Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Buku ‘Sadar Kaya’ : Otak Sama, Nasib Beda

Buku ‘Sadar Kaya’ : Otak Sama, Nasib Beda

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
  • visibility 127

Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Prakata

KETIKA berbicara soal kemakmuran (Prosperity Consciousness) atau kesadaran kaya, selalu menjadi hal pertama yang saya bahas. Kata-kata ini menekankan bahwa cara otak bekerja adalah pilihan.

Jadi bagaimana anda bisa memprogram otak anda untuk menjadi orang kaya, andalah yang menentukan. Artinya kaya itu pilihan.

Sekilas fakta tentang otak, bangsa manapun di dunia ukuran otaknya, baik ukuran panjang sarafnya, jumlah pengantar kimia dalam otaknya, maupun sensornya, semuanya sama.

Kecepatan kemampuan berpikir yang oleh sebagian orang disebut IQ juga tidak berbeda jauh, intinya kemampuan menyimpan datanya sama. Jika manusia diibaratkan sebagai komputer, anggap saja otak itu hardware-nya dan semuanya sama, lalu di mana perbedaannya?

Mengapa yang satu lebih sehat dari yang lain, mengapa yang satu mudah tertawa, yang lain selalu sengsara?

Mengapa yang satu mudah mendapat jodoh, yang lain selalu sendirI? Mengapa yang satu lebih cepat mendapat uang, yang lain tetap saja miskin?

Ada sebuah fakta, jika saya menyebutkan 375 nama orang, kemudian hartanya digabungkan semua, itu nilainya sama dengan kekayaan 3 miliar umat manusia.

Ya, 375 orang, sama dengan 3 miliar manusia diantaranya, sebut saja Bill Gates, Donald Trump, Warren Bufet, Lakshmi Mittal, Paul Allen, Mark Cuban, Jeep Messagi, Robert Murdoch, Samuel Ton Anita Rodick. Mereka ini memiliki jumlah kekayaan yang sama dengan gabungan 3 miliar manusia.

Jadi kesimpulannya otaknya sama nasibnya beda, ‘nasib’. Ini batu sandungan pertama.

Ada sebuah sistem pada manusia yang namanya Believe System atau sistem keyakinan. Ini ditanam di subconscious atau alam bawah sadar seseorang.

Jika sudah ditanam di posisi ini untuk mengubahnya perlu teknik khusus, kalau menggunakan cara biasa tak akan pernah berubah, misalnya kebiasaan merokok, maaf saya mengambil contoh merokok karena mudah dipahami. Saya tidak merokok, tapi saya bukan anti orang perokok, prinsip Saya merokok itu baik tidak merokok lebih baik. Itu hanya sebuah pemahaman dan pengambilan posisi dalam melihat sesuatu.

Kembali ke merokok sebagai contoh, dalam iklan di televisi secara vulgar ditulis merokok bisa menyebabkan kanker, gagal janin, penyakit paru-paru dan lain-lain sebagainya.

Apakah dibaca oleh setiap perokok, ya. Namun apakah mereka lantas berhenti merokok karena takut akan peringatan itu. Tidak juga.

Mengapa? iInilah kerja otak conscious yang menguasai informasi pengetahuan hanya menguasai 12% dari sebuah tindakan, sedangkan subconscious-nya 88%.

Informasi tadi hanya menempel di conscious tidak menjadi gerak karena dalam database otak subconscious-nya menyatakan merokok itu nikmat. Jadi itulah yang terus dilakukan subconscious-lah yang berkuasa.

Sekarang kita kembali ke Prosperity Consciousness (kesadaran kemakmuran), IQ kaya, Tulang Kaya, Balung Sugih atau apapun itu bagi main Master atau sang pemilik otak, ini semacam software. Jadi 375 orang kaya memiliki software ini sedangkan 3 miliar yang lain hanya memiliki hardwarenya tapi tidak memiliki sofware itu.

Bisa menerima, masih berat, masih bertanya, dimana nasib. Ya, ini pertanyaan kecil dari kelompok besar manusia. Ini pertanyaan saya pula.

