Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » Menyoroti Pekan Paralimpiade Nasional 2024, Inilah Prestasi Olahraga Untuk Para Atlet Indonesia dengan ‘Kebutuhan Khusus

Menyoroti Pekan Paralimpiade Nasional 2024, Inilah Prestasi Olahraga Untuk Para Atlet Indonesia dengan ‘Kebutuhan Khusus

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
  • visibility 285

Jurnalindependen.com – Perayaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII digelar di Kota Solo, pada 6-13 Oktober 2024.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyebut perhelatan Peparnas menjadi panggung unjuk kekuatan para atlet disabilitas di Indonesia.

“Hari ini kita berkumpul untuk merayakan keberanian, ketangguhan, dan semangat luar biasa atlet yang akan berlaga di Peparnas,” kata Dito dalam pembukaan Peparnas di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Dito mengungkap, Peparnas bukan hanya menjadi ajang pertandingan bagi para atlet disabilitas, namun juga panggung besar untuk menunjukkan semangat juang olahraga mereka.

“Peparnas adalah sebuah wujud nyata bahwa olahraga adalah milik semua orang tanpa terkecuali,” tegasnya.

“Dengan semangat yang sama seperti Pekan Olahraga Nasional, kali ini kita memiliki kehormatan bahwa Solo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, menjadi tuan rumah bagi 4.625 atlet dan official dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Dito juga menuturkan, para atlet akan berkompetisi di 20 cabang olahraga yang telah ditetapkan oleh International Paralympic Committee, seperti para bulutangkis, para catur, dan para renang.

“Selain itu, juga cabang-cabang yang memerlukan teknik dan strategi luar biasa, seperti voli duduk dan anggar luar biasa,” pungkasnya.

Menyikapi adanya perhelatan olahraga paralimpiade nasional itu, Dito menilai kegiatan tersebut telah meneguhkan komitmen untuk kesetaraan bagi para penyandang disabilitas di Indonesia.

Sebab, menurutnya Peparnas 2024 telah menjamin hak berolahraga bagi semua kalangan warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

“Peparnas bukan hanya soal meraih medali prestasi, tetapi juga lebih dari itu untuk melahirkan bibit unggul yang siap mengharumkan Indonesia di kancah ASEAN, Asia, bahkan Paralimpiade,” pungkasnya.

Berkaca dari perhelatan Peparnas 2024, Kemenpora mempunyai cita-cita besar pada pembangunan olahraga di Indonesia.

Salah satunya, membawa Indonesia masuk pada lima besar dunia pada Paralimpiade tahun 2044 mendatang.

Salah satunya, Kemenpora ingin membawa Indonesia masuk pada lima besar dunia pada Paralimpiade tahun 2044 mendatang.

Terbaru, prestasi dari para atlet yang berlaga di Paralimpiade 2024 telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Mari mengintip prestasi Indonesia di ajang Paralimpiade 2024 Paris yang selesai digelar pada 8 September 2024 lalu.

Simbol Kemajuan Atlet Disabilitas Indonesia

Menpora Dito memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian prestasi Indonesia di Paralimpiade 2024 Paris.

Capaian itu dinilai Dito sebagai simbol atas kemajuan dalam pembinaan atlet disabilitas di Indonesia.

“Torehan sejarah baru tercipta. Pencapaian ini bukan hanya yang terbaik sepanjang partisipasi Indonesia dalam Paralimpiade,” kata Dito di Istana Merdeka, Jakarta, pada 11 September 2024 lalu.

Dito juga mengungkap, Tim Merah Putih yang bertanding di ajang Paralimpiade 2024 Paris itu berhasil membawa pulang 4 medali dengan rincian 1 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.

Menpora menyoroti pencapaian itu juga berkat komitmen pemerintah dalam membangun Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah.

“Keberadaan pusat pelatihan ini akan semakin meningkatkan prestasi para atlet paralimpik Indonesia di masa yang akan datang, memperkuat fondasi pembinaan olahraga disabilitas Tanah Air,” tegasnya.

Upaya-upaya pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas juga pernah dilakukan terhadap personel Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI, yang dimulai pada tahun 1972 silam.

Kala itu, Kemhan dan TNI bekerja sama dengan RS Fatmawati dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk melatih para atlet nasional khusus penyandang disabilitas.

Berikut ini ulasan terkait perkembangan olahraga penyandang disabilitas di Indonesia.

Prestasi Olahraga Penyandang Disabilitas Indonesia

Prestasi yang diperoleh dari para atlet penyandang disabilitas di Indonesia meliputi sejumlah kejuaraan di tingkat nasional dan tingkat internasional:

Pada tahun 1974, untuk pertama kalinya Indonesia meraih medali emas untuk cabang olahraga jalan cepat 100 meter dan perunggu untuk cabang olahraga lempar lembing pada Milti Disable Games di Inggris.

Pada tahun 1975, Indonesia menyabet medali emas untuk cabang olahraga olahraga lari cepat 100 meter lempar lembing, lompat tinggi, dan renang, pada perhelatan FESPIC Games di Oita, Jepang.

