Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » Dewan Kritisi Distribusi Tertutup Gas Elpiji 3 Kg

Dewan Kritisi Distribusi Tertutup Gas Elpiji 3 Kg

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 23 Jan 2020
  • visibility 139

JAKARTA – | Distribusi tertutup gas elpiji 3 kilogram (kg) yang diwacanakan Pemerintah dikritisi legislator di Parlemen. Walau belum ditetapkan, ternyata harga gas elpiji 3 kg telah melonjak naik di tingkat pengecer. Kenaikannya bervariasi mulai dari Rp 25.000 sampai dengan Rp 35.000 per tabung dari semula Rp 20.000.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Andre Rosiade saat menyampaikan interupsinya di Rapat Paripurna DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Ini telah membebani hidup rakyat Indonesia. “Rakyat Indonesia harus menghadapi tahun 2020 ini dengan beban berat. Di awal tahun ini, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral berencana mengatur ulang distribusi elpiji 3 kg. Pemerintah ingin membatasi penyaluran dan penyesuaian harga elpi 3 kg,” katanya.

Legislator dapil Sumatera Barat I itu memberi contoh kenaikan harga elpiji 3 kg di Kabupaten Agam, Sumbar dan Medan serta Deli Serdang, Sumut. Harganya rata-rata Rp 25.000 – Rp 35.000 per tabung. Kenaikan sekitar Rp 5.000 – Rp 10.000. “Tak hanya menimbulkan kepanikan masyarakat, skema distribusi tertutup yang diwacanakan Pemerintah juga patut dikritisi. Tentu kita masih ingat bahwa pada awal upaya mediasi dari minyak tanah ke gas elpiji tahun 2004, distribusi gas elpiji 3 kg juga tertutup,” paparnya.

Saat itu Pemerintah, sambung politisi Partai Gerindra ini, menerbitkan kartu kendali. Namun, dalam kenyataannya, kartu kendali distribusi tidak berfungsi sesuai tujuannya, sehingga distribusi menjadi bersifat terbuka. “Artinya, siapa pun bisa dan boleh membeli. Dalam kondisi itu banyak pengguna gas elpiji turun kelas menjadi pengguna elpiji 3 kg. Berdasarkan catatan YLKI pengguna yang turun kelas mencapai 15-25 persen. Akibatnya, subsidi gas elpiji 3 kg menjadi tidak tepat sasaran,” kilahnya. (mh/sf)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Kebun Lonsum, Masyarakat Muara Megang Sesalkan Peran Pemkab Mura

    • calendar_month Sen, 25 Des 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Masyarakat Muara Megang Kecamatan Megang Sakti menyesalkan ketidak berdayaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) menyelesaikan sengketa masyarakat dengan PT Lonsum di Desa Muara Megang. Hal ini disampaikan Koordinator Masyarakat Muara Megang, Sunardi kepada Jurnalindependen.com, Senin malam (25/12) bahwa beralasan hanya bisa memfasilitasi saja. “Kami sesalkan Pemkab Mura seperti tidak berdaya, […]

  • Dalam Dugaan Proyek Sarana Air Bersih di Empat Lawang, Proyek Abal–abal

    • calendar_month Jum, 18 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Empat lawang, Jurnalindependen.com — Jum’at (18/12/2015), Ketua Dewan Pimpinan Cabang  Lembaga Swadaya Masyarakat  Kritik Kontrol Sosial Independent (DPC LSM KRIKSI) Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan, Saparudin, melalui salah satu Tim Investigasinya  Benhar  Mengatakan  tahun 2015 ada pembangunan sarana  Air Bersih di Desa Padang Titiran  Kecamatan Talang Padang tersebut , saat bertemu […]

  • Dinas Perikanan Lubuklinggau Diduga Sunat Bantuan Bibit Ikan

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Diduga Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Lubuklinggau sunat (kurangi) bantuan bibit ikan nila pada anggaran 2019 . Bantuan tersebut diberikan kepada RT 07, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Bantuan itu diberikan kepada Kelompok Tani dan Ketua RT 07 pada 26 September 2019 lalu sebanyak 8 ribu. Namun, setalah panen selama […]

  • Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    JAKARTA — Dua kali pelaksanaan pemilu dengan sistem pemilihan langsung dinilai berbiaya mahal. Partai politik peserta pemilu akan mengusulkan untuk mengembalikan sistem pemilihan dengan proporsional tertutup. Bahkan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga menganggap sistem pemilihan langsung memiliki banyak kelemahan. Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, salah satu kelemahan paling krusial dari sistem pemilihan langsung ini adalah […]

  • Polres Musi Rawas Musnahkan BB 119,16 Gram Sabu

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Mura, Musnakan barang bukti (Bb) 119,16 gram serbuk kristal sabu-sabu seharga Rp 137 juta dengan cara dibelender berlangsung di halaman Mapolres Mura, Rabu (31/7) Pagi sekitar pukul 09.00 wib. Pemusnaan BB sabu merupakan hasil tangkapan Satresnarkoba, dengan tersangka SBD alias Sen (40) warga Desa Sorolangun, Kecamatan Karang […]

  • Harga Karet Anjlok, Transaksi Bank Sepi

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    PALI – ‎Merosotnya harga getah karet akhir-akhir ini ternyata sangat dirasakan para petani karet dan pedagang di pasar-pasar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melainkan transaksi di bank-bank yang ada di wilayah Bumi Serepat Serasan juga merasakan dampaknya. Hal itu diakui Pimpinan Bank Mandiri Pendopo M Yusuf, bahwa sejak harga getah turun, nasabah yang datang untuk bertransaksi juga […]

expand_less