Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Menyoroti Pekan Paralimpiade Nasional 2024, Inilah Prestasi Olahraga Untuk Para Atlet Indonesia dengan ‘Kebutuhan Khusus

Menyoroti Pekan Paralimpiade Nasional 2024, Inilah Prestasi Olahraga Untuk Para Atlet Indonesia dengan ‘Kebutuhan Khusus

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
  • visibility 209

Jurnalindependen.com – Perayaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII digelar di Kota Solo, pada 6-13 Oktober 2024.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyebut perhelatan Peparnas menjadi panggung unjuk kekuatan para atlet disabilitas di Indonesia.

“Hari ini kita berkumpul untuk merayakan keberanian, ketangguhan, dan semangat luar biasa atlet yang akan berlaga di Peparnas,” kata Dito dalam pembukaan Peparnas di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Dito mengungkap, Peparnas bukan hanya menjadi ajang pertandingan bagi para atlet disabilitas, namun juga panggung besar untuk menunjukkan semangat juang olahraga mereka.

“Peparnas adalah sebuah wujud nyata bahwa olahraga adalah milik semua orang tanpa terkecuali,” tegasnya.

“Dengan semangat yang sama seperti Pekan Olahraga Nasional, kali ini kita memiliki kehormatan bahwa Solo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, menjadi tuan rumah bagi 4.625 atlet dan official dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Dito juga menuturkan, para atlet akan berkompetisi di 20 cabang olahraga yang telah ditetapkan oleh International Paralympic Committee, seperti para bulutangkis, para catur, dan para renang.

“Selain itu, juga cabang-cabang yang memerlukan teknik dan strategi luar biasa, seperti voli duduk dan anggar luar biasa,” pungkasnya.

Menyikapi adanya perhelatan olahraga paralimpiade nasional itu, Dito menilai kegiatan tersebut telah meneguhkan komitmen untuk kesetaraan bagi para penyandang disabilitas di Indonesia.

Sebab, menurutnya Peparnas 2024 telah menjamin hak berolahraga bagi semua kalangan warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

“Peparnas bukan hanya soal meraih medali prestasi, tetapi juga lebih dari itu untuk melahirkan bibit unggul yang siap mengharumkan Indonesia di kancah ASEAN, Asia, bahkan Paralimpiade,” pungkasnya.

Berkaca dari perhelatan Peparnas 2024, Kemenpora mempunyai cita-cita besar pada pembangunan olahraga di Indonesia.

Salah satunya, membawa Indonesia masuk pada lima besar dunia pada Paralimpiade tahun 2044 mendatang.

Salah satunya, Kemenpora ingin membawa Indonesia masuk pada lima besar dunia pada Paralimpiade tahun 2044 mendatang.

Terbaru, prestasi dari para atlet yang berlaga di Paralimpiade 2024 telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Mari mengintip prestasi Indonesia di ajang Paralimpiade 2024 Paris yang selesai digelar pada 8 September 2024 lalu.

Simbol Kemajuan Atlet Disabilitas Indonesia

Menpora Dito memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian prestasi Indonesia di Paralimpiade 2024 Paris.

Capaian itu dinilai Dito sebagai simbol atas kemajuan dalam pembinaan atlet disabilitas di Indonesia.

“Torehan sejarah baru tercipta. Pencapaian ini bukan hanya yang terbaik sepanjang partisipasi Indonesia dalam Paralimpiade,” kata Dito di Istana Merdeka, Jakarta, pada 11 September 2024 lalu.

Dito juga mengungkap, Tim Merah Putih yang bertanding di ajang Paralimpiade 2024 Paris itu berhasil membawa pulang 4 medali dengan rincian 1 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.

Menpora menyoroti pencapaian itu juga berkat komitmen pemerintah dalam membangun Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah.

“Keberadaan pusat pelatihan ini akan semakin meningkatkan prestasi para atlet paralimpik Indonesia di masa yang akan datang, memperkuat fondasi pembinaan olahraga disabilitas Tanah Air,” tegasnya.

Upaya-upaya pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas juga pernah dilakukan terhadap personel Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI, yang dimulai pada tahun 1972 silam.

Kala itu, Kemhan dan TNI bekerja sama dengan RS Fatmawati dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk melatih para atlet nasional khusus penyandang disabilitas.

Berikut ini ulasan terkait perkembangan olahraga penyandang disabilitas di Indonesia.

Prestasi Olahraga Penyandang Disabilitas Indonesia

Prestasi yang diperoleh dari para atlet penyandang disabilitas di Indonesia meliputi sejumlah kejuaraan di tingkat nasional dan tingkat internasional:

Pada tahun 1974, untuk pertama kalinya Indonesia meraih medali emas untuk cabang olahraga jalan cepat 100 meter dan perunggu untuk cabang olahraga lempar lembing pada Milti Disable Games di Inggris.

Pada tahun 1975, Indonesia menyabet medali emas untuk cabang olahraga olahraga lari cepat 100 meter lempar lembing, lompat tinggi, dan renang, pada perhelatan FESPIC Games di Oita, Jepang.