Pada tahun 1976, tim penyandang disabilitas Indonesia meraih medali perunggu untuk cabang olahraga lempar cakram serta medali perunggu untuk cabang olahraga lempar lembing pada Olimpiade Penyandang Disabilitas sedunia di Toronto, Canada.

Pada tahun 1977, atlet disabilitas Indonesia meraih medali emas dan perak untuk cabang olahraga lempar lembing dan tolak peluru, serta medali perak dan perunggu untuk cabang olahraga loncat tinggi di FESPIC Games II di Australia.

Pada tahun 1979, tim disabilitas Indonesia meraih medali emas untuk cabang olahraga lari cepat 100 meter dan medali emas untuk cabang olahraga lempar cakram pada kejuaraan dunia ISOD Games di Inggris.

Pada tahun 1980, medali perunggu berhasil dibawa pulang atlet disabilitas Indonesia untuk cabang olahraga ‘Lawn Bowling’ di Arnhem Belanda pada tahun 1980.

Pada tahun 1990, tim disabilitas mengharumkan nama Indonesia karena berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu untuk berbagai cabang Paralympic di Moskow Rusia pada tahun 1990.

Pada tahun 1993, Indonesia meraih medali perak untuk cabang olahraga lempar cakram dan tolak peluru pada The First International Ex Service Wheelchair Games di London.

Deretan prestasi itu tidak terlepas dari kerja keras para atlet disabilitas yang ikut dalam kegiatan Training Centre (TC) di Pusrehab Kemhan.

Hal tersebut penting sebagai persiapan untuk mengikuti pertandingan di dalam maupun luar negeri, meliputi latihan fisik dan latihan teknik.

Namun, pembinaan olahraga di Pusrehab Kemhan terhenti karena berbagai faktor, seperti kondisi usia, atlet, dan regenerasi atlet.

Pusrehab Kemhan terus mengupayakan pembinaan atlet disabilitas ini, hingga akhirnya kembali meraih kejayaan dengan menyabet medali perunggu di Asean Para Games Singapura pada tahun 2015 lalu. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Kunjungi Korban Penembakan di RS Sobirin

    • calendar_month Jum, 21 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengunjungi korban penembakan oleh oknum polisi di Rumah Sakit Dr Sobirin, Kabupaten Musirawas. Kunjungan Gubernur Sumsel untuk membesok korban itu usai menghadiri HUT ke- 74 Kabupaten Musirawas, Kamis (20/4). Gubernur saat pertemuan dengan korban menyampaikan rasa berduka cita atas kejadian tersebut, dan peristiwa ini tidak boleh terulang lagi. […]

  • Tarif Cukai Rokok Naik Tahun Depan, Ini Rinciannya

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 181
    • 0Komentar

     JAKARTA — Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi memastikan ada kenaikan tarif cukai rokok rata-rata 11,19 persen pada tahun depan.  “Kenaikan tarif ini sudah kami pertimbangkan berdasarkan masukan dari industri rokok dan juga institusi kesehatan,” kata Heru di kantor Kementerian Keuangan, Senin (11/9).  Heru mengatakan, kenaikan tarif cukai tertinggi terjadi pada rokok golongan […]

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 1.451
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • Sebut Kader PDIP Seperti ‘Preman’, Yance Dinilai Arogan

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    JAKARTA — Elit PDI Perjuangan menyikapi pernyataan mantan Bupati Indramayu sekaligus suami Anna Sophanah, Irianto MS Syafiuddin (Yance), yang menyebut kader PDIP seperti preman, sebagai sikap yang arogan. “Pernyataan Yance menyebut bahwa kader PDI Perjuangan sebagai preman, sangat tidak etis dan menunjukkan bahwa Yance arogan dan otoriter,” tegas Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Waras […]

  • Permudah Koordinasi, Petani Walet Megang Sakti Bentuk Organisasi

    • calendar_month Ming, 8 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Para penangkar atau petani walet Kecamatan Megang Sakti, Musi Rawas akhirnya membuat kesepakatan untuk membentuk wadah atau organisasi walet. Hal ini dibentuk untuk mempermudah dan koordinasi bagi para petani walet dengan pemerintah maupun konsumen walet, demikian disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Petani Walet (IKPW), Wisnu Handoyo melalui Sekretarisnya, Nurkholis kepada Jurnalindependen.com, Ahad (08/11/2015). […]

  • APBN 2019 Fokus pada Investasi SDM

    • calendar_month Sel, 10 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PR3SIDEN Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar sidang kabinet paripurna yang membahas tentang ketersediaan anggaran dan pagu indikatif serta prioritas nasional tahun 2019 di Istana Negara, Senin 9 April 2018. Dalam pengantarnya, Kepala Negara menegaskan kepada jajarannya untuk lebih fokus dan memprioritaskan alokasi anggaran APBN untuk hal-hal yang bersifat strategis. Apalagi APBN hanya […]

expand_less