Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Catatan Kami » Serangan Virus Jembrana Mematikan di Musi Rawas

Serangan Virus Jembrana Mematikan di Musi Rawas

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
  • visibility 172

MENGAMATI serangan virus mematikan ‘Jembrana’ yang menyerang ternak Sapi di Kabupaten Musi Rawas cukup signifikan, virus yang awalnya muncul di Jembrana Provinsi Bali telah menyebar ke berbagai daerah termasuk Kabupaten Musi Rawas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sebelumnya bahwa Bupati Musi Rawas telah memperingatkan melalui surat edaran agar waspada terhadap virus ini, terutama daerah-daerah yang sudah terjangkit dari wilayah terdekat yakni Kota Palembang dan Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

Namun kenyataan, diduga penularan virus ini melalui Provinsi Bengkulu dari Blantik (pelaku usaha jual beli ternak) Sapi dalam beberapa bulan belakangan memasukkan Sapi dari Bengkulu. Nah diduga, sapi-sapi dari Bengkulu ini terjangkit virus jembrana dan menularkannya ke sapi-sapi lainnya di Musi Rawas. Berawal dari itulah virus menyebar hingga kini (bulan Maret 2018) melanda semua Kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas.

Virus ‘Jembrana’ diduga menjangkit di Kabupaten Musi Rawas pada 02 Nopember 2017 lalu, namun belum diketahui jelas di Kecamatan mana awal virus tersebut memangsa ternak Sapi.

Berdasarkan data hasil konfirmasi dan pemberitaan pada Media Detiksumsel.com pada 09 Februari 2018 sebanyak 200 ekor Sapi telah mati karena terjangkiti Virus ‘Jembrana’. Virus yang menjangkiti ternak Sapi tersebut terdapat di Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi, Sumberharta, Megangsakti, Muara Beliti, TP Kepungut dan Muara Kelingi. 

Virus ini menyerang kekebalan tubuh Sapi sama ibaratnya Virus HIV yang menyerang kekebalan tubuh manusia, belum ada obatnya hingga kini. Sapi yang terjangkit virus ini tidak akan bertahan lama, paling lama tiga hari akan mati.

Namun demikian Sapi terjangkit virus sebelum mati dapat disembelih dimakan tidak berbahaya kecuali jeroan-nya. Penularan virus ini dapat melalui angin, sehingga bila di satu kandang tertular virus dapat dipastikan seluruh sapi dapat tertular, cirinya ada benjolan dileher.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas berupaya mengatasi ini dengan pencegahan melalui vaksinasi sapi. Bagi sapi yang sudah di vaksin tidak akan terkena virus ini. Sampai bulan Maret 2018 vaksin sudah dilakukan hingga 5.000 ekor sapi dari total populasi 22.000 ekor Sapi di Kabupaten Musi Rawas.

Perbandingan Sapi yang mati karena terjangkit Virus ‘Jembrana’ pada awal Nopember 2017 hingga 02 Februari 2018 lalu sebanyak 200 ekor sapi sedangkan pada Maret ini dengan rentang satu bulan bertambah 100 ekor sapi lebih sehingga total mencapai 300 ekor sapi lebih (kisaran antara 300 – 400 ekor sapi).

Tidak tersedianya anggaran untuk vaksin di Kabupaten Musi Rawas, mengharuskan peternak membeli vaksin tersebut, kendati ada bantuan dari Pemerintah Pusat namun dirasakan masih sangat kurang bila dibandingkan dengan total populasi sapi yang ada. Harga Vaksin tersebut sebesar Rp 1,2 juta untuk 50 ekor sapi.

Ilustrasi hitungan serangan virus pada bulan Nopember 2017 hingga Februari 2018 menyerang 200 ekor sapi, sedangkan total hingga awal Maret mencapai 300 ekor lebih, artinya rentang waktu Februari hingga Maret sudah 100 ekor lebih sapi yang terjangkit virus tersebut, ini ada peningkatan dan cukup signifikan. Jika tidak intensif dan maksimal gerakan vaksin secara itungan akan ada peningkatan serangan pada bulan Maret hingga April 2018, apalagi dibiarkan akan habis populasi Sapi di Kabupaten Musi Rawas, disinilah perlu peran Pemerintah membantu masyarakat peternak atau pelaku usaha.

