Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Antara Psikoanalisis dan Hipnoanalisis

Antara Psikoanalisis dan Hipnoanalisis

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 4 Sep 2021
  • visibility 173

MENGAPA HIPNOANALISIS?
Pentingnya mempelajari dan mempraktikkan hipnoanalisis

Muhammad Fakhrun Siraj

Tepat bulan September 2021 ini, saya sudah tiga tahun mengajar psikoanalisis di Magister Psikologi Profesi di sebuah kampus swasta ternama Surabaya. Dalam kehidupan kampus, saya dikenal sebagai “orang yang sangat psikologis”, menolak pragmatisme dalam psikoterapi, dan mengkampanyekan kesehatan mental sebagai gaya hidup berkesadaran.

Mengetahui bahwa kemarin saya baru saja dikukuhkan sebagai Trainer Hipnosis dan Hipnoterapi berlisensi IHC dan PKHI, tampaknya memancing perhatian dari dosen-dosen senior.

“Bukankah Pak Fakhrun seharusnya kontra dengan mereka? Penelitian mereka mengejek efektivitas psikoanalisis hanya 30an% setelah ratusan sesi,” tanya seorang dosen.

Saya tersenyum dan menjawab, “Data itu benar adanya. Persisnya 38% untuk 600 sesi psikoanalisis. Ya, begitulah adanya.”

Mereka menatap keheranan, “Jadi benar psikoanalisis tidak efektif?”

“Oh bukan itu maksudnya. Survey yang dilakukan Alfred Barrios hanya memperbandingkan jumlah sesi dan kecepatan pemulihan antara hipnoterapi, terapi perilaku, dan psikoanalisis. Bukan memperbandingkan efektivitasnya,” jawab saya.

Saya pun melanjutkan penjelasan bahwa survey Barrios itu tidak imbang dari segi populasi yang ditangani masing-masing terapi, tidak jelas juga apa saja keluhan dari klien. Psikoanalisis banyak menangani gangguan kepribadian, sementara hipnoterapi cenderung pada masalah cara berpikir. Itu jelas dua variabel yang sangat berbeda. Survey Barrios tidak apple-to-apple . Dan yang paling penting, itu adalah data tahun 1970. Jangan berpikir bahwa apa yang dulu bisa menyembuhkan, sekarang masih bisa berlaku. Faktanya, sebagian besar terapi yang dulunya efektif, sekarang sedang terjun bebas.

Penelitian yang benar-benar sebanding untuk meninjau efektivitas terapi baru dilakukan tahun 2015 kemarin. Mulai dari psikofarmakoterapi, terapi hipnosis, terapi perilaku-kognitif, psikologi klinis, hingga psikoanalisis, diperbandingkan tingkat efektivitasnya dalam menangani kasus depresi kronis. Hasilnya, hanya psikoanalisis yang efektivitasnya permanen. Seluruh terapi lainnya dapat membantu namun efeknya hanya bertahan lima bulan setelah terapi diakhiri.

“Lalu mengapa Pak Fakhrun masuk ke hipnosis?,” sahut mereka.

“Ada yang namanya hipnoanalisis. Ini adalah pendekatan terapi yang sangat cantik dan elegan, paduan antara hipnosis dan psikoanalisis. Hebatnya lagi, hipnoanalisis memiliki efek permanen seperti psikoanalisis, namun dengan jumlah sesi yang lebih sedikit,” jawab saya.

Seorang dosen mengatakan, “Ya, saya pernah mendengar hipnoanalisis. Seperti Adi W. Gunawan itu kan ya?”

Dengan lugas saya katakan, “Tidak. Pak Adi berpikir itu hipnoanalisis, padahal bukan sama sekali. Apa yang dia jelaskan adalah terapi regresi dan itu bukan hipnoanalisis. Terapi regresi itu masih bagian dari hipnoterapi. Klien dibawa ke masa lalu, mengingat pengalaman traumatis, lalu diedukasi ulang. Itu hipnoterapi, bukan hipnoanalisis.”

“Lalu bagaimana hipnoanalisis bekerja?”

Saya mulai menjelaskan, “Sama dengan psikoanalisis, namun menggunakan hipnosis. Salah satu tekniknya adalah induksi mimpi. Klien dihipnosis kemudian disugestikan untuk tidur dan bermimpi selama kurang lebih 10 menit. Mimpi yang muncul kemudian diekspresikan secara otomatis, entah melalui tulisan, gambaran, permainan, drama, atau bisa juga asosiasi bebas. Mimpi ini kemudian ditafsirkan dengan serangkaian metode untuk menumbuhkan kesadaran terhadap gangguan yang dialaminya. Bukan sugesti yang menyembuhkan, tapi interpretasi yang merangsang kesadaran, itu yang menyembuhkan.”

