Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Bisnis » Dana ‘Serasi’ Sumsel Disorot DPR

Dana ‘Serasi’ Sumsel Disorot DPR

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
  • visibility 63

PALEMBANG – | Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Nasyit Umar menyoroti dana biaya program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) yang dikucurkan ke Kelompok Tani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp 4,3 juta per hektare. Berarti, sambung Nasyit, jikalau dana tersebut dikalikan dengan areal yang akan digali seluas 200.000 hektare maka total biaya anggaran yang dibutuhkan dapat mencapai sebesar Rp 860 Miliar.

Nasyit menyayangkan, jika program tersebut sampai tidak berjalan efektif maka dikhawatirkan terjadi pemborosan uang negara. Demikian diungkapkan Nasyit, usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dan jajaran instansi terkait lainnya di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang, Sumsel, Senin (29/7/2019).

“Biaya program SERASI yang dikucurkan ke Kelompok Tani di Sumsel ini per 1 hektarnya adalah Rp 4,3 juta. Hal itu berarti, dengan rencana pengerjaan seluas area 200.000 hektar dikalikan Rp 4,3 juta totalnya mencapai Rp 860 miliar. Jika sampai program ini tidak berjalan efektif maka ini adalah suatu bentuk pemborosan uang negara,” tegas Nasyit.

Selain itu, legislator Fraksi Partai Demokrat ini menyatakan bahwa dana program SERASI yang disiapkan untuk membantu Kelompok Tani tersebut seharusnya berdasarkan kebutuhan lapangan dan tidak semua area harus digali. Nasyit mempertanyakan, pihak mana yang akan mengontrol dana tersebut ketika dana bantuan yang diberikan sangat besar jumlahnya sementara kebutuhan di lapangan hanya sedikit.

“Seharusnya, dana bantuan program SERASI yang disiapkan itu berdasarkan kebutuhan lapangan dan tidak semua itu harus digali. Ini kontrol saja, karena jangan sampai Kelompok Tani diperiksa. Mereka diberikan bantuan dana besar sementara dana yang digunakan di lapangan hanya sedikit tidak sesuai dengan dana yang tersedia. Lantas, siapa yang mau kontrol,” tandas legislator dapil Sulawesi Selatan II itu.

Pada kesempatan yang sama, Nasyit juga menyoroti sistem pengerjaan galian dalam program SERASI ini. Nasyit mengingatkan, jangan sampai tidak ada yang mengontrol dalam pengerjaan penggalian oleh Kelompok Tani tersebut. Sebab, jika sampai terjadi kelewatan dalam penggalian, Nasyit mengungkapkan hal itu akan berdampak buruk karena pirit yang merupakan zat kimia yang berpotensi merusak tanaman.

“Kemudian, mengenai sistem penggalian, jangan sampai kelompok tani yang melakukan pengerjaan galian ini kelewatan dalam menggali. Sebab, jika itu terjadi maka akan berdampak buruk. Apalagi, jika sampai penggalian itu tidak terkontrol sehingga terlalu dalam menggali itu membuat zat piritnya naik. Pirit yang naik itu berbahaya bagi tamanan sebab pirit adalah zat kimia. Sistem penggalian oleh Kelompok Tani dalam program SERASI ini harus benar-benar terkontrol,” tutup Nasyit. | pun/sf- –DPRRI

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Tidak Sesuai Spek, Proyek JUT Disbun Mura Dilapor ke Kejati Sumsel

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS — Kegiatan penyediaan sarana dan prasarana perkebunan tahun anggaran 2014 dinilai janggal. Masyarakat Pemantau Korupsi (MPK), melaporkan Dinas Perkebunan Kabupaten Musirawas ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Pelapor Toding Sugara, didampingi rekannya Azwar Anas, Rabu (28/1) lalu menerangkan, “surat laporan dengan nomor 015/L/MPK/Mura/2015, sudah mereka kirim via pos tertanggal 26 januari 2015.” Jelasnya. Lanjut Toding, […]

  • Sinergitas Program PKK Wujudkan Keutuhan dan Kerukunan Keluarga

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Musi Rawas, – Bertempat di gedung serbaguna Bagas Raya Lubuklinggau, Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Rawas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama TP PKK kecamatan, desa dan kelurahan se-Kabupaten Musi Rawas, Kamis (08/11). Dalam kegiatan rakor TP PKK tersebut mengangkat tema, “Sinergitas Program PKK Mewujudkan Keutuhan dan Kerukunan Keluarga Sebagai Perekat Bangsa”. Diawali dengan laporan ketua […]

  • Laga Final LDN Kecamatan Megang Sakti diwarnai Adu Pinalti

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Laga final pertandingan Liga Desa Nasional (LDN) 2019 tingkat Kecamatan Megang Sakti, resmi dimenangkan oleh tim Karya Mulya SP II, senin (1/7) dilapangan Kecamatan Megang Sakti. Ribuan pasang mata yang hadir menjadi saksi keseruan laga final antara tim Megang Sakti II berhadapan dengan tim Karya Mulya SP II. Dimana hasil akhir […]

  • APH Diminta Selidiki Dugaan Penyimpangan Anggaran Disbun Mura

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Musi Rawas — Aparat penegak hukum (APH) diminta selidiki Anggaran di Dinas Perkebunan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Pasalnya, kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Peduli Pembangunan Daerah (KPPD), Fauzi Maulana, saat dibincangi belum lama ini, kalau dilihat dari data Perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggarana (PDPA)KegiatanFasilitasi Kerjasama Regional, Nasional, Internasional, Penyediaan Hasil Produksi Pertanian, Perkebunan, […]

  • BPKAD Lubuklinggau Dinilai Susun Anggaran Pendapatan Retribusi Tak Andal

    BPKAD Lubuklinggau Dinilai Susun Anggaran Pendapatan Retribusi Tak Andal

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau pada TA 2022 memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp130.040.931.172,00 dengan realisasi sebesar Rp104.399.965.189,33 atau 80,28% dari anggaran. Dari jumlah PAD tersebut yang berasal dari pendapatan Retribusi Daerah, target Rp13.098.000.000,00 dengan realisasi Rp5.758.970.894,00 atau 43,97%. Pada tahun sebelumnya, tahun 2021, pendapatan retribusi mempunyai target Rp8.705.624.000.00 dan naik pada 2022, […]

  • Miris…………Mahasiswi Gantung Diri

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dalam empat hari, sudah dua kali kejadian gantung diri di Palembang. Korban semuanya perempuan dan berstatus mahasiswi. Kali ini, korbannya Meli Susanti (18). Dia temukan tewas di kontrakannya di Jl Letnan Simanjuntak, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang,  Selasa (25/4) malam. Saat ditemukan, posisinya tergantung di jendela dengan leher terikat jilbab yang dililit seperti […]

expand_less