Saya mengalami jalan kehidupan yang turun naik seperti gelombang laut selagi badai. Saya pernah memiliki materi berlimpah, tetapi 3 tahun kemudian tinggal di rumah kontrakan dengan masih menanggung utang besar.

Kemudian, kembali berlimpah materi, kemudian kembali terpuruk, kembali lagi naik ke atas, lalu terbalik begitu sampai di puncak.

Saya sudah mengalami beragam kisah untuk bisa menjadi diri saya yang sekarang. Ketika itu saya banyak mempertanyakan nasib dan urusan jalan hidup hingga akhirnya saya memutuskan untuk belajar dan mencari kemanapun untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya yang terbesar “Nasib itu Pemberian  Tuhan atau Buatan Manusia?”

Saya tidak kaget jika pertanyaan itu  memutuskan anda berhenti membaca hingga chapter ini. Karena kedepannya akan ada banyak hal yang menyesakkan dada anda.

Saya tetap akan melanjutkan menulis buku ini, karena saya tahu sekali, fakta bisa mengubah kebenaran. Ya, kebenaran anda akan ditantang ke batas ujung dengan fakta.

Beranikah Anda meneruskan membaca tulisan ini?

Sumber : Buku ‘SADAR KAYA’ Karya : Mardigu Wowiek Prasantyo

Baca Tulisan Berikutnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Millionaire Mindset

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinilai Langgar Komitmen, Masyarakat Muara Megang Laporkan Lonsumke DPR RI

    • calendar_month Sen, 25 Des 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Karena PT Lonsum dinilai langgar komitmen, Masyarakat Muara Megang Kecamatan Megang Sakti, besok 26 Desember akan menyurati Komisi IV DPR RI untuk melaporkan masalah ini. Sebelumnya, 22 oktober 2017 masyarakat Muara Megang bersama Suku Anak Dalam (SAD)  Desa Tebing Tinggi turut menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR R dan […]

  • Lengkapi Penyidikan Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Kejagung Periksa Mantan Kepala SKK Migas

    Lengkapi Penyidikan Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Kejagung Periksa Mantan Kepala SKK Migas

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 3.898
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berinisial DS. DS Diperiksa terkait kasus tata kelola minyak mentah dan produksi kilang di Pertamina DS diperiksa Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) pada Senin, 6 Oktober […]

  • RUU Ciptaker Tak Bahas Sanksi Pidana

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama Pemerintah dan DPD menyepakati sanksi pidana yang sudah ada dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tidak akan dimasukkan dalam Daftar Inventarisir Masalah (DIM) di Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) klaster ketenagakerjaan. “Sanksi pidana terkait dengan UU Ketenagakerjaan tetap seperti di UU eksisting. […]

  • Warga Musi Rawas Keluhkan Kesalahan Cetak KK Berulang Kali

    • calendar_month Jum, 4 Jan 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Terjadinya kesalahan cetak pada blanko Kartu Keluarga (KK) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas di keluhkan warga. Dika (27) warga Bangunsari, Kecamatan Purwodadi, Jum’at (04/01) mengeluhkan karena seringnya salah cetak pada Kk. “Tiga bulan yang lalu pada KK saya tertulis pendidikan yang salah. Kemudian saya mengajukan perbaikan, untuk […]

  • Masih Banyak Guru Malas Buat Karya Tulis

    • calendar_month Rab, 18 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Setiap guru mestinya membuat karya tulis ilmiah sebagai penyertaan untuk kenaikan pangkat, terlebih lagi bila karya tulis tersebut dapat dipublikasi tentu akan menambah poin tersendiri. Post Views: 305

  • Bupati Sambut Baik Audiensi BPBAT Terkait Pembangunan Broodstock di Mura

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan menyambut baik audiensi dari Tim Design Pembangunan Broodstock dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, untuk kemudian akan kembali melanjutkan pembangunan broodstock center di Kabupaten Musi Rawas. Senin (1/7) di ruang Bina Praja Setda Musi Rawas. Bupati mengatakan, tujuan pembangunan broodstock center di […]

expand_less