Saya menambahkan, “Terapi regresi dan hipnoanalisis juga berbeda dari segi teori. Yang sudah lihat Live Instagramnya dr. Ryu Hasan, dia mengatakan hipnosis itu bohong, ingatan di masa lalu tidak bisa diangkat kembali, apalagi ingatan sebelum kehidupan ( past-life ). Itu kritik untuk terapi regresi dari tahun 1950an. Hipnoanalisis justru melampaui semua kritik itu. Dasar ilmiah teorinya lebih mapan, dan tekniknya lebih kukuh.”

Seorang profesor yang diam-diam mendengarkan perbincangan kami menimpali, “Jika pendekatan itu [hipnoanalisis] diterima dan dipraktikkan oleh mereka [juru hipnotis dan hipnoterapi], kita akan menemukan saingan yang sepadan!”

“Mungkin kalian harus bersiap-siap dari sekarang karena dalam waktu dekat saya menyiapkan pelatihan khusus untuk mereka,” tutup saya.

Muhammad Fakhrun Siraj

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Muratara, H Devi Suhartoni ingatkan ASN selalu berupaya tingkatkan taqwa dan nerintegritas dalam pelayanan masyarakat.

    Tausiyah Ramadhan Pemkab Muratara, Bupati Devi Suhartoni Ajak ASN Tingkatkan Takwa dan Tingkatkan Etos Kerja Abdi Negara

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle investigasi
    • visibility 1.795
    • 0Komentar

    MURATARA – Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Devi Suhartoni menggelar pengajian Jum’at Ramadhan di bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M dengan mengusung tema “Mewujudkan ASN Berintegritas dalam Melayani Masyarakat”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (27/02/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan pengajian yang berlangsung khidmat itu digelar di Gedung Bupati Muratara dan dihadiri langsung oleh Bupati […]

  • Pemkab OKU Siap Sambut Kedatangan Tim Penilai Adipura

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BATURAJA – Pemkab Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar Atas Baturaja terus melakukan pembenahan dan perbaikan serta siap menyambut kedatangan tim penilai Adipura ke daerah itu. Terdapat dua pasar di Ogan Komering Ulu (OKU) yakni Pasar Atas dan Pasar Baru masuk dalam daftar penilaian Tim Adipura, kata Kepala Unit Pelaksana […]

  • Pelajar SD di Lokasi TMMD Dibekali Wasbang

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    TRENGGALEK – | Sontak, kedatangan Satgas TMMD ke-105, Kodim 0806/Trenggalek di SDN 2 Bendungan, Kabupaten Trenggalek, disambuthangat oleh para pelajar di sekolahan tersebut. Bahkan, Satgas pun sangat antusias dan merasa bangga dengan adanya sambutan yang ditunjukan oleh para pelajar sekolah dasar dilokasi itu. “Sengaja kami kesini. Yang pertama, kami ingin lebih dekat dengan anak-anak di […]

  • Ketua DPRD Lubuklinggau Minta Warga Jangan Demo, Terkait Lapdu DAS Kelingi

    Ketua DPRD Lubuklinggau Minta Warga Jangan Demo, Terkait Lapdu DAS Kelingi

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya minta warga jangan demo karena ini sudah masuk tahun politik, tapi datang saja ke kantor. Hal ini dia sampaikan terkait tuntutan warga Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 terhadap dugaan pengrusakan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelingi, Selasa (22/8/2023) di halaman […]

  • Pembukaan Porprov X di Lubuklinggau Berlangsung Sukses (Foto)

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Keterangan Foto : Gubernur, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel serta Walikota Lubuklinggau dan Ketua KONI Sumsel secara bersama memukul Drum tanda dibukanya, Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) ke-X, di GOR Petanang, Sport Center Lubuklinggau, Ahad (24/05/2015) Post Views: 913

  • Dugaan Kurang Volume Alun-alun Muara Lakitan, Ini Kata LSM LII

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Koordinator Wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura), Lubuklinggau, Muratara LSM Lembaga Informasi Independen (KORWIL LSM LII), Arizal menduga pekerjaan pembangunan alun-alun di Kelurahan Muara Lakitan kurang volume. “Pekerjaan senilai 1.070.000.000,- harga terkoreksi 1.064.650.000,- tahun anggaran 2018 dari APBD Kabupaten Mura tersebut disinyalir tidak memakai besi. Padahal berdasarkan data Divisi Pekerjaan Beton, pekerjaan […]

expand_less