Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Tantangan Pariwisata Indonesia Saat Ini

Tantangan Pariwisata Indonesia Saat Ini

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 20 Jul 2019
  • visibility 116

SEJAK di masa periode pertama kekuasaannya Presiden Jokowi telah menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas, yang diharapkan mampu sebagai penyumbang terbesar bagi devisa negara.

Tidak heran jika Menteri Pariwisata Arief Yahya di dalam setiap kesempatan menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama kenapa Pariwisata menjadi leading sektor program pembangunan Indonesia adalah dikarenakan merupakan industri yang paling sustainable, paling menyentuh ke level bawah masyarakat dan performanya tiap tahun selalu menanjak.

Di periode pertama Jokowi ini kita pun bisa melihat bagaimana pariwisata Indonesia dihadapkan pada banyak tantangan, mulai dari musibah bencana alam tiada henti yang melanda destinasi – destinasi pariwisata, pergolakan politik ,  issue keamanan , lingkungan,  tidak siapnya destinasi hingga faktor sumber daya manusia yang perlu untuk terus ditingkatkan.

Tulisan ini diturunkan dengan tujuan untuk mencoba memberikan gambaran secara singkat tentang apa yang kira – kira akan menjadi tantangan Pariwisata Indonesia di era pemerintahan Jokowi Jilid II .

Pariwisata Indonesia di Peta Persaingan pariwisata dunia

Kita harus berbangga bahwa ternyata dalam perkembangannya saat ini Pariwisata Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi oleh negara – negara manapun di dunia.

Indonesia dengan pariwisata telah hadir sebagai Negara yang memiliki daya saing yang tinggi,  hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pengakuan dari lembaga – lembaga internasional yang kredibilitasnya tidak perlu disangsikan lagi , sebut saja ,

World Travel & Tourism Council (WTTC), menurut lembaga ini pariwisata Indonesia melesat di posisi kesembilan dunia, dan nomor tiga di Asia, serta berada di peringkat teratas di kawasan Asia Tenggara . Lalu Telegraph , Media terkemuka dari Inggris ini mencatat Indonesia sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat,

Bahkan Telegraph menilai pertumbuhan pariwisata Indonesia empat kali lebih tinggi dibanding pertumbuhan regional dan global, hal ini kemudian dikuatkan  dengan Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan industri plesiran di kawasan ASEAN hanya tumbuh 7 persen dan di dunia hanya 6 persen.

Indeks daya saing pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. WEF menyatakan bahwa peringkat Indonesia naik delapan poin dari 50 di 2015 menuju ke peringkat 42 pada 2017.

Tidak cukup disitu, oleh GMTI ( Global Muslim Travel Index )  Indonesia dinobatkan sebagai negara yang menduduki peringkat pertama wisata halal dunia versi GMTI 2019, bersanding dengan Malaysia.

Lalu bagaimana dengan tingkat kunjungan Wisatawan ke Indonesia?

Jika kita melihat data yang disampaikan Kemenpar RI,  kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) naik siginifikan dari 2015-2017. Pada 2015 sebanyak 9,7 juta, lalu 2016 menjadi 11,5 juta dan 2017 sebanyak 14 juta.

Pertumbuhan total kunjungan wisman Indonesia tahun 2017 sebesar 22 persen atau lebih tinggi daripada regional ASEAN (7 persen) dan dunia (6,4 persen). Sampai Agustus 2018, jumlah wisman tercatat mencapai 10,58 juta dari 17 juta yang ditargetkan. Sedangkan untuk Wisatawan nusantara angka nya terus mengalami kenaikan.

Pada tahun 2015 sebanyak 255 juta, tahun 2016 berkembang lagi menjadi 264 juta, dan tahun 2017 meningkat lagi menjadi 271 juta. Sementara itu, sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 yang dari USD12,2 miliar menjadi USD13,6 miliar pada 2016 dan satu tahun berikutnya naik lagi menjadi USD15 miliar. Sementara, tahun ini ditargetkan meraup devisa USD17 miliar dan USD20 miliar di 2020.

Isu dan Tantangan Pariwisata Indonesia

Jika kita Mengutip apa yang disampaikan baru – baru ini oleh  KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional) melalui Ketua Pokja Industri Pariwisata Nasional , Dony Oskaria yang mengatakan, bahwa tingkat kunjungan yang terus meningkat kurang berkorelasi positif dengan nilai belanja wisatawan asing (spending) yang justru terus turun, dari angka USD 1300-an merosot ke angka USD 1000-an per visit. Artinya ada penurunan kualitas kunjungan.

Penurunan kualitas kunjungan ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti misalnya , pelayanan dan fasilitas di destinasi yang belum maksimal , atraksi wisata yang masih itu-itu saja , paket tour yang masih monoton alias kurang kreatif , dan kurang massif dan kreatifnya promosi pariwisata yang dilakukan.

Jadi salah satu Tantangan terbesar dari Pariwisata Indonesia di masa depan adalah bagaimana kuantitas kunjungan wisatawan bisa berbanding lurus dengan kualitas dari nilai spending disaat para wisatawan tersebut berlibur di destinasi – destinasi pariwisata di Indonesia , dalam mencari solusi ini dibutuhkan kebijakan-kebijakan yang progressif untuk dirumuskan bersama oleh para stakeholder yang berada dalam ekosistem nasional pariwisata sehingga mampu menjadikan pariwisata Indonesia adalah solusi kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

Revitalisasi Kementerian Pariwisata

Kemajuan pariwisata secara nasional tidak bisa terlepas dari komitmen dan peran strategis Presiden dan para pembantunya , terutama dalam hal ini Menteri Pariwisata beserta jajarannya .

