Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Satu Lagi Proyek ‘Siluman’ Dishut Mura di Lahan Griya Silampari Indah

Satu Lagi Proyek ‘Siluman’ Dishut Mura di Lahan Griya Silampari Indah

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 1 Des 2015
  • visibility 82

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Satu lagi proyek ‘siluman’ Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas dikerjakan dikawasan dekat Perkantoran Agropolitan Center Muara Beliti. Dari awal pengerjaan hingga selesai tidak ditempel papan merek tentang proyek yang dikerjakan.

Diduga proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kehutanan dengan pengerjaan penanaman tanaman hutan untuk penghijauan berupa Damar, Ketapang, Saga, Kenari, dan Nyamlung serta Pinus.

Proyek untuk Hutan Kota tersebut juga dibuat pagar keliling masih dalam pengerjaan yang juga tidak ada papan informasi. Terkait masalah pembangunan ini, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Musi Rawas, Priscodesi dihubungi Selasa (01/12/2015) melalui selulernya tidak aktif.

Sementara itu, Pihak pengelola perumahan Griya Silampari Indah PT Paku Alam, Ali Umar dibincangi Jurnalindependen.com mengatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut telah menyerobot lahan yang dalam pengelolaan PT Paku Alam sebagai pengembang Perumahan.

“Perlu diketahui PT Paku Alam sejak tahun 2004 telah ditunjuk melalui SK Bupati Musi Rawas selaku investor untuk membangun perumahan di kawasan lahan pemerintah seluas 26 hektar.

Lahan seluas 26 hektar dimaksud untuk membangun perumahan untuk PNS, TNI dan POLRI dengan kavlingan sebanyak 900 unit bakal perumahan. Lahan yang ditanami untuk penghijauan sebagai Hutan Kota tersebut juga termasuk dalam 900 unit bakal perumahan.

Kami sangat menyayangkan dalam pengerjaan proyek Hutan Kota tersebut tanpa konfirmasi kepada pihak kami, beberapa hari lalu sempat saya stop pengerjaan proyek tersebut. Bukan berarti kami menghambat program pembangunan, tetapi setidaknya ada pemberitahuan dan persetujuan dari kami,” kata Ali Umar.

Memang ketika kami hentikan, lanjut Ali Umar, mereka pihak Dishut menunjukan surat dari Pj Bupati Musi Rawas yang ditanda tangani tanpa di cap, padahal seharusnya mereka tahu bahwa lahan dimaksud telah dikuasakan untuk dikelola oleh PT Paku Alam dari Bupati Musi Rawas yang ditanda tangani dan dicap resmi.

Masih dikatakan Ali Umar, pihak Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, Eko akan datang ke kantor PT Paku Alam mengenai masalah ini, namun hingga kini belum ada kabar.

Sedangkan Ketua Koperasi Korpri, Surahman ketika dihubungi mengatakan bahwa memang dalam Set Plan Tata Ruang, lahan tersebut untuk Hutan Kota namun secara legal belum ada penyerahan atau hibah dari pihaknya sebagai pemegang mandat kuasa lahan dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

“Secara legal belum ada penyerahan atau semacam hibah, termasuk juga gedung Kantor Pemberdayaan Perempuan, BPMPD dan Dinas Sosial. Kedepan tentu akan segera diselesaikan mengenai ketentuan lahan yang dalam pengelolaannya selama ini dilakukan PT Paku Alam telah berkurang dari 900 unit bakal perumahan, termasuk lagi pengurangan karena ada jalan dan lapangan tembak,” jelas Surahman. (fs)

Berita Terkait :

Rincian Pengurangan Lahan Perumahan Yang Dikelola PT Paku Alam

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Mura Hadiri Sedekah Bumi Desa L Sidoharjo, Pertahankan Warisan Budaya

    Bupati Mura Hadiri Sedekah Bumi Desa L Sidoharjo, Pertahankan Warisan Budaya

    • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud sebut sedekah bumi merupakan tradisi turun temurun atau warisan budaya nenek moyang khususnya di wilayah Kabupaten Musi Rawas. Ini merupakan wujud keharmonisan antara manusia dengan alam. Selain itu, wujud syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. “Saya berharap pagelaran wayang kulit ini bisa menjadi tontonan dan […]

  • Pemprov Sumsel Canangkan Program ‘Serasi’ Lahan Gambut

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya antisipasi meluasnya jumlah titik api (hot spot) yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya di kabupaten/kota yang memiliki lahan gambut mudah terbakar seperti Kabupaten Ogan Ilir, OKI, Muara Enim, Banyusian dan Musi Banyuasin. Sebagai bentuk keseriusan  dalam hal pencegahan Karhutla ini, […]

  • Harga Emas Hari ini, Antam & UBS ‘Turun’, Sabtu 18 September 2021

    • calendar_month Sab, 18 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Sabtu (18/09/2021), di Pegadaian, cetakan Antam maupun UBS ‘Turun”. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp486.000,- turun Rp3.000,- dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp911.000,- turun Rp6.000,- dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram dan 1 […]

  • Ini Hasil Investigasi PPNI Tentang Proyek Rumah Tidak Layak Huni

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Janggal, kronoligis berdasarkan investigasi versi Tim LSM Peduli Pembangunan Nasional Indonesia (PPNI) dilapangan terkait Proyek Rumah Tidak Layak Huni (PRTLH) dana yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2016, bahwa material diantar langsung dari toko, sebelumnya masyarakat buka rekening bank. Post Views: 527

  • KPK akan Perhatikan Daerah yang Sering Tersangkut Korupsi

    KPK akan Perhatikan Daerah yang Sering Tersangkut Korupsi

    • calendar_month Sel, 15 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    JAKARTA — KPK akan memberikan perhatian lebih kepada daerah yang berkali-kali kepala daerahnya tersangkut korupsi. Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan mengatakna, lembaga antirasuah itu akan datang lebih cepat untuk melakukan pencegahan. Pahala Nainggolan mengatakan, pencegahan terhadap korupsi menjadi prioritas besar KPK. Upaya pencegahan akan lebih agresif mengingat penindakan yang dilakukan selama ini dinilai belum efektif. […]

  • Polres Janji Selesaikan Berkas Korupsi Seragam Kades di OKU

    • calendar_month Jum, 6 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BATURAJA – Kapolres Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, AKBP Leo Andi Gunawan berjanji segera menyelesaikan berkas kasus korupsi pengadaan seragam seluruh kepala desa yang menjerat mantan Kepala Badan Bendahara PPATK di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa setempat. Pihak kepolisian juga menetapkan pemborongnya sebagai tersangka, karena ikut terlibat bermufakat melakukan tindak pidana korupsi, kata Kapolres Ogan Komering […]

expand_less