Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Sampaikan Hasil Korsup di Bidang Pencegahan

KPK Sampaikan Hasil Korsup di Bidang Pencegahan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 12 Des 2015
  • visibility 77

Bandung — Untuk mewujudkan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang transparan dan akuntabel, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar “Seminar Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Antikorupsi 2015 yang dihelat di Ruang B2, Sasana Budaya Ganesa, Jalan Taman Sari, Kota Bandung pada Jumat (11/12).

Dalam seminar tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Dadang Kurnia, serta Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh gubernur, walikota, bupati, Ketua DPRD, kepala perwakilan BPKP seluruh Indonesia, serta Tim Korsupgah Pusat dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.

Menurut Wakil Ketua KPK Zulkarnain, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan BPKP yang bertujuan mendorong pengelolaan APBD sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, mengidentifikasi permasalahan, risiko, dan penyebab pada bidang APBD.

“Yang tak kalah penting, menurunkan potensi tingkat korupsi, dan perbaikan Sistem Pengendalian Intern atas pengelolaan APBD pada pemerintahan daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain juga menyampaikan hasil evaluasi kegiatan Korsupgah sebelumnya yang digelar pada Oktober-Desember di 32 provinsi. Pertama, dalam proses penyusunan dan alokasi anggaran adanya intervensi pihak luar, pengelolaan hibah-bansos yang tidak sesuai, dan alokasi anggaran yang tidak berfokus pada kepentingan publik.

Kedua, dalam pengadaan barang dan jasa, proses yang tidak transparan, adanya markup harga, dan spesifikasi barang yang berbeda. Ketiga, dalam pelayanan publik berhubungan dengan masalah perizinan, masih terdapat praktik-praktik gratifikasi, belum terwujudnya pelayanan prima dalam bentuk Pelayanan Terpadu Satu pintu (PTSP), dan masih belum transparannya perizinan yang ada.

“Untuk kebutuhan tersebut, kami akan mengumpulkan praktik-praktik terbaik pengelolaan APBD yang ada di negeri ini,” katanya.

Tahun ini, kegiatan Korsupgah difokuskan untuk mendorong pengelolaan APBD yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku; Mengidentifikasi berbagai persoalan, risiko, dan penyebab pada bidang APBD; Menurunkan potensi tingkat korupsi; serta Perbaikan sistem pengendalian internal atas pengelolaan APBD pada pemerintah daerah.

“Ini penting, sebab telah banyak program pemerintah yang bergulir baik melalui APBN maupun APBD, namun hasilnya belum secara nyata mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah,” kata Zulkarnain.

Dari sini, kegiatan Korsupgah akan memantau dan mengevaluasi pada tiga hal utama, yakni Tindak lanjut hasil Korsupgah pada tahun 2014; APBD tahun anggaran 2014/2015, mulai dari perencanaan dan penganggaran, belanja hibah dan bantuan sosial (bansos), dan pengadaan barang dan jasa; serta Kepentingan nasional pada bidang pendapatan. Humas–KPK

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dansatgas TMMD Kodim Trenggalek Pantau Pengerjaan Gorong-gorong

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    TRENGGALEK – | Dansatgas TMMD Kodim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Dodik Novianto memastikan jika seluruh pembangunan di lokasi TMMD, berjalan sesuai dengan rencana dan prosedur tetap yang sudah diberlakukan. “Sekarang kita tinjau pengerjaan gorong-gorong di Dusun Nitri,” ungkap Dandim 0806/Trenggalek. Rabu, 31 Juli 2019. Dirinya menuturkan, selain peninjauan terhadap kondisi platcor, ia juga memastikan ketebalan cor […]

  • Pemerintah Diminta Menindak Tegas Sekolah Yang Pungut PPDB

    • calendar_month Sen, 9 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi X DPR RI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil langkah tegas terhadap sekolah yang menarik pungutan atau biaya untuk Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB). Hal ini menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait adanya PPDB jalur mandiri yang mewajibkan peserta didik membayar sejumlah uang untuk bisa mendapatkan kursi disekolah yang dituju. “Saya meminta […]

  • Kesalahan Administrasi Penyelenggara Negara Bisa Dipidana

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa kesalahan administrasi yang dilakukan oleh penyelenggara negara bisa diseret ke ranah pidana. Hal itu bisa diterapkan jika terbukti ada niat jahat dari pelaku yang menyebabkan kerugian keuangan negara. “Bila terbukti adanya mens rea (niat buruk pelaku) maupun kickback atau bribery, maka hukum pidana tipikor dapat diterapkan untuk […]

  • Bupati Mura Tinjau Program GMSS di Kecamatan Sukakarya

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan (H2G) meninjau secara langsung program Gerakan Musi Rawas Sempurna Sehat (GMMS) di Kecamatan Sukakarya. Jumat (5/7) di dua desa di Kecamatan Sukakarya, yaitu Desa Cipto Dadi I dan Desa Rantau Alih. Diawal kegiatan yang berlokasi di SDN Kuto Baru Desa Ciptodadi I, Bupati H2G […]

  • Aliran Uang ke Sumsel Meningkat

    • calendar_month Ming, 27 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PALEMBANG — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatra Selatan (Sumsel) menyatakan bahwa aliran uang ke provinsi ini mulai meningkat sejak awal tahun seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur menjelang Asian Games 2018. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Hamid Ponco mengatakan, secara total dari triwulan satu hingga tiga, total uang masuk (inflow) di Sumsel pada 2015 […]

  • Bupati RMA Minta Sinergitas Karang Taruna dengan Pemda Musi Rawas

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud Amin (RMA) minta sinergitas Karang Taruna dan Pemerintah harus dimulai dari tingkatan Desa dan Kecamatan, serta Karang Taruna harus lebih proaktif menyampaikan dan mempresentasikan program kerja yang akan dilakukan, supaya seluruh program kerja Pemerintah dan Karang Taruna dapat di wujudkan. “Saya berharap Karang Taruna Musi […]

expand_less