Pada tahun 1976, tim penyandang disabilitas Indonesia meraih medali perunggu untuk cabang olahraga lempar cakram serta medali perunggu untuk cabang olahraga lempar lembing pada Olimpiade Penyandang Disabilitas sedunia di Toronto, Canada.

Pada tahun 1977, atlet disabilitas Indonesia meraih medali emas dan perak untuk cabang olahraga lempar lembing dan tolak peluru, serta medali perak dan perunggu untuk cabang olahraga loncat tinggi di FESPIC Games II di Australia.

Pada tahun 1979, tim disabilitas Indonesia meraih medali emas untuk cabang olahraga lari cepat 100 meter dan medali emas untuk cabang olahraga lempar cakram pada kejuaraan dunia ISOD Games di Inggris.

Pada tahun 1980, medali perunggu berhasil dibawa pulang atlet disabilitas Indonesia untuk cabang olahraga ‘Lawn Bowling’ di Arnhem Belanda pada tahun 1980.

Pada tahun 1990, tim disabilitas mengharumkan nama Indonesia karena berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu untuk berbagai cabang Paralympic di Moskow Rusia pada tahun 1990.

Pada tahun 1993, Indonesia meraih medali perak untuk cabang olahraga lempar cakram dan tolak peluru pada The First International Ex Service Wheelchair Games di London.

Deretan prestasi itu tidak terlepas dari kerja keras para atlet disabilitas yang ikut dalam kegiatan Training Centre (TC) di Pusrehab Kemhan.

Hal tersebut penting sebagai persiapan untuk mengikuti pertandingan di dalam maupun luar negeri, meliputi latihan fisik dan latihan teknik.

Namun, pembinaan olahraga di Pusrehab Kemhan terhenti karena berbagai faktor, seperti kondisi usia, atlet, dan regenerasi atlet.

Pusrehab Kemhan terus mengupayakan pembinaan atlet disabilitas ini, hingga akhirnya kembali meraih kejayaan dengan menyabet medali perunggu di Asean Para Games Singapura pada tahun 2015 lalu. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ujian Nasional Siap Diikuti 8,1 Juta Peserta, 78 Persen Berbasis Komputer

    • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Ujian Nasional (UN) tahun 2018 siap digelar pada bulan April mendatang. Tahun ini, UN diikuti 8,1 juta peserta didik dan 96 ribu satuan pendidikan. “Sebanyak 78 persen peserta didik siap mengikuti UN berbasis komputer (UNBK). Jumlah peserta UNBK tahun ini meningkat signifikan dari penyelenggaraan tahun lalu,” disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok […]

  • Presiden Serahkan 3.000 Sertifikat Hak Atas Tanah di Cirebon

    • calendar_month Ming, 11 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    CIREBON – Presiden Joko Widodo kembali menyerahkan secara langsung sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat. Kali ini giliran masyarakat Kabupaten Cirebon dan sekitarnya yang mendapatkan sertifikat langsung dari Presiden. Penyerahan sertifikat berlangsung di Function Hall, The Radiant Hotel, Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, pada Minggu, 11 Maret 2018. “Ada 3.000 sertifikat yang diserahkan kepada bapak/ibu […]

  • MPK Minta Kejari Usut Dugaan Penyimpangan Proyek PAM di Muratara

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MURATARA — Dugaan penyimpangan terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan sarana prasarana air minum di Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara yang menelan dana sebesar Rp 8.516.764.000, melalui APBD Muratara, yang dikerjakan PT. Putra Prima Mega Power, dengan masa waktu pelaksanaan selama tiga bulan, terhitung dari bulan Oktober-Desember tahun 2014 lalu, dimana proyek ini dibawah naungan Dinas Pekerjaan […]

  • Polres Mura Terus Tingkatkan KYYD Tekan Kriminal 3C

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas terutama kriminal Curat, Curas dan Curanmor (3C) jajaran Polres Musi Rawas (Mura) terus tingkatkan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD). Post Views: 218

  • Pasca Libur Lebaran, Warga Musi Rawas  “Serbu” Kantor Dukcapil

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran, ratusan warga masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura) “Serbu” Kantor layanan Administrasi Kependudukam (Adminduk), Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) Mura. Sebagian besar warga datang mengurus administrasi kependudukan yakni perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTPel). Senin (10/6) siang. Kadisdukpencapil Mura, Y Morry melalui Kabid Sistem Informasi […]

  • LSM Duritimurta Pertanyakan Pengangkatan 6 Pjs Kades Non-PNS di Nibung

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Setidaknya ada 6 dari 7 desa yang ada di Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang Pjs Kades-nya diangkat dari kalangan Non-PNS (Pegawai Negeri Sipil), demikian disampaikan Ketua LSM Raya Indonesia Transparansi Musi Rawas Utara (Duritimurta) kepada Jurnalindependen.com, Senin (27/04/2015). Menurut menurut Undang-undang No.6 tahun 2014 tentang Desa dan PP no.43 […]

expand_less