Di era Pemerintahan Jokowi, kebijakan menciptakan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas ( 10 Bali Baru ) adalah hal yang patut untuk diapresiasi , hal ini menjadikan pembangunan pariwisata adalah program utama pembangunan nasional sehingga di dalam menyukseskannya tidak saja menjadi tanggung jawab Menteri Pariwisata tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh kementerian dan institusi terkait mulai dari pusat hingga daerah.

Jika Presiden Jokowi di periode ke-2 kepemimpinannya memang ingin tetap berkomitmen menjadikan Sektor Pariwisata sebagai sektor utama dalam penerimaan devisa negara, maka selain harus memilih Menteri Pariwisata yang mumpuni juga harus mulai mempertimbangkan langkah merevitalisasi Kementerian Pariwisata untuk tidak lagi menjadi institusi kementerian klas 3 , dimana dalam ruang lingkup kewenangan dan anggarannya selama ini sangat terbatas, sehingga Menteri Pariwisata yang terpilih nantinya bisa Full Power dalam bekerja.

Kesimpulan

Pariwisata dalam implementasi kebijakannya tidak bisa terlepas dari good will pemerintah , good will ini akan mendorong terciptanya kebijakan-kebijakan yang produktif . Pariwisata Indonesia jika ingin lebih maju lagi di era Jokowi Jilid II harus bisa memastikan grand design strateginya mampu menggerakkan ekonomi rakyat yang berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kementerian Pariwisata sebagai eksekutor program – program pariwisata nasional diharapkan mampu untuk lebih kreatif dan inovatif didalam melakukan terobosan-terobosan untuk mengatasi kelesuan pariwisata di banyak daerah wisata yang terdampak bencana.

Pembangunan pariwisata tidak hanya bicara tentang infrastruktur dan investasi , melainkan membutuhkan passion di dalam mengembangkannya , disana ada kerjasama antar semua elemen masyarakat  , pariwisata yang berkelanjutan , inilah konsep inkulisivitas dalam pariwisata yang diharapkan dapat menjadi narasi yang menyatukan di dalam memajukan pariwisata Indonesia di masa depan.

Oleh : Taufan RahmadiPegiat Pariwisata Indonesia

Sumber : republika

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mother’s Day dalam peringatan hari Ibu Tidak sebatas Seremonial

    Mother’s Day dalam peringatan hari Ibu Tidak sebatas Seremonial

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 1.802
    • 0Komentar

    Mother’s Day seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan hanya perayaan simbolik dengan bunga dan ucapan manis. Ibu adalah sosok yang sering hadir dalam diam—mengorbankan waktu, tenaga, bahkan mimpi—demi memastikan anak-anaknya tumbuh dengan kasih sayang dan nilai-nilai kehidupan. Cara menghargai ibu tidak berhenti pada satu hari dalam setahun. Penghargaan sejati tercermin dari sikap sehari-hari: mendengar nasihatnya dengan […]

  • UU Guru dan Dosen Perlu Dirubah

    • calendar_month Sen, 17 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KEPALA Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian (BK) DPR RI Inosentius Syamsul mengatakan, Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UU Guru dan Dosen) sudah berumur 10 tahun lebih. Namun dalam prakteknya banyak sekali permasalahan, khususnya di bidang pendidikan secara keseluruhan di bidang profesi guru dan dosen. Oleh karena itu, menurut Sensi, sapaan […]

  • Pasca Putusan MK, KPU Diminta Lakukan Simulasi Verifikasi Faktual

    • calendar_month Sen, 15 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi verifikasi faktual partai politik, Anggota Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin mengharapkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat melakukan simulasi terkait hal tersebut. Yanuar menuturkan, KPU perlu menyimulasikan putusan MK tersebut dengan penjadwalan dan landasan yang ada. “KPU harus membuat simulasi dengan seluruh penjadwalan yang […]

  • Gedung Guru di Senalang Jadi Rumah Hantu

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Terbengkalai nya pembangunan gedung guru yang berada di Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, yang menelan anggaran sebanyak 2 Miliar pada tahun anggaran 2018 yang saat ini Bak “Rumah Hantu”, sudah janggal dari dimulainya tender/seleksi kegiatan. Terpantau di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Lubuklinggau kegiatan dengan judul pembangunan gedung guru […]

  • Pengedar Sabu di Sungai Pinang Diringkus Polisi

    • calendar_month Sab, 7 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – RL (30) Warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan diringkus aparat kepolisian Satnarkoba Polres Musi Rawas, karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Pelaku diringkus di Jalan Umum Desa Sungai Pinang, sekitar pukul 19.00 Wib, Kamis, (05/04). Dari tangan pelaku, ditemukan Barang Bukti ( BB) satu plastik klip berisi kristal putih diduga Sabu dengan […]

  • Permainan Congklak

    Permainan Congklak

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    BERMAIN merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap anak, bahkan dikatakan anak mengisi sebagian besar dari kehidupannya dengan bermain. Bermain adalah berbuat sesuatu untuk menyenangkan hati (dengan alat tertentu atau tidak). Dengan bermain disebabkan karena adanya sisa kekuatan di dalam dirinya yang sedang berkembang dan tumbuh. Produksi kekuatan dalam diri anak itu melebihi apa yang dibutuhkan […]

expand_less