Ilustrasi hitungan kasar dana yang dibutuhkan untuk vaksin mencapai Rp 400.800.000,-

Dengan hitungan 22.000 ekor sapi dikurang 300 ekor yang sudah mati dikurang lagi 5.000 ekor yang sudah di vaksin adalah 16.700 ekor sapi yang perlu divaksin.

Dari 16.700 ekor sapi dibagi 50 sama dengan 334 vaksin yang dibutuhkan dikali Rp 1,2 juta/vaksin sama dengan Rp 400.800.000,-

Penulis : Faisol Fanani

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modal Sosial Kunci Pembangunan Desa

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kunci sukses pembangunan di desa adalah partisipasi masyarakat. Hal itu dikatakan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat menjadi pembicara kunci dalam dialog Teras Kita yang diselenggarakan KAGAMA dan KOMPAS dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Desa Mandiri” di kantor Kemendes PDTT di Jakarta, Kamis (29/3). “Dengan dialog […]

  • Cegah Stunting, Bunda Baca Musi Rawas Berikan Edukasi

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Bunda Baca Musi Rawas (Mura), Hj. Noviar Marlina Gunawan memberikan edukasi cegah stunting di Kantor Kepala Desa Pelita Jaya Kecamatan Muara Lakitan, Kamis (16/01/2020). Kegiatan dengan tujuan sosialisasi pendidikan keluarga pada 14 kecamatan dalam mencegah stunting juga diikuti OPD terkait. Hj. Noviar Marlina Gunawan mengaku kagum dengan orang tua yang sangat antusias […]

  • OPD diminta Tingkatkan Pelayanan dengan Inovasi Baru

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Musi Rawas diharapkan dapat lebih inovatif dalam melayani dan meningkatkan kinerja sebagai abdi Negara dan pelayan masyarakat. Hal ini disampaikan Staf Ahli Bupati bidang Pemerintah, Hukum & Politik, Amra Muslimin saat wawancara usai launching sistem digitalisasi uji kendaraan bermotor di kantor KIR Muara Beliti, Kamis. […]

  • Dana Hibah Bawaslu Dukung Pelaksanaan Pilkada 2020

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura), H Hendra Gunawan mengatakan dana hibah Pilkada 2020 yang diberikan ke Bawaslu dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkada. “Pemanfaatan dana tersebut bisa terserap dengan baik dengan harapan tercipta suksesnya pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Mura demi mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Mudah-mudahan apa yang telah kita rencanakan […]

  • 4 Paket Distamben Mura Kekurangan Volume 45,5 Juta

    • calendar_month Kam, 11 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 359
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS — Pemerintah Kabupaten Musirawas (Mura), Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel), melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), di tahun 2013 lalu telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 36.631.952.125,00. Namun, dari alokasi dana tersebut telah terealisasi sebesar Rp 34.587.199.457,00 atau 94,42%. Hal demikian disebabkan kurangnya pengawasan dari pihak dinas sehingga tidak mampu secara optimal mengolah dana yang […]

  • Kasus Korupsi Dana PamLinmas, Jaksa Akan Panggil Kasat Pol PP Provinsi

    • calendar_month Sel, 10 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MUARADUA – Kejaksaan Negeri Baturaja cabang Muaradua terus mendalami kasus dugaan korupsi Dana Pam Linmas Pilpres dan Pileg yang kini menyeret mantan Kepala Kesbangpol dan Linmas, Amir Hamzah. Langkah yang dilakukan pihak kejaksaan saat ini dengan memintai keterangan sejumlah saksi-saksi terkait dugaan korupsi yang kini telah menjerat dua pejabat di Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten OKU Selatan. Sebelumnya camat […]

expand_less