapat diterbitkan HGU diatas Hutan Kawasan.

Karena setelah beberapa kali DPRD melakukan pemanggilan pertemuan kepada pihak PT Lonsum akan tetapi tidak pernah hadir. Terakhir, 02 mei 2017 DPRD Musi Rawas mengeluarkan surat rekomendasi kepada Bupati Musi Rawas untuk menghentikan kegiatan PT Lonsum di desa muara megang,” jelas Sunardi.

Sementara, pihak PT Lonsum belum dikonfirmasi mengenai hal ini. (fsl)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator Minta Vaksinasi Berbayar Dibatalkan

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Wacana vaksinasi berbayar telah menimbulkan kontroversi. Pemerintah sendiri sudah menunda rencana pelaksanaan vaksin gotong royong individual berbayar. Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. “Saya mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang menunda pelaksanaan vaksin gotong royong individual berbayar. Itu artinya, pemerintah mendengar dan menyahuti suara dan aspirasi masyarakat. […]

  • Kesbangpol Harus Lebih Awal Deteksi Isu Politik SARA

    • calendar_month Jum, 26 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    RAPAT Konsolidasi Pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2018 dalam rangka mendukung kesiapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dilaksanakan untuk mengingatkan dan mengarahkan jajaran Biro Pemerintahan agar meningkatkan performa kinerjanya dengan baik. Begitu yang diungkapkan oleh Dirjen Otonomi Daerah, Soni Soemarsono saat membuka kegiatan ini  di Hotel Ibis Style Sunter Jakarta […]

  • DPRD Bersama Pemkab Mura Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS

    DPRD Bersama Pemkab Mura Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengelar sidang rapat paripurna istimewa dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA). Sekaligus Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Mura tahun anggaran 2023, yang digelar secara langsung pada auditorium Pemkab Mura melalui Video Conference (Vidcon), Jum’at (26/8). Sekretaris Dewan […]

  • PLN Dinilai Mampu Tuntaskan Proyek Listrik 35 Ribu MW

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan PT PLN (Persero) masih mampu untuk menuntaskan proyek pengadaan listrik 35.000 MW, meskipun sejumlah kalangan meragukan kesehatan keuangan perusahaan tersebut. “Jadi wajar juga jika Menteri Keuangan mengingatkan agar PLN dengan proyek yang banyak harus menjaga rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perusahaan,” kata Rini, di Jakarta, […]

  • Empat Pejabat Perebutkan Jabatan Sekda OKU

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    BATURAJA – Sebanyak empat pejabat di Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan bersaing memperebutkan jabatan setingkat Sekretaris Daerah melalui pendaftaran lelang jabatan yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat. “Sejak pendaftaran lelang jabatan untuk menempati posisi Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Sekda Pemkab OKU) dibuka tercatat sudah lima orang yang mendaftarkan diri dan empat […]

  • Politik Sembako, Anies : Ini Tanda Kepanikan, Ada Operasi-Operasi

    • calendar_month Sel, 18 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    JAKARTA — Masyarakat Ibu Kota dibuat resah dengan guyuran ‘politik uang’ berupa sembako yang tersebar hampir di semua wilayah DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir.  Politik sembako itu memicu gejolak jelang pemungutan suara pada Rabu (19/4). Post Views: 664

expand_less