Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Stop Pengiriman TKI Bila Perlindungan Lemah

Stop Pengiriman TKI Bila Perlindungan Lemah

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 1 Nov 2018
  • visibility 62

ANGGOTA Komisi I DPR RI Charles Honoris mendukung upaya Pemerintah Indonesia yang telah melakukan protes keras terhadap Kerajaan Arab Saudi, karena telah melakukan eksekusi terhadap satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tanpa adanya notifikasi. Ia pun mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang perjanjian antar kedua negara mengenai pengiriman TKI ke negara tersebut.

“Pemerintah harus mengkaji ulang hubungan kerja sama dengan Arab Saudi, khususnya terkait pengiriman buruh migran Indonesia melalui MoU. Saya lebih menyarankan agar perjanjian itu dibatalkan,” tegas Charles dalam Diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Daftar Panjang TKI Dihukum Mati”, di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (01/11/2018). Turut hadir sebagai pembicara, Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha.

Legislator PDI-Perjuangan itu menambahkan agar pemerintah membuat dan mengimplementasikan kebijakan yang melarang pengiriman TKI ke negara-negara tujuan yang sangat lemah dalam sisi perlindungan tenaga kerja. Ia pun mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan moratorium yang sudah pernah diterapkan pada tahun 2015 lalu.

“Saya mendorong agar moratorium terhadap 21 negara yang pernah diterapkan pada pemerintahan Jokowi di tahun 2015 yang lalu agar diterapkan kembali, sehingga tidak ada lagi pengiriman buruh migran Indonesia ke negara negara yang perlindungan terhadap hak asasi manusianya masih lemah,” tandas Charles.

Legislator dapil DKI Jakarta itu menyarankan agar moratorium tersebut harus dimanfaatkan pemerintah untuk membenahi sistem pengiriman, penempatan dan terutama perlindungan buruh migran di luar negeri, yang mana negara harus hadir untuk melindungi warga negaranya dimanapun mereka berada.

Menurutnya, pemerintah juga harus mendorong negara-negara tujuan untuk membuat regulasi yang kuat sesuai dengan standar perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) internasional, guna melindungi tenaga kerja terlepas dari suku dan bangsa manapun.

“Saya juga berharap pemerintahan Indonesia melihat dari apa yang sudah terjadi selama ini bisa mendorong negara-negara tujuan para buruh migran Indonesia khususnya di Timur Tengah untuk bisa memiliki regulasi yang kuat dalam hal perlindungan tenaga kerja, perlindungan buruh migran, termasuk perlindungan kepada pembantu rumah tangga. Kalau suatu negara tidak memiliki regulasi yang kuat dalam hal perlindungan HAM pekerja rumah tangga, maka pemerintah tidak boleh mengirimkan buruh migran ke negara itu” jelasnya.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) ini pun menutup pernyataan dengan meminta agar pemerintah, legislator, dan masyarakat untuk berpikir keras terkait penerapan hukuman mati di Indonesia, karena dengan masih diterapkannya hukuman tersebut maka negara ini dirasa tidak memiliki kapasitas moral untuk berbicara di dunia internasional terkait penghentian hukuman mati di negara lain. (nap/sf–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • H-6, Kendaraan Pemudik Mulai Padati Jalinsum

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    *Pemudik Dihimbau Jangan Paksakan Diri MUSIRAWAS | Memasuki H-6 jelang lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, terpantau sejumlah kendaraan pemudik memandati ruas jalan lintas sumatera (Jalinsum). Arus mudik lebaran tahun ini, menjadi perhatian serius petugas Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Mura. Dimana, dalam kesempatan ini menghimbau seluruh pemudik. Terkhusus sopir agar tidak memaksa diri berkendara bila ngantuk […]

  • Lapas Lubuklinggau Gelar Turnament Tennis Cup

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Lubuklinggau menggelar Turnamen Tennis Kalapas Lubuklinggau Cup, 25-26 Agustus 2018 di Lapangan Tennis Dayang Torek Pendopo Bupati Musi Rawas, Kelurahan Jogo Boyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara 2, Kota Lubuklinggau. Turnament Tennis yang diikuti oleh 16 tim […]

  • Imunitas DPR Untuk Kelancaran Tugas Sebagai Wakil Rakyat

    • calendar_month Sab, 14 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hak imunitas anggota DPR RI bertujuan untuk melindungi dan mendukung kelancaran tugas dan wewenang sebagai wakil rakyat. Hal ini dikemukakan anggota DPR Arteria Dahlan dalam sidang lanjutan uji materiil Undang-Undang  Nomor 17 Tahun 2017 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3), pada Rabu (11/4). Arteria menyebut tujuan pokok hak imunitas parlemen adalah melindungi […]

  • Raperda APBD-P Sumsel 2019 Ketuk Palu

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Setelah melalui proses  yang cukup alot akhirnya pembahasan Raperda Perubahan APBD (APBD-P) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun Anggaran 2019 ketuk palu dalam rapat Paripurna LXII (62) dengan agenda, penyampaian laporan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD Provinsi Sumsel, sore Kamis (12/9). Dalam paripurna yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan  Wakil Gubernur […]

  • Penguatan Inspektorat Daerah untuk Berantas Korupsi

    • calendar_month Sel, 16 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Dalam kurun 2009-2014, dari 439 kasus yang ditangani KPK, 45,33 persen di antaranya melibatkan penyelenggara pemerintahan. Sementara, data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan, sejak era otonomi daerah hingga tahun 2014, sebanyak 318 kepala/wakil kepala daerah tersangkut kasus korupsi (kompas.com, 2017). Post Views: 317

  • BKPP Mura Sesalkan Adanya Dugaan Honor K2 Tidak Pernah Masuk Kerja

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    * BKPP Mura akan Klarifikasi Dinas Pendidikan MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Timbulnya masalah karena adanya pengangkatan Honor K2 yang diduga tidak pernah masuk kerja sangat disesalkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Pengangkatan dan Penempatan Pegawai, Amin Subagja. Menurut Amin Subagja ketika ditemui siang tadi, Kamis (27/08/2015) dikantornya mengatakan bahwa sebelum […]

expand_less