Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Warga Kebur Desak Bupati Tuntaskan Masalah di Desa

Warga Kebur Desak Bupati Tuntaskan Masalah di Desa

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 25 Sep 2017
  • visibility 99

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Aliansi Masyarakat Kebur mendesak Bupati Musi Rawas agar dapat menyelesaikan permasalahan di desa mereka. Puluhan warga Desa Kebur tersebut menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Musi Rawas, Senin (25/09) dengan mengajukan tuntutan diantaranya, meminta usut tuntas dugaan pelanggaran harga raskin di Desa Kebur. Kemudian meminta Bupati segera membangun Kantor Desa Kebur, segera mengusut dan investigasi penggunaan dana desa tahun 2016. Terakhir meminta Bupati mengusut tuntas uang pendaftaran bedah rumah tahun 2014 hingga kini belum jelas.

Tuntutan diatas disampaikan Koordinator aksi, Jon Heri didampingi Koordinator Lapangan, Nanang dan puluhan warga lainnya. “Tuntutan kami sampaikan karena harga raskin yang semestinya Rp 16.000,-/kg atau Rp 24.000,-/sack (15 kg), tapi kenyataannya Rp 50.000,-/sack (15 kg) hal ini sudah sekian lama terjadi.

Kemudian, segala permasalahan Desa dan penyelenggaraan pemerintah desa tidak maksimal karena kantor desa tidak ada. Kemudian lagi, kami mempertanyakan bantuan Dana Desa tahun 2016 dikemanakan saja terakhir kami mempertanyakan kemana uang pendaftaran program rumah bedah tahun 2014 sebesar Rp 250.000,- dari beberapa warga yang disetor ke Sekdes,” tegas Jon Heri.

Sementara itu, Assisten 1 Setda Kabupaten Musi Rawas, Priscodesi mengatakan pada rapat mediasi setelahnya, mengenai harga raskin merupakan kesepakatan antara pihak Kecamatan, Pemerintah Desa dan Masyarakat setempat dan tentu ada berita acaranya. 

“Harga raskin itu saya kira sudah ada kesepakatan, hanya mungkin bisa ditinjau ulang karena ada yang keberatan,” kata Priscodesi.

Masih dikatakan Priscodesi, mengenai uang daftar program bedah rumah 2014 bila merasa dirugikan silahkan lapor, ini ada Inspektur Kabupaten Musi Rawas dengan tertulis disertai identitas dan bukti-bukti pendukung.

Kades Kebur, Umar Hasan menanggapi bahwa pihaknya siap mengajak kelapangan untuk bukti penggunaan Dana Desa tahun 2016. “Silahkan cek sendiri atau kita sama-sama, kalau harga raskin itu sudah kesepakatan, sedangkan KPS, KIS, KKS dan lainnya itu urusan Dinas Sosial, kita didesa hanya menerima saja,” kata Kades Kebur. (fsl)

 

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantau Persiapan Kantor Bupati Musi Rawas di Muara Beliti

    • calendar_month Jum, 1 Jun 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan, Jum’at (01/06/2018) usai melaksanakan Safari Jum’at di Masjid Miftahul Janah Desa Kebur Jaya Kecamatan TPK mengunjungi Kantor Bupati di Muara Beliti. Kunjungan Bupati ini untuk melihat langsung persiapan kantor Bupati mulai dari persiapan ruangan kantor, ruang rapat, auditorium dan fasilitas lainnya. Kunjungan Bupati dimulai dengan melihat […]

  • Mentan Optimis, Sumsel Jadi Lumbung Pangan Nomor Satu

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PALEMBANG -| Tekad kuat Gubernur Sumsel Herman Deru menjadikan Sumsel lumbung pangan diapresiasi Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman. “Kami berikan apresiasi yang sangat untuk pak gubernur.  Karena beliau ini terus bekerja tanpa lelah memajukan sektor pertanian  demi  sejahteranya warga Sumsel,” ucapnya Mentan RI, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Kegiatan Luas Tambah Tanam […]

  • Lelang Perawan dan Kawin Kontrak, Itu Dilarang

    • calendar_month Ming, 24 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise melarang lelang perawan dan kawin kontrak seperti penawaran yang beredar melalui situs nikahsirri.com. Dia mengatakan praktik tersebut termasuk bentuk eksploitasi terhadap kaum perempuan. “Lelang Perawan dan kawin kontrak adalah salah satu bentuk eksploitasi kaum perempuan. Program ini sama halnya dengan pelacuran terselubung yang dibalut dengan […]

  • Sekda Buka Sosialisasi Penerapan Izin dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup

    • calendar_month Rab, 28 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Sekretaris Daerah Kota Lubuklinggau, H Parigan Syahrin membuka acara Sosialisasi Penerapan Izin Lingkungan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup untuk para pelaku usaha atau kegiatan di Kota Lubuklinggau-Sumsel, Rabu, Hotel Smart, Rabu (28/10/2015).   Post Views: 362

  • Bupati Optimis, Pelayanan Publik di Musi Rawas Masuk Kategori Hijau

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan optimis dalam hal pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas akan mendapatkan penilaian yang memuaskan, paling tidak bisa masuk kategori hijau. Harapan ini disampaikan Bupati saat menerima kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Sumsel di ruang Bina Praja Pemda Muara Beliti, Rabu (12/06). “Terima kasih kepada Ombudsman RI yang […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp518,-/kg – Senin 30 Agustus 2021

    • calendar_month Sen, 30 Agu 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 30 AGUSTUS 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 20.092,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 14.064,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 12.055,-/kg 4. KKK 50% dibeli Rp 10.046,-/kg 5. KKK 40% dibeli Rp 8.037,-/kg Harga hari ini TURUN Rp 518,-/kg dari harga Jum’at […]

expand_less