Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Ditemukan Galaksi EGSY8p7, Terjauh di Alam Semesta

Ditemukan Galaksi EGSY8p7, Terjauh di Alam Semesta

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
  • visibility 100

Terletak 13,2 miliar tahun cahaya dari Bumi, galaksi ini menjadi galaksi terjauh yang pernah di temukan oleh manusia hingga saat ini.

Astronom menemukan galaksi di alam semesta yang diberi nama EGSY8p7. Galaksi kuno yang sejauh ini merupakan galaksi terjauh yang pernah ditemukan oleh manusia,  terletak 13,2 miliar tahun cahaya dari bumi.

Astrofisikawan yang mengobservasi galaksi terjauh dari bumi ini melihat bahwa galaksi ini terbentuk 600 juta tahun setelah Big Bang—yang terjadi sekitar 13,8 miliar tahun lalu.

“Inilah saat dimana kami percaya bahwa galaksi pertama terbentuk dan memiliki pengaruh besar terhadap evolusi alam semesta,” kata Guido Robert Borsani, mahasiswa doktoral di University College London yang turut andil sebagai penulis dalam jurnal penelitian galaksi ini.

“Menemukan galaksi di usia dini seperti ini jarang terjadi dan memberikan kita wawasan yang unik tentang kondisi yang memungkinkan galaksi terbentuk. Kami melihat saat-saat pertama pembentukan galaksi,” ujarnya.

Para astrofisikawan menggunakan Observatorium W.M. Keck di Hawaii tidak hanya untuk mengukur seberapa jauh letak galaksi, tetapi juga usia galaksi dengan mendeteksi garis emisi Lyman-alpha— tanda dari gas hidrogen panas yang dapat mengungkapkan usia galaksi karena dipanaskan oleh bintang-bintang yang baru lahir di galaksi.

Ilustrasi ini menunjukkan ...Ilustrasi ini menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dalam menyelidiki sejarah kosmik awal. Emisi hidrogen dari EGSY8p7 dapat menunjukkan bahwa galaksi ini merupakan generasi awal galaksi muda yang memancarkan radiasi luar biasa kuat. (Adi Zitrin/California Institute of Technology )

Dr. Adi Zitrin, astrofisikawan dari California Institute of Technology dan penulis utama jurnal dalam sebuah pernyataan terpisah mengatakan, “Kami sering melihat garis emisi Lyman-alpha hidrogen pada objek di dekatnya, dan garis emisi ini merupakan salah satu tanda pembentukan bintang.”

“Namun, jika kita menembus lebih dalam ke alam semesta, dan kembali ke masa lampau, ruang antar galaksi mengandung peningkatan jumlah awan gelap hidrogen yang menyerap sinyal ini.”

Galaksi kuno mungkin akan memberikan penerangan baru tentang bagaimana alam semesta berevolusi di masa lalu.

(Lutfi Fauziah/Sumber: Huffington Post, Space.com) – NationalGeographic

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Pendaftaran Pilkada, Komisi II DPR Lakukan Evaluasi

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    JAKARTA — Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman mengungkapkan sejumlah evaluasi terkait persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015. Selain persoalan anggaran, pihaknya juga menyoroti kesiapan SDM penyelenggara Pilkada. “Yang menjadi bahan evaluasi kami jelang proses pendaftaran Pilkada adalah soal anggaran dan kesiapan SDM. Soal anggaran harus dipastikan, apakah benar-benar sudah siap dan […]

  • Perum Damri Resmi Buka Trayek Baturaja – Palembang

    • calendar_month Sel, 23 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    BATURAJA – Kehadiran Bus Damri di Kabupaten OKU yang telah launching dan di resmikan oleh Bupati OKU Kuryana Azis pada Senin (22/10), disambut dengan suka cita oleh masyarakat. Hal tersebut lantaran dianggap telah memberi angin segar bagi masyarakat yang selama ini memang sangat merindukan kehadiran angkutan umum yang dapat mempermudah perjalanan ke kota Palembang. Launching […]

  • Indonesia Dituntut Ambil Peran Tuntaskan Genosida Rohingya

    • calendar_month Jum, 22 Des 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pelaksana Tugas Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan diperlukan kekuatan politik (political will) untuk menyelesaikan kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Karena itu, dibutuhkan peran negara-negara Asean termasuk Indonesia sebagai negara pemimpin di kawasan. “Salah satu yang ditunggu adalah peran Indonesia. Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dan juga leader di […]

  • Bupati Akhiri Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Muara Kelingi

    • calendar_month Rab, 13 Jun 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Masjid Jami’ Muara Kelingi, Kelurahan Muara Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi menjadi Masjid terakhir dikunjungi oleh Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan dalam rangkaian Safari Ramadhan 1439 H. Pada safari terakhir ini, Bupati disambut oleh Camat, Kapolsek, Lurah Muara Kelingi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Ratusan Jamaah Masjid Jami’. Bupati Musi Rawas dalam […]

  • Pengadilan Rakyat Internasional di Den Haag untuk Gugah Pemerintah

    • calendar_month Kam, 12 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pengadilan Rakyat Internasional (IPT) terkait kasus HAM yang terjadi pascatahun 1965 di Indonesia, digelar di Den Haag, Belanda. Rencananya, IPT 1965 akan digelar selama tiga hari, yaitu dari 10 hingga 13 November. Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan IPT merupakan moot court atau peradilan semu. Sehingga produk yang dihasilkan dari pengadilan ini tidak mengikat […]

  • Raperda APBD-P Sumsel 2019 Ketuk Palu

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Setelah melalui proses  yang cukup alot akhirnya pembahasan Raperda Perubahan APBD (APBD-P) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun Anggaran 2019 ketuk palu dalam rapat Paripurna LXII (62) dengan agenda, penyampaian laporan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD Provinsi Sumsel, sore Kamis (12/9). Dalam paripurna yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan  Wakil Gubernur […]